Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 23 Nopember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Presiden Resmikan Makes dan Asrama Brimob Kwitang, Rumah Dinas Polri Tak Layak Huni
[Metropolitan]

Jakarta, Pelita



Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan rumah dinas dan Markas Kesatuan Brigade Mobil (Makes Brimob) Polda Metro Jaya senilai Rp20 miliar di Jalan Prapatan Raya No 18 Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (28/7).


Presiden Megawati yang didampingi Taufik Kiemas, Menkimpraswil Soenarno, Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Makbul Padmanegara serta para pejabat Pemda DKI lainnya meninjau asrama yang dibangun atas bantuan Presiden sebesar Rp7,5 miliar tahun 2002 dan sebagai tanda peresmian, Presiden menandatangani prasasti.


Dalam sambutannya Presiden Megawati Soekarnoputri yakin pemerintah baru yang akan datang mampu memenuhi kesejahteraan anggota Polri yang saat ini masih kekurangan. Untuk itu, Presiden mengharapkan anggota polisi bisa memenuhi standar yang tinggi dalam menjalankan tugasnya. "Supaya kalau nanti ada pemerintah baru, maka pemerintah baru itu saya yakin akan dapat memenuhi, akan bisa menyanggupi kesejahteraan bagi 300.000 anggota polisi," ujarnya.


Presiden juga meminta jajaran tertinggi kepolisian untuk memperhatikan kesejahteraan bawahannya serta mulai menghitung dana untuk memenuhi kesejahteraan anak buahnya itu. "Saya memang selalu gebrak-gebrak yang namanya Kapolri. Jadi Kapolri sekarang harus memperhatikan anak buahnya. Saya kan selalu bilang, ayo hitung-hitung, jangan mikir duitnya ada atau tidak. Hitung dulu, urusan duit, kan Indonesia ijo royo-royo. Kita cari, asal jangan belum apa-apa sudah dihitung KKN-nya, ya nggak jalan," ungkap Presiden di hadapan anggota Brimob dan para petinggi Polri.


Mengenai keyakinannya bahwa pemerintah baru akan dapat memenuhi kesejahteraan anggota polisi, Presiden Megawati menyebutkan, hal ini bisa dihitung dari dana pembangunan dalam negeri yang mencapai triliunan rupiah.


"Coba saja pikir, berapa triliun kalau kita investasi pembangunan di dalam negeri. Hitung saja deh. Saya bukan ekonom, 300.000 itu (anggota polisi) modal kecil. Cuma, kembali kemauan untuk membuat hal itu, kalau tidak dihitung mulai sekarang, ya tidak bisa," katanya.


Megawati menambahkan, sebagai Presiden RI, dirinya selalu meminta laporan-laporan yang jelek, supaya bisa diperbaiki. "Karena memang hidup saya di sini untuk menerima laporan yang jelek-jelek. Kalau laporan bagus, nggak perlu. Dengan demikian, maka saya akan mengetahui apa kebobrokannya itu, karena memang sekarang ini, kita harus membangun kebobrokan itu kembali menjadi hal yang baik," tambahnya.


Rp20 miliar


Kapolri dalam laporannya mengatakan pembangunan Mako Brimob di Kwitang menelan dana sekitar Rp19,8 miliar. Dana berasal dari bantuan Presiden Rp7,8 miliar, APBN Rp2,3 miliar dan swadaya pemda dan bantuan masyarakat Rp10 miliar.


Asrama Brimob Kwitang yang baru dibangun ini memiliki luas 11.460 meter persegi pada tahun 1946, yang kemudian atas bantuan Presiden asrama ini dipugar dan mulai dibangun sejak 24 Mei 2002, karena sebelum dipugar asrama Brimob ini hanya diperuntukkan bagi 127 kepala keluarga.


Setelah dipugar, daya tampung meningkat menjadi 354 kepala keluarga dan di areal Mako terdiri dari gedung perkantoran dua lantai, stasiun pompa bensin, penjagaan kesatriaan, dua flat rumah dinas lima lantai, barak bujangan lima lantai serta gardu PLN dan fasilitas pompa air.


Tambah personel


Menurut Da'i sampai saat ini anggota Polri mencapai 250.000 orang dan tahun ini akan ditambah sekitar 27.700 personel. Rumah dinas untuk anggota kepolisian hanya 64.341 pintu dan hanya menampung 26,2 persen anggota kepolisian secara keseluruhan. "Sedangkan yang layak huni hanya 23.290 pintu atau 9,7 persen. Sisanya 40.000 pintu lebih rusak berat. Kami membutuhkan 180.000 lebih pintu lagi," ungkapnya.


Ia menjelaskan, anggaran pemerintah diprioritaskan untuk pembangunan mobilitas dan telekomunikasi aparat kepolisian. Hal ini untuk mempermudah anggota kepolisian bisa hadir di tengah masyarakat yang memerlukan. Selain rumah dinas pihaknya juga memerlukan 120 markas Polres yang baru serta 1.000 bangunan Polsek. "Sampai saat ini ada sekitar 318 Polres dan 3.438 Polsek," kata Da'i. (owy)


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Rencana Monumen Persaudaraan Terkatung, Trotoar Monas Ditata dan Ada Telapak Kaki Presiden
Polisi Jakbar Salah Tembak, Divonis Tiga Tahun Penjara
Ada Titik Terang, Acin Pernah Ingin, Membeli Pistol untuk Membunuh Orang, Pelaku Letakkan Bunga Di D
KILASN KOTA & KRIMINAL
Lokasi Penampungan PKL Pasar, Festival Belum Ditempati