Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 16 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Jaksa Tuntut Alexander Padang, Hukuman Percobaan 12 Bulan
[Metropolitan]

Jakarta, Pelita



Jaksa Mustaming menuntut terdakwa Alexander Padang agar dihukum enam bulan dengan masa percobaan 12 bulan karena terbukti bersalah menyuruh orang menempatkan keterangan palsu di dalam akta otentik.


Perbuatan terdakwa itu, kata jaksa di hadapan majelis hakim PN Jaksel diketuai Abdul Kadir, Senin (30/6), dilakukan pada tanggal 21 September 1993 di kantor notaris/PPAT H Asmawel Amin, Jalan Lapangan Roos Raya No 2, Bukit Duri, Jaksel.


Terdakwa bersama-sama Laures Moniaga dan Nur Amin membuat akta pelepasan hak No 79 tanggal 21 September 1993 pada notaris H Asmawel Amin atas tanah eks eigendom verponding No 6177 atas nama Moeara seluas 87 ha terletak di Mampang Prapatan dengan harga Rp435 juta.


Dalam akta pelepasan hak itu seolah-olah terdakwa bersama-sama Laurens Moniaga sebagai pembeli dan Nur Amin sebagai ahli waris Moeara sebagai penjual memberikan keterangan yang benar dan tidak dipalsukan dengan maksud akta pelepasan hak itu digunakan sebagai bukti baru (novum) untuk mengajukan PK atas sengketa tanah kavling 97 Jalan Gatot Subroto, Jaksel.


Pengajukan PK itu dilakukan saksi Laurens Moniaga setelah MA di tingkat kasasi memenangkan dan mengabulkan gugatan intervensi Kaptin Adisumarta dan sekaligus membatalkan putusan PN Jaksel dan Pengadilan Tinggi DKI yang memenangkan gugatan Laurens terhadap BDN mengenai sengketa tanah kavling 97 itu.


Kaptin Adisumarta mengajukan gugatan intervensi karena untuk sengketa tanah kavling yang sama dia sudah pernah menggugat BDN dan memenangkan gugatan mulai dari PN Jaksel, Pengadilan Tinggi DKI, MA sampai tingkat PK sehingga direksi BDN menyerahkannya tanah itu sesuai berita acara penyerahan Nomor 202/Pdt.G/1985/PN Jaksel tanggal 13 April 1999.


Lokasi lain


Dalam persidangan terungkap bahwa akte eigendom verponding No 6177 bukan atas nama Moeara tapi atas nama Njeij Rahma. Selain itu lokasinya bukan di wilayah Kelurahan Mampang Prapapatan, tapi ada di wilayah kelurahan Mampang Tegal Parang.


Selain itu pengakuan dari Nur Amin yang merupakan ahli waris Moeara bahwa para ahli waris tidak pernah memiliki tanah eigendom verponding Nomor 6177 atas nama Moeara yang berlokasi di Jl Gatot Subroto Mampang Prapapatan.


Tapi yang dimiliki, kata Nur Amin adalah eigendom verponding nomor 7267 yang terletak di Kelurahan Pedurenan, Kuningan Setia-Budi, Jaksel. Nur Amin sendiri mengaku hingga kini uang Rp435 juta yang disebutkan sebagai pembayaran atas pelepasan hak dari terdakwa dan Laurens belum pernah diterimanya.]


Terungkap juga di persidangan bukti baru yaitu eigendom verponding No 6177 yang dijadikan sebagai bukti untuk PK oleh saksi Laurens diperoleh dari Effendi Hanafiah dengan cara dibeli seharga Rp2,5 juta.(did)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Tiga Anggota Sindikat Pengedar Shabu Diadili
KILAS KOTA & KRIMINAL
Jika Bulan Juli Ini Tidak Juga Dibongkar Sendiri Oleh Warga, Ribuan Gubuk Liar di Jembatan Besi Akan
Proyek Pembangunan Jembatan Cipulir, Lambat dan Menyengsarakan Masyarakat
Walikota Resmikan Mega Bazar, JIEP 2003 dan Sumur Resapan