Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 23 Nopember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kajari Jaksel Poerwanto: Jika Sehat, Saya Akan Mengeksekusi Setiawan
[Metropolitan]

Jakarta, Pelita



Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jaksel Purwanto, SH, yang pekan depan menyerahkan jabatannya sebagai Kajari kepada Himawan Kaskawa, SH, mantan Kajari Tangerang menegaskan bahwa dia ingin sekali mengeksekusi mantan Presdir Bank Aspac Setiawan Harjono ke rumah tahanan sesuai perintah Pengadilan Negeri Jaksel.


"Kalau Setiawan sudah sehat saya ingin sekali membawanya ke rutan. Tapi karena masih sakit saya tidak bisa berbuat apa-apa," tutur Purwanto kepada Pelita kemarin berkaitan putusan hakim PN Jaksel yang selain menghukum Setiawan Harjono lima tahun penjara juga memerintahkan jaksa menahan Setiawan ke rutan.


Dia menyebutkan kendala yang dihadapi oleh kejaksaan negeri Jaksel untuk mengeksekusi Setiawan menyusul perintah dari majelis hakim PN Jaksel diketuai Lalu Mariyun dalam kasus korupsi BLBI Bank Aspac karena mantan Presdir Bank Aspac ini masih sakit dan dirawat di RS Abdi Waluyo, Jakpus.


Oleh karena itu, ungkap Purwanto yang telah dilantik sebagai Aspidsus (Asisten Pidana Khusus) Kejati Jawa Timur, Kejari Jaksel telah mengirim surat kepada Ketua Pengadilan Negeri Jaksel untuk memberitahukan bahwa pihaknya belum dapat mengeksekusi putusan PN Jaksel dengan pertimbangan Setiawan masih sakit.


"Jika yang bersangkutan sudah sembuh maka kita akan segera melaksanakan perintah PN Jaksel itu," ucap Purwanto yang semula berharap sebelum dia pindah dapat mengeksekusi Setiawan ke dalam rumah tahanan negara.


Perintah ditahan


Nasib mantan Presdir Bank Aspac Setiawan Harjono ini memang berbeda dengan koleganya mantan Wakil Presdir dan Direktur Kredit Bank Aspac Hendrawan Harjono yang telah lebih dahulu disidangkan di PN Jaksel dengan ketua majelis hakim Mochtar Ritonga, SH, yang kini menjabat Ketua PN Jakbar.


Masalahnya Setiawan selain dihukum lima tahun penjara karena terbukti bersalah dan turut bertanggung-jawab atas tindakan yang dilakukan Hendrawan juga terancam masuk penjara setelah diperintahkan oleh majelis hakim diketuai Lalu Mariyun untuk ditahan di rumah tahanan negara.


Sedangkan Hendrawan Harjono hingga kini tidak ditahan, meski putusan majelis hakim PT DKI diketuai M Ridwan Nasution, SH, yang memeriksa kasus korupsi BLBI Bank Aspac di tingkat banding selain menghukum lima tahun penjara juga memerintahkan kepada jaksa agar Direktur Kredit Bank Aspac ini ditahan di rutan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi.


Putusan di tingkat banding ini sekaligus membatalkan putusan majelis hakim diketuai Mochtar Ritonga pada tingkat pertama di PN Jaksel yang semula membebaskan Hendrawan dari dakwaan korupsi dan hanya menyatakan Hendrawan bersalah melanggar UU Perbankan. Kasus Hendrawan hingga kini masih diperiksa MA di tingkat kasasi.(did)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Bayar Rp150 Juta, Akan Tetapi Kasusnya Terus Berlanjut, Kapolres Jakbar Bantah Tuduhan Peras Tukang
KILAS KOTA & KRIMINAL
Ratusan Sopir Kopaja, Protes Perubahan Rute
Jakarta "Kota Telapak Kaki" ?
Presiden Kritik Bahasan Asing "Green Jakarta 2003", Ada Tapak Kaki Megawati, dan Sutiyoso di Monas