Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 22 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
Keyword
Tanggal Bulan Tahun

<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>
1. GUBERNUR AHOK BIKIN KEJUTAN
Pada hari Sabtu yang cerah di akhir bulan Mei 2016, sehari sebelum hari Lanjut Usia Nasional tanggal 29 Mei 2016, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, terkenal dengan sebutan simpatik Gubernur Ahok, memastikan kepada Pengurus Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), khususnya Panitia Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN), kesediaan beliau meresmikan Portal S, suatu penghalang jalan ke trotoar di pinggir jalan yang biasanya ditutup dengan pancangan besi agar sepeda motor tidak masuk ke dalamnya, dengan Portal baru berbentuk huruf S dimana sepeda motor tidak dapat masuk, tetapi kursi roda penyandang disabilitas dan penduduk lansia yang diantar keluarganya, dapat masuk dan menikmati trotoar di pinggir jalan yang aman. Beiau hadir dengan wajah cerah, santai dan selama mengikuti acara santai di pinggir jalan di depan RSCM tidak kelihatan canggung biarpun “upacara resmi” itu digelar sangat sederhana dengan sekedar dipasang tenda kecil di pinggir jalan dan kursi sederhana secukupnya tanpa “kursi khusus” untuk Gubernur, Walikota atau pejabat Dinas lain yang menyertai rombongan Gubernur pagi itu. Upacara resmi yang jauh dari standar serimonial yang memakan anggaran besar dengan hiasan bunga yang bertaburan itu berjalan lancar, meriah dan mengesankan dengan liputan media yang membesarkan hati. ....
2. PWRI MEMBUAT GEBRAKAN DI DESA
Dalam rangkaian menyongsong Hari Lansia Nasional akhir Mei yang akan datang, PWRI di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan PT Taspen, Perum Bulog dan Bank BNI Syariah dan beberapa Bank lainnya, mempersiapkan suatu gebrakan yang akan menolong para pensiunan di seluruh Indonesia untuk bekerja keras dan cerdas dengan sungguh-sungguh bersama rakyat di tingkat pedesaan. Rencananya PWRI dan anggotanya akan bersama-sama mendirikan Rumah Pangan Kita (RPK) Sahara-Posdaya yang akan melayani kebutuhan bhan pokok, sembako dan keperluan lainnya, bagi rakyat banyak di pedesaan. Pendirian RPK Sahara-Posdaya itu sekaligus memberi kesempatan kepada anggota Posdaya yang jumlahnya secara nasional telah mencapai lebih dari 55.000 untuk mengembangkan Kios di rumah masing-masing guna melayani sembako yang dibeli dari RPK yang dikembangkan pada setiap RW atau di desa masing-masing. ....
3. MEMANTAPKAN PERAN PENDIDIKAN
Hari ini tanggal 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional. Sebuah hari yang membesarkan hati bagi para guru, dosen dan guru besar yang setiap harinya bergulat memberikan amal baktinya kepada anak didik dan mahasiswa yang menjadi asuhannya. Mereka merasa bangga bahwa hidupnya penuh tantangan mulia memberikan yang terbaik untuk generasi muda calon pemimpin masa depan bangsa. Hari Pendidikan Nasional juga merupakan kebanggaan bagi para tenaga pendukung yang bekerja di belakang layar melayani para guru, dosen dan ratusan ribu muid dan mahasiswa yang belajar giat. Hari Pendidikan juga merupakan hari bahagia bagi ibu-ibu penjaja warung makan di sekolah yang biasa diakali oleh para pelajar dan mahasiswa yang cenderung makan dalam jumlah yang lebih kecil dari makanan yang lebih banyak di santapnya. Hari-hari seperti ini biasanya para lulusan kembali ke sekolah mampir ke tempat ibu penjual makanan guna membayar “sisa hutang” yang dulu semasa masih siswa selalu diambil tanpa ijin. ....
4. PERHATIAN KEPADA DESENTRALISASI IKON TRILOGI
Perjalanan desentralisasi di tanah air sudah berlangsung selama duapuluh tahun. Karena relatif baru, pengalaman desentralisasi dalam mengantar negara dan bangsa ini menolong rakyat itu belum banyak dibahas secara ilmiah. Tujuan kita mencapai kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata menurut sistem itu belum dibandingkan dengan pengalaman sebelumnya. Banyak kalangan melakukan debat politik untuk memperbaiki sistem yang berlaku, tetapi belum banyak kaum akademisi secara langsung menyoroti secara khusus phenomena baru yang berkembang selama duapuluh tahun ini dari sudut pengembangan sumber daya manusia, sistem dan para pelaksana pembangunan pada tingkat akar rumput. Lebih lanjut sangat diperlukan pembahasan secara detail masalah operasional yang menyangkut pengelolaan keuangan daerah dan dukungan yang kuat terhadap pemberdayaan keluarga pada tingkat akar rumput. ....
5. MEMBANGUN PERGURUAN TINGGI AKRAB MASYARAKAT
Hari ini Universitas Trilogi di Jakarta memasuki Dies Natalisnya yang kedua. Universitas ini bukan perguruan tinggi baru, tetapi kelanjutan dari Sekolah Tinggi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI) yang sangat terkenal sebelumnya. Sekolah tinggi yang semula mengkhususkan lembaganya dalam bidang keuangan dan perbankan, terpanggil untuk memperluas diri memberi kesempatan kepada anak-anak muda bangsa guna mempersiapkan diri untuk terjun bekerja sama dengan rakyat banyak membangun secara komprehensif, membangun dalam bidang yang jauh lebih luas, ikut menata bangsa dan negara mencapai cita-cita kemerdekaan dan menghantarkan rakyat banyak menikmati kemakmuran dalam kebersamaan, keadilan dan kesejukan. ....
6. MENGUSUNG SEMANGAT PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Pertengahan minggu ini, tepatnya tanggal 15 Januari 2016, Yayasan Damandiri, yang didirikan pada tanggal 15 Januari 1996, berulang tahun yang ke duapuluh. Dalam masa karyanya selama duapuluh tahun para sahabat Damandiri antara lain dari 450 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, lebih dari 260 Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota, lembaga swadaya masyarakat, tokoh-tokoh dari Dewan Masjid Indonesia di seluruh Indonesia, lebih dari 45 Bank Pembangunan Daerah, Bank UMKM Jatim, Bank Bukopin dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di seluruh tanah air dan banyak tokoh nasional dan lokal, telah bekerja keras memberi semangat dan mengajak masyarakat di desa menyegarkan budaya gotong royong untuk melakukan usaha bersama secara mandiri memberdayakan keluarga prasejahtera di seluruh desa di Indonesia. ....
7. BERTEKAD BULAT KEMBANGKAN MASYARAKAT
Dalam pertemuan Ulang Tahun Yayasan Damandiri ke-20 yang akrab, wakil-wakil dari 450 Perguruan Tinggi, lebih 300 pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, wakil-wakil pengurus Masjid anggota Dewan Masjid Indonesia (DMI), wakil dari 55.000 Posdaya dari seluruh Indonesia, wakil dari 45 Bank Pembangunan Daerah, Bank UMKM Jatim, Bank BPR dan Bank Bukopin berkumpul di Semarang, telah mencapai kesepakatan untuk bekerja lebih keras membantu pemberdayaan keluarga prasejahtera di desa guna menolong mencapai target Pembangunan Global yang berkelanjutan. Biarpun upaya yang dilakukan itu relatif kecil, tetapi seluruh peserta pertemuan merasa yakin bahwa kontribusinya akan berpengaruh sangat luas di tanah air. ....
8. MEMBANGUN DENGAN HATI
Sebagai bekal awal tahun, ada baiknya kita lihat beberapa contoh yang menarik betapa para pemimpin yang mengembangkan manajemen pembangunan yang memperhatikan kepentingan rakyat, sekaligus menempatkan rakyat banyak sebagai mitranya, menghasilkan produk pembangunan partisipatif yang tinggi. Produk kerja pembangunan partisipatif itu menghasilkan cakupan keluarga prasejahtera, keluarga miskin dan disabilitas yang lebih banyak. Biarpun partisipasi itu tidak terlalu menonjol dan tidak secara drastis menolong menyelesaikan masalah, tetapi karena manajemen dilakukan dengan hati, dengan kasih sayang, dan ditampung dalam rangkuman koordiansi yang akrab, maka secara tapak demi tapak kontribusi partisipatif itu akan menghasilkan keluarga yang lebih sejahtera hampir tanpa bantuan dana dari pemerintah. ....
9. KARANGANYAR BANGKIT KEMBALI
Segera setelah diangkat menjadi Bupati Baru di Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, mengadakan konsolidasi secara luas tentang visi, misi dan program kerjanya agar dengan segera menjangkau seluas luasnya seluruh rakyat banyak di Kabupaten yang dipimpinnya. Bupati baru menyadari bahwa Kabupaten Karanganyar adalah kabupaten dengan kekayaan alam yang luar biasa memiliki hampir segalanya. Kabupaten dengan pegunungan yang mampu menghasilkan produk yang dengan mudah di pasaran di kota Solo yang hampir tanpa jarak. Kabupaten ini juga memiliki potensi wisata yang sanggup menyaingi daerah indah seperti Puncak dan Bandung yang bisa menawarkan aneka hiburan yang tidak ada di daerah lainnya. ....
10. MEMBENAHI FOKUS PEMBANGUNAN DI NTB
Bulan lalu, dalam kunjungan kerja ke Universitas Gunung Rinjani di Selong, Lombok Timur, Ketua Yayasan Damandiri yang didampingi oleh Rektor UGR, Drs. H. Ayip Rosidi, SH, MM, serta jajaran penggerak pemberdayaan keluarga di kabupaten dan relawan lainnya, menyempatkan diri bersilaturahni dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi. Dalam kesempatan itu diberikan penghargaan kepada Gubernur dan jajarannya yang telah menyepakati dukungan positif bagi berlangsungnya gerakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya bagi banyak perguruan tinggi di NTB. Gerakan KKN tematik Posdaya itu bertekad untuk membentuk, mengarahkan dan mengisi berbagai program menjadi gerakan bersama masyarakat serta meningkatkan peran Posdaya dengan kegiatan yang sekarang diarahkan guna mendukung pembangunan global SDGs. ....
11. IKIP PGRI MADIUN MENJADI PENGGERAK PEMBERDAYAAN
IKIP yang sebagian besar telah berubah menjadi Universitas di berbagai daerah, seperti UNESA di Jawa Timur, UNNES di Jawa Tengah, UNY di Yogyakarta, UPI di Jawa Barat, UNJ di Jakarta, dan UNG di Gorontalo atau di daerah lainnya, biasanya menghasilkan lulusan yang sebagian besar menjadi guru pada tingkat SMP dan SMA. Guru yang dihasilkannya makin bervariasi tergantung latar belakang ilmu yang diambilnya. Para mahasiswa mengambil kuliah bidang ilmu keguruan dan mengikuti berbagai mata kuliah lainnya seperti mahasiswa pada perguruan tinggi yang terbuka dengan kemungkinan melanjutkan kuliah sebagai sarjana paripurna dengan gelar doktor atau ilmu falsafah. ....
12. MEMBENAHI FOKUS PEMBANGUNAN DI NTB
Bulan lalu, dalam kunjungan kerja ke Universitas Gunung Rinjani di Selong, Lombok Timur, Ketua Yayasan Damandiri yang didampingi oleh Rektor UGR, Drs. H. Ayip Rosidi, SH, MM, serta jajaran penggerak pemberdayaan keluarga di kabupaten dan relawan lainnya, menyempatkan diri bersilaturahni dengan Gubernur NTB, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi. Dalam kesempatan itu diberikan penghargaan kepada Gubernur dan jajarannya yang telah menyepakati dukungan positif bagi berlangsungnya gerakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya bagi banyak perguruan tinggi di NTB. Gerakan KKN tematik Posdaya itu bertekad untuk membentuk, mengarahkan dan mengisi berbagai program menjadi gerakan bersama masyarakat serta meningkatkan peran Posdaya dengan kegiatan yang sekarang diarahkan guna mendukung pembangunan global SDGs. ....
13. IKIP PGRI MADIUN MENJADI PENGGERAK PEMBERDAYAAN
Haryono Suyono IKIP yang sebagian besar telah berubah menjadi Universitas di berbagai daerah, seperti UNESA di Jawa Timur, UNNES di Jawa Tengah, UNY di Yogyakarta, UPI di Jawa Barat, UNJ di Jakarta, dan UNG di Gorontalo atau di daerah lainnya, biasanya menghasilkan lulusan yang sebagian besar menjadi guru pada tingkat SMP dan SMA. Guru yang dihasilkannya makin bervariasi tergantung latar belakang ilmu yang diambilnya. Para mahasiswa mengambil kuliah bidang ilmu keguruan dan mengikuti berbagai mata kuliah lainnya seperti mahasiswa pada perguruan tinggi yang terbuka dengan kemungkinan melanjutkan kuliah sebagai sarjana paripurna dengan gelar doktor atau ilmu falsafah. ....
14. MENYAMBUT KELAHIRAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS
Selama lima belastahun terakhir pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia melaksanakan suatu konsep pembangunan yang diputuskanoleh PBB padatahun 2000 dalam skema Pembangunan Abad Millenium atau Millennium Development Goals (MDGs) melalui delapan sasarannya yang terkenal. Padahari Jumat tanggal 26 September 2015, Program Abad Millennium (MDGs) itu secara resmi dianggap selesai. Melalui keputusan dari tidak kurang 193 negara anggota PBB dalam Sidang Umum di New York minggu lalu, kelanjutan dari Pembangunan Abad Millennium MDGs itu dilanjutkan sebagai Sustainable Development Goals (SDGs) untuk masa lima belas tahun yang mendatang. ....
15. KONSISTEN MEMBANGUN BUDAYA GOTONG ROYONG
Sejak menjabat sebagai Gubernur Sumatra Barat, Prof. Dr. Irwan Prayitno, langsung menyegarkan masyarakat Sumatra Barat untuk hidup dalam budaya gotong royong. Keluarga mampu digerakkan membangun ekonomi kerakyatan dan mengajak keluarga yang belum mampu untuk bersama-sama bergerak bahu membahu mengembangkan kebersamaan dalam mengolah sumber daya alam yang melimpah di tanah Minang yang subur. Tidak itu saja, begitu muncul gerakan pemberdayaan melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Nagari dan jorong-jorong, maka Gubernur menyambut gagasan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatra Barat mendukung dikembangkannya Posdaya di seluruh Sumatra Barat. Gerakan itu marak sehingga Munas DNIKS tahun ini diundang untuk menyaksikan gerakan yang berhasil itu di Padang dan kabupaten/kota lainnya. ....
16. MENYEBAR SEMANGAT DAN BERANI MEMULAI
Akhir akhir ini kegiatan KKN tematik Posdaya oleh berbagai perguruan tinggi bergeser dari kegiatan pembentukan mengarah kepada pembinaan Posdaya. Proses pembinaan bervariasi, dari kegiatan menata manajemen yang biasanya kurang teratur, tidak ada yang mencatat kegiatan serta hasilnya, sampai kepada melakukan catatan siapa yang menjadi pengurus Posdayanya. ....
17. BERKURBAN KARENA ALLAH
Minggu depan, ummat Islam di seluruh dunia akan memperingati Hari Raya Idul Adha 1436 H. Peringatah Hari Raya Idul Adha selalu mengharukan karena kita semua diingatkan cerita yang saangat menyentuh karena seorang ayah, Nabi Ibrahim AS, atas dasar keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, siap, sanggup dan dengan ikhlas mengorbankan anaknya. ....
18. AJARAN HIDUP YANG PENUH MAKNA
Dalam suasana hiruk pikuk saling mengundurkan diri sebagai pemimpin daerah, Gubernur, Bupati atau Walikota menjelang pemilihan pemimpin yang baru, ada baiknya kita renung apa arti hidup ini untuk iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, diri sendiri dan keluarga, atau berjuang demi masa depan bangsa yang sejahtera. ....
19. UNSOED MENGABDI DAN PEDULI
Selama satu setengah bulan, tidak kurang dari 2.542 mahasiswa semester tujuh Universitas Jendral Soedirman (UNSOED) di Purwokerto, terjun menyatu bersama rakyat di ribuan desa di beberapa kabupaten di Jawa Tengah. Dengan ijin Bupati, Camat dan Kepala Desa masing-masing, para mahasiswa bergaul setiap hari bersama rakyat desa. Sebagai mahasiswa yang biasa mendengarkan kuliah dari guru besar dan dosennya, para mahasiswa memberi “kuliah” kepada rakyat desa. Dalam setiap sesi “kuliah” itu, para mahasiswa tidak bisa serta merta berdebat dengan rakyat yang mengajukan pertanyaan kepada para mahasiswa. ....
20. LANSIA MENJADI KEKUATAN PEMBANGUNAN
Pertengahan minggu ini, 1 Oktober 2015, penduduk lanjut usia dari seluruh dunia bersama keluarganya akan merayakan Hari Lanjut Usia (Lansia) Internasional 2015. Penduduk lansia, yang menurut definisi WHO adalah penduduk yang berusia di atas 60 tahun, telah menjadi kekuatan pembangunan baru yang maha dahsyat. Berkat kemajuan dalam bidang kesehatan dan pendidikan, jumlah dan kualitas penduduk lansia, dilihat dari keadaan kesehatan, pendidikan, ketrampilan dan pengalamannya dalam hidup bermasyarakat, makin bertambah baik. ....
<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>