Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 29 Juli 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Sumpah Palsu, Pengusaha, Dilaporkan ke Polisi
[Metropolitan]

Jakarta, Pelita



Seorang pengusaha percetakan Alexander Padang dilaporkan ke Polres Jaksel oleh saksi pelapor Kaptin Adisumarta karena terkait sumpah palsu dan keterangan palsu saat terlapor memberi kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam persidangan terdakwa Laurens Moniaga dan M Nur AMIN.


Pasalnya terkait dengan kesaksiannya, kata Kaptin Adisumarta melalui kuasa hukumnya Domingus M Luitnan, SH, terlapor yang juga dijadikan terdakwa bersama-sama dengan kedua terdakwa dalam kasus memasukan keterangan palsu dalam akta otentik akhirnya dibebaskan dari dakwaan dan tuntutan hukum oleh majelis hakim PN Jaksel.


Menurut Domingus kepada Pelita kemarin kesaksian palsu dari Alexander Padang yaitu terlapor menerangkan di persidangan tidak mempunyai hak di atas tanah sengketa kavling No 97 Jalan Gatot Subroto ketika jaksa memperlihatkan bukti akta jual beli tanah No 79 tanggal 21 September 1993.


Bukti itu, kata dia, menyebutkan seolah-olah antara M Nur Amin sebagai ahli waris dari Moera yang memiliki tanah tersebut berdasarkan surat eigendom verponding Nomor 6177 Nomor 48 tanggal 23 Desember 1986 telah melepaskan haknya kepada Alexander Padang dan Laurens Moniaga.


Berdasarkan kesaksian tersebut dan juga keterangan terlapor ketika menjadi terdakwa, ungkap Domingus, akhirnya majelis hakim PN Jaksel dalam putusannya membebaskan terlapor Alexander Padang dari dakwaan dan tuntutan hukum jaksa penuntut umum.


Tetapi lucunya, kata dia, setelah itu terlapor menggugat hak atas tanah tersebut dengan menggugat rekannya Laurens Moniaga ke Pengadilan Negeri Jaksel dengan menyatakan bahwa dia mempunyai hak atas tanah seluas 2800 meter dari 3500 meter yang tercantum dalam akta jual beli No 79 tanggal 21 September 1993.


"Anehnya lagi tergugat Laurens Moniaga di dalam jawabannya malah meminta PN Jaksel untuk mengabulkan gugatan penggugat yaitu Alexander Padang dan menyatakan sah akta jual beli No 79," ungkap Domingus yang menyebutkan juga terhadap gugatan tersebut pihaknya telah mengajukan gugatan intervensi.


Gugatan intervensi tersebut diajukan karena ada kepentingan kliennya yang sudah memenangkan perkara sengketa tanah dengan Laurens Moniaga di tingkat kasasi dan tanahnya sudah dieksekusi berdasarkan penetapan dari PN Jaksel.


Sementara terhadap gugatan yang diajukan terlapor Alexander Padang terhadap Laurens Moniaga di PN Jaksel yang bertolak-belakang dengan kesaksian terlapor di persidangan pidananya, kata Domingus, dijadikan bukti dalam kasus sumpah palsu dan pemberian keterangan palsu di persidangan dari terlapor. (did).



 


 


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Polri Tambah Satu SSK Brimob ke Poso, Masyarakat Poso Diminta Tenang
Kasus Anaknya Ivan Haz, Hamzah Merasa Difitnah
Peringatan Semanggi, Membuat Macet Total, Banyak Warga Masyarakat Mengeluh
KILAS KOTA & KRIMINAL
Walikota Jaksel: Mudik, Perbanyak Bus Antarkota