Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 20 Desember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Topografi TNI AD Teguh Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI
[Politik dan Keamanan]





DALAM dinamika pengabdian selama kurun waktu 57 tahun, prajurit dan seluruh warga Topografi telah berupaya untuk memberikan karya terbaiknya guna mendukung Tugas Pokok TNI Angkatan Darat.


Keberhasilan dan prestasi yang telah dicapai tersebut tentunya tidak terlepas dari rintisan dan pengabdian para sesepuh dan pendahulu Corps Topografi yang dengan segala ketulusan, kesungguhan dan keikhlasan telah meletakkan dasar-dasar yang kuat dalam pembinaan Corps Topografi tanpa henti dari waktu ke waktu.


Topografi TNI AD sebagai bagian integral dari TNI AD, harus selalu tetap konsisten terhadap peran dan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Demikian Direktur Topografi TNI AD Brigadir Jenderal TNI Budi Triarso SIP, berkaitan dengan HUT ke-57 Topografi TNI Angkatan Darat.


Menyimak perjalanan sejarahnya, Topografi TNI AD lahir sejak Proklamasi Kemerdekaan RI. Pada saat itu dimulailah usaha-usaha untuk menguasai instalasi-instalasi pemerintah sipil secara serentak atau satu demi satu dari tangan Jepang dan secara spontan, dengan hanya bermodalkan nasionalisme dan patriotisme yang sejati. Tidak ketinggalan pula segenap pegawai dan para pemuda yang bekerja dan belajar di "Sokuryo Kyoku" pada tanggal 28 September 1945 secara serentak dan spontan berhasil mengambil alih kantor "Sokuryo Kyoku" dari tangan Jepang.


Maka secara de facto lahirlah Jawatan Topografi yang untuk sementara bernaung di bawah Kementerian Pertahanan. Tanggal 28 September 1945 pernah ditetapkan sebagai Hari Jadi Topografi sesuai dengan Skep Pangab Nomor: Kep-1471/II/1967, tanggal 27 November 1967, dan pada tahun 1946 setelah dibentuk Kementerian Pertahanan dalam Kabinet Republik Indonesia maka dengan Penetapan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 8/SD tanggal 26 April 1946, Jawatan Topografi diserahkan dari Kementerian Kehakiman ke Kementerian Pertahanan TMT 1 Mei 1946, maka tanggal 26 April 1946 selanjutnya ditetapkan sebagai Hari Jadi Topografi.


***


BRIGJEN TNI Budi Triarso yang merupakan Direktur Topografi TNI AD yang ke-12 menyebutkan Kecabangan Topografi TNI AD memiliki tugas membina dan menyelenggarakan fungsi topografi, yang dituntut untuk mampu menyediakan dan menyajikan informasi geografi/medan dalam bentuk peta topografi, data dan analisa medan serta produk topografi lainnya dalam rangka mendukung Tugas Pokok TNI AD.


Pada hakikatnya produk dan karya topografi sangat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas Satuan dalam jajaran TNI AD, baik untuk operasi militer, pembinaan Satuan, maupun pendidikan dan latihan. Oleh karena itu produk dan karya topografi yang dihasilkan harus selalu berorientasi kepada kepentingan pengguna, yaitu selalu mempertimbangkan ketelitian, kemutakhiran, dan kelengkapan data serta kemudahan dalam penggunaannya.


Situasi dan kondisi yang berkembang di beberapa daerah pada akhir-akhir ini, kata Direktur Topografi TNI AD menuntut kesiapan Satuan-satuan dalam jajaran TNI AD yang setiap saat mampu untuk dikerahkan ke daerah rawan keamanan. "Kondisi ini akan menuntut pula Satuan Topografi untuk mampu meningkatkan dukungan yang diperlukan bagi Satuan-satuan yang akan melaksanakan tugas tersebut secara cepat dan tepat," katanya.


Namun perlu disadari, bahwa Topografi TNI Angkatan Darat dalam melaksanakan tugasnya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain masih belum terliputnya wilayah pemetaan di beberapa daerah seperti sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sedangkan daerah yang telah terpetakan harus direvisi dari waktu ke waktu untuk disesuaikan dengan perubahan data medan yang ada.


***


DEMIKIAN pula kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang survei dan pemetaan, menuntut semakin meningkatnya kualitas sumberdaya manusia maupun peralatan pendukungnya, kata jenderal bintang satu itu.


Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, topografi TNI AD telah mengambil langkah-langkah antara lain: Pertama, mengembangkan teknologi pemetaan digital dengan berbasis komputer yaitu Local Area Net Work (LAN) yang mampu mempercepat proses pemetaan secara digital dengan kualitas produk yang dapat dipertanggungjawabkan.


Kedua, melaksanakan pengkajian dan pengembangan sistem informasi geografi yang dapat menganalisa dan memilih medan secara cepat dan tepat sehingga dapat digunakan untuk kepentingan operasi militer, ataupun dapat diintegrasikan dengan sistem informasi geografi lainnya yang telah ada di Indonesia.


Ketiga, melaksanakan percepatan dalam pembuatan peta topografi daerah Maluku dan Papua untuk mendukung Satuan yang akan melaksanakan tugas di daerah rawan keamanan. Demikian pula untuk mendukung pendidikan dan latihan, telah dibuat peta topografi daerah latihan dengan kedar besar.


Keempat, melaksanakan pendistribusian peta topografi dengan sistem distribusi bekal (sesuai Surat Keputusan Kasad Nomor: Skep/216/VIII/2001 tanggal 20 Agustus 2001) untuk mempercepat perolehan peta bagi Satuan-satuan khususnya jajaran TNI AD.


Kelima, melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik melalui latihan maupun pendidikan di Pusdiktop serta Pendidikan di perguruan tinggi sampai tingkat Strata II.


***


BERKAITAN dengan pelaksanaan Undang-undang Nomor 22/1999 tentang Pemerintah Daerah atau yang dikenal dengan otonomi daerah, jajaran Topografi TNI AD telah berupaya membantu terwujudnya otonomi daerah khususnya dalam menyediakan data-data atau produk topografi dalam menyelesaikan permasalahan batas wilayah, serta keperluan pengelolaan potensi daerah masing-masing.


Sehubungan dengan hal itu, kerja sama yang erat antara Topografi TNI Angkatan Darat dengan komunitas survei dan pemetaan, baik di lingkungan Departemen Pertahanan dan TNI, maupun dengan komunitas survei dan pemetaan lainnya perlu ditingkatkan, sehingga dapat mewujudkan suatu sinergi yang kuat dalam menghadapi tantangan dibidang survei dan pemetaan.


Dalam memperingati ulang tahun yang ke-57 ini Topografi TNI AD mengambil tema: "Dengan disiplin, profesionalisme dan soliditas Satuan, prajurit Topografi siap mendukung Tugas Pokok TNI Angkatan Darat." Melalui tema tersebut Topografi TNI AD bertekad untuk melaksanakan kebijaksanaan Kasad yang menekankan dua hal mendasar yaitu masalah disiplin dan profesionalisme yang saat ini dirasakan masih perlu mendapat prioritas.


Diakui untuk mewujudkan soliditas Satuan dan profesionalisme keprajuritan tidaklah mudah, tetapi juga bukanlah hal yang tidak mungkin. Satu hal yang paling mendasar yang perlu memperoleh perhatian seluruh personel Topografi adalah "Bagaimana menumbuhkan budaya belajar dan berlatih sebagai suatu kebutuhan dalam Satuan."(a basori)


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Harun Al-rasyid: Presiden Harus Melantik Alzier Kapolri Bantah Penahanan Alzier Tak Manusiawi
Pelaksaan P4B Baru 65 Persen, Akhir April Optimis 100 Persen
Presiden Utus Ali Alatas Temui Tokoh GAM di Swedia
Gubernur Aceh Diusulkan Diganti, Alwi Usulkan OKI Mediator RI-GAM
UU Pers Belum Jamin Kemerdekaan Pers