Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 26 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Pasangan Pengantin Ikut Jadi Korban, Tabrakan KA dan Bus, 15 Tewas
[Nusantara]

Sragen, Pelita



Niat pasangan Suparjo dan Sapuroh untuk mengarungi bahtera rumahtangga, kandas. Mereka tewas dalam tabrakan antara KA Matarmaja dan bus PO Slamet Rahayu, Senin (16/6) dinihari pukul 02.30 WIB. Jenazah keduanya dimakamkan di Sragen, tempat asal Suparjo, pukul 15.00 WIB, kemarin.


Sebanyak 15 jenazah korban dibawa dengan ambulans dari RS Yaksi, Sragen, untuk dimakamkan. Ke-13 jenazah dimakamkan di Desa Cilongok, Balapulang, Slawi, Tegal, tempat asal Sapuroh, sang mempelai perempuan. Mereka adalah anggota keluarga Sapuroh, pengiring pengantin yang menumpang bus naas PO Slamet Rahayu.


Sementara jenazah Suparjo dan Sapuroh dibawa ambulans menuju kampung Gersapi, Desa Glonggong, Kecamatan Gondang, Sragen, tempat asal Suparjo. Pelepasan ke-15 jenazah itu dipimpin Wakil Bupati Sragen Agus Faturrohman, didampingi Kapolres Sragen AKBP Charles Himler Ngili dan Dandim Sragen Letkol Bambang B Kunaryo.


Menurut paman Suparjo, Sukardjito, keponakannya itu adalah anak laki-laki tunggal adiknya Harso Mihardjo. Selama ini, Suparjo bekerja di Jakarta sebagai tukang servis AC. Sedangkan Sapuroh adalah penjaga wartel.


Santunan


Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan Jasa Raharja Jateng, Sutadji, mengatakan pihaknya akan memberi santunan Rp10 juta kepada setiap korban tewas. Untuk korban cacat antara Rp5-10 juta, tergantung cacatnya. Sedangkan korban luka-luka memperoleh biaya perawatan maksimal Rp5 juta/orang.


"Santunan itu akan diberikan kepada ahli waris pada besok (Kamis) oleh Dirops Jasa Raharja, Hamka Santri Anom," ungkap Sutadji saat ditemui di RS Yakssi, Gemolong, Sragen.


Sebagaimana diketahui, korban kecelakaan tabrakan ini sebanyak 15 orang meninggal dunia seketika, dan tujuh lainnya luka-luka dan kini dirawat di RS Yaksi Sragen.


Sudarsono tersangka tunggal


Kapolres Sragen, AKBP Charles Himler Ngili, menyatakan penjaga pintu lintasan kereta api Gemolong, Sudarsono, sebagai tersangka tunggal kasus tabrakan KA Matarmaja vs bus PO Slamet Rahayu. Sudarsono ditahan di Mapolres Sragen.


"Sebetulnya tersangkanya ada dua yaitu Sudarsono dan Ladin, sopir bus PO Slamet Rahayu. Namun karena Ladin tewas, maka tersangkanya tinggal Sudarsono," jelas Charles.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut Charles, Sudarsono mengaku saat terjadi kecelakaan dirinya sedang tertidur sehingga tidak menutup pintu lintasan KA. Namun Sudarsono juga punya argumen lain yaitu kereta datang terlambat dari jadwal yang ditentukan.


Charles menambahkan, rencananya, Selasa (17/6) ini, pihaknya juga akan memeriksa petugas penjaga lintasan kereta api di Sumber Lawang dan Modro yakni dua pintu lintasan sebelum Gemolong. Polisi juga akan memanggil dan memeriksa masinis KA Matarmaja Agus Cahyono.


PT KAI jenguk korban


Sementara itu, Kepala Hubungan Masyarakat (Kahumas) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VI Yogyakarta, Purnomo, menjenguk korban kecelakaan di RS Yakssi, Gemolong. Ia mengaku menghormati keputusan polisi. "Dalam pemeriksaan besok, Sudarsono akan didampingi tim kuasa hukum PT KAI," lanjutnya.


Namun demikian, Purnomo menilai, sopir bus PO Slamet Rahayu juga melakukan kesalahan fatal yaitu melanggar pasal 16 UU No 13 tahun 1992 tentang Perkeretaapian. Dalam pasal itu disebutkan, semua kendaraan darat harus mendahulukan kendaraan yang lewat di atas rel kereta api.


Dijelaskan Purnomo, di setiap pintu lintasan juga sudah terpasang rambu-rambu dan tanda berhenti. "Seharusnya setiap mobil atau kendaraan yang lewat harus berhenti sebentar untuk melihat kanan-kiri. Setelah dianggap aman, kendaraan baru boleh lewat," ujarnya. (sal)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Tolak Kedatangan Mega, Mahasiswa dan Aparat Bentrok
Kejaksaan Bogor Diminta Usut Dugaan "Politik Uang" LPj
Laporan Perjalanan ke NAD (1), Aceh, Mirip Awal Kejatuhan Thaliban di Afghan
LINTAS TANAH AIR
Ribuan Balita di Cilegon Terserang ISPA