Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 27 Nopember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Deptan Tak Naikkan Anggaran DPM-LUEP 200
[Ekonomi dan Keuangan]

Jakarta, Pelita



Departemen Pertanian (Deptan) pada tahun 2004 tidak akan menaikan alokasi anggaran Dana Penguatan Modal Lembaga Ekonomi Pedesaan (DPM-LUEP) dari anggaran sebesar Rp162 miliar pada 2003.


Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan Deptan, Achmad Suryana, di Jakarta, Rabu (17/12), menyatakan meskipun anggaran alokasi DPM LUEP 2004 masih sebesar tahun ini, namun wilayah cakupannya justru diperluas menjadi 19 provinsi.


"Kita harapkan pada pertengahan Januari 2004 dana talangan untuk pembelian gabah petani tersebut sudah dapat dicairkan," katanya.


Beberapa provinsi baru yang menjadi cakupan program DPM LUEP 2004, yakni Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Jambi dan Sulawesi Tengah.


Untuk 2003, DPM-LUEP tersebut dialokasikan ke 15 provinsi sentra produksi padi tersebar di 121 kabupaten atau 114 kelompok LUEP diantaranya yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Lampung, Banten, Jabar, Jateng, Jogja, Jatim, Bali, NTB, Kalbar, Kalsel, dan Sulsel.


Selain memperluas cakupan wilayah DPM LUEP, Deptan untuk 2004 juga menetapkan ketentuan yakni dana tersebut pada musim panen pertama harus untuk membeli gabah petani.


Pada putaran berikutnya dana itu juga dapat dimanfaatkan untuk pembelian tanaman pangan non padi yang komoditasnya bisa ditetapkan dengan keputusan gubernur.


Menyinggung realisasi pencairan dana DPM LUEP 2003, Achmad menyatakan dari alokasi anggaran sebesar Rp162 miliar telah diterimakan kepada LUEP sebanyak Rp159,59 miliar. Sisanya yang belum cair disebabkan sebagian daerah atau LUEP batal menerima DPM karena masalah administrasi.


Sementara itu, dari dana sebesar itu yang telah dimanfaatkan untuk pembelian gabah sebesar Rp592,7 miliar atau tiga kali lipat dari dana yang dicairkan karena LUEP menggunakan DPM untuk pembelian gabah secara berulang-ulang. Sedangkan penjualan gabah maupun beras oleh LUEP mencapai Rp527,4 miliar atau 89 persen dari dana pembelian yang ditujukan ke Dolog maupun pasar umum.


Menurut Suryana, hingga 9 Desember 2003 tingkat pengembalian DPM mencapai Rp131,72 miliar atau 82,5 persen dari dana yang dicairkan. Pada akhir tahun ini ditargetkan mencapai 95 persen.


Beberapa daerah yang tingkat pengembaliannya di atas 60 persen yakni Bali mencapai 100 persen dari pencairan Rp4,075 miliar, Jatim 98 persen dari Rp31,42 miliar, Jateng 96 persen dari Rp23,29 miliar.


Di Yogjakarta 92 persen dari Rp2,24 miliar dan Kalsel mencapai 90 persen dari Rp5,41 miliar, sedangkan yang terendah tingkat pengembalian adalah provinsi Sumsel yakni 36 persen dari 11,87 miliar. (ant)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Saham Unggulan Lemahkan IHSG
Direktur Umum dan SDM PT Jamsostek Meninggal Dunia
UU PPHI Beri Kepastian Hukum Bagi Pekerja-Pengusaha
Petral Kena Bobol 8,2 Juta Dolar, Rp22 Triliun Aset Pertamina Menganggur
Masalah Bunga Bank, Yakin Takkan Terjadi 'Rush'