Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 28 Juli 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Terpidana LP Bulak Kapal Bekasi Tewas Dibunuh
[Nusantara]

Bekasi, Pelita



Dedy Supriyadi, 29), terpidana dalam kasus narkotika yang divonis hukuman 2,8 tahun oleh pengadilan negeri Bekasi, tewas dipukul di kepala bagian kanan dengan barbel oleh terpidana Asat bin Jumin di sel Asimilasi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Bulak Kapal, Bekasi, Jum'at (25/7).


Menurut keterangan, korban menderita luka parah di kepala bagian kanan, telinga kanannya pecah, pelipis kanan robek dan mengeluarkan darah segar.


Awalnya peristiwa yang menimpa korban itu karena dipicu kesalahpahaman dan memuncak menjadi perkelahian, kendati sesama terpidana sudah berusaha melerai perkelahian keduanya.


Namun, disayangkan terpidana lain yang berada satu kamar dengan korban tidak segera melapor ke petugas jaga sehingga keterlambatan itu mengakibatkan perkelahian terjadi.


Barbel yang belum diketahui beratnya dan berada di ruangan


tahanan itu diambil tersangka Asat bin Jumin kemudian digunakan


untuk memukul korban hingga terkapar tak sadarkan diri, tergelatak di lantai.


Kejadian itu mengakibatkan terpidana lain berteriak-teriak minta tolong yang kemudian petugas Lapas mendatangi ruang tahanan asimilasi, namun terlambat melihat korban tergeletak tak sadarkan diri. Atas kejadian itu, petugas di LP melapor ke Polsek Bekasi Timur yang langsung menurunkan anggotanya ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengecek peristiwa tersebut.


Selanjutnya polisi bersama petugas Lapas membawa mayat korban ke RSCM untuk diotopsi guna memastikan penyebab kematiannya dan polisi masih melakukan pengusutan terhadap tersangka pembunuhnya.


Korban yang menjalani masa hukuman di LP Bulak Kapal 1,6 tahun akan menghirup hawa segar pada 18 Agustus 2003.


Sedang tersangka Asat bin Jumin terpidana dalam kasus pembunuhan tahun yang lalu divonis hukuman 6 tahun penjara oleh pengadilan negeri Bekasi dan baru menjalani hukuman kurungan di LP tersebut 1,6 tahun penjara.


Sementara itu Kepala LP Bulak Kapal Sihabudin mengatakan selama ini tersangka pembunuhnya bersikap pendiam dan tidak menunjukkan gejala aneh.


Ia juga mengaku belum mengetahui motif di balik nekat tersangka itu dan kini masih dalam pemeriksaan petugas secara intensif dan diharapkan dalam waktu tidak terlalu dapat terungkap.


Korban adalah warga Pangkalan IB RT03/05, Bantar Gebang, Bekasi sedang tersangka Asat bin Jumin warga Kampung Markan RT09/16, Bojong Rawalumbu, Bekasi.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Hendro Pandowo ketika ditemui dan dimintai komentarnya tentang peristiwa itu mengatakan, akan melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.


"Saya belum tahu latar belakang peristiwa itu, namun akan


melakukan pengusutan lebih lanjut," tegasnya.


Kasusnya kini dalam penanganan Polres Metro Bekasi untuk


dilakukan pengusutan lebih lanjut dan tersangkanya tengah diperiksa polisi di LP Bolak Kapal tersebut.(dew)



 


 


 


 

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Menkimpraswil Setujui Pembanguan, "Fly Over" Kelok Sembilan Sumatera Barat
Warga Dua Kecamatan Saling Adu Fisik
Golkar Banten Targetkan Raih Peningkatan Suara 5-10 Persen
Penabrak Dua Mahasiswa Sampai Tewas Dituntut 22 Bulan
RP125 Triliun Milik Warga Jabar Tersimpan di Bank