Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 28 Nopember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Bandar Judi Bersatu, Polisi Tangerang Kelabu
[Nusantara]

Tangerang,Pelita



Keseriusan jajaran Polres Tangerang menindak bandar judi besar tampaknya masih belum optimal, menyusul maraknya penjualan kupon tebak angka dari hasil putaran bola yang berlangsung setiap hari.


Beberapa bandar besar judi toto gelap (togel) kini bersatu membuat judi jenis baru yakni "Bola Harian", beromzet ratusan juta per hari.


Bagi warga Kota dan Kabupaten Tangerang, Banten, yang dikenal religi, tetapi kenyataan masih saja mudah dirasuki dengan permainan judi, sehingga memicu para sindikat judi membuka usaha ilegal.


Pemeo itu sepatutnya disiasati oleh pemda, terutama jajaran Polres Tangerang, yang paling berkompeten menangani kasus perjudian. "Paling tidak bisa menekan maraknya perjudian itu," ujar H. Edi Sulaiman, Ketua LSM Solidaritas Muslim Islam Tangerang (SMIT) kepada Pelita, kemarin sehubungan makin maraknya perjudian bola harian di masyarakat Tangerang.


Bandar judi togel besar yang belum lama ini mendapat penangguhan penahanan oleh Polres Tangerang, malah kian nekad membuat judi gaya baru jenis Bola Harian ini di Kelurahan Kedaung Wetan, Kota Tangerang.


Diundi setiap malam pukul 02.00


Selebaran yang ditebar para bandar judi ini berupa kupon bola harian beredar setiap hari dan diundi pada malam hari sekitar pukul 02.00 wib di rumah Uung, Kedauang Wetan, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang.


Sejumlah bandar judi yang bersatu dalam jenis Bola Harian made in Tangerang itu adalah Erick, 43, Anton, 40, dan Johan, 37, mulai membuka secara resmi Minggu, 28 Desember 2003. Kini selebaran alias kode yang akan ditebak para pemain sudah di edarkan ke seatantero Tangerang.


Dibukanya undian judi bola setiap tengah malam itu tentu petugas pun pasti sudah mengetahuinya sebab pada saat bola harian diundi disaksikan banyak warga, di antaranya mereka yang bertubuh tegap dan berambut cepak hadir dan bahkan terlihat ikut mengawasi keamanan sekitar lokasi. Bahkan mobil patroli polisi pun bersiliweran di dekat lokasi undian.


Dalam selebaran itu bandar judi bola harian melarang peredaran kupon pakong dan menyarankan agar mengikuti permaian bola harian.


Kesedihan para tokoh masyarakat dan tokoh agama masih menyelimuti maraknya peredaran judi bola harian di Tangerang karena penegakkan supremasi hukum untuk melibas perjudian di sini masih jauh dari harapan. Apalagi terjadi kketidak adilan, empat badar judi dilepas pihak kepoisian, sedangkan puluhan pengecer kupon togel malah yang diadili.


Seperti berita sebelumnya, beberapa LSM menyoroti dilepasnya empat bandar besar judi di Tangerang, sehingga mengakibatkan tumbuh suburnya aktifitas perjudian di masyarakat.


Jika bandar tak diadili


Ketua LSM SMIT H. Edi Sulaiman, dengan lantang mengatakan mustahil Tangerang bebas dari ajang perjudian jika bandar-bandarnya tidak diadili dan masih berkeliaran. Dia mengakui penanganan kasus judi memang agak sulit.


Meski titik lokasi judi sudah diketahui dan keterangan dari puluhan pengecer yang ditangkap mengungkap siapa saja bandarnya, namun perjudian sulit ditertibkan.


Hal senada juga dilontarkan oleh Ketua LSM TGW, Tonny Wismantoro. Menurut Tonny, membina kasus judi memang mudah, tapi membinasakannya agak sulit .


Wakil Ketua LSM Panglima Laskar Banten, Dr Chandra Yossi, SH, mengatakan pemberantasan perjudian bisa lancar manakala aparat penegak hukum berlaku jujur dan adil. Dia hanya berharap dengan maraknya perjudian hendaknya tidak memicu aksi protes kepada Muspida.


Sementara itu empat bandar judi besar yang sempat digelandang ke Polres Tangerang, Sabtu, 11 Oktober 2003 lalu adalah Ma Tjioe alias Anton, 40; Kim Goan alias Eric, 43 (pernah dihukum hakim PN Tanerang dalam kasus yang sama). Pedy Tjong alias Johan, 37, dan Jemi alias Jemmy, 37.


Berkas tidak lengkap


Penangkapan mereka berawal dari undangan pihak Polres di restoran Istana Nelayan, Tangerang. Usai pertemuan, petugas Polres Tangerang langsung mengelandang mereka. Namun mereka hanya sempat beberapa hari bermalam di Polres Tangerang, kemudian penahanannya ditangguhkan dengan jaminan uang.


Lambannya penanganan kasus bandar judi ini lantaran BAP yang dikirim penyidik Polres Tangerang, dikembalikan lagi pihak Kejari Tangerang karena dinilai tidak lengkap sehingga sulit menjerat mereka.


Menurut Kasi Pidum Kejari Tangerang Fachrudin Siregar, SH, kepada Pelita, bagaimana bisa dilanjutkan pemeriksaan BAP itu. Masalahnya, keempat tersangka dimasukan dalam satu berkas serta minimnya alat bukti.


Sementara judi jenis togel belum mampu diatasi, kini bermunculan judi jenis bola ketangkasan dengan mesin mickey mouse di kawasan pertokoan Pingsia Lippo Karawaci. Artinya, jika para bandar judi bersatu, maka polisi pun menjadi kelabu. (ck-34)




 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Sidang Lanjutan Perkara Ayah Menghamili Anak Tiri, Saksi: Anak Itu Lelaki dan Sudah Lahir Pak Hakim
Penduduk Kota Tangerang, Lebih, Banyak Wanita Dibanding Lelaki, Hapus Kesan PKK=Perempuan Kurang Ker
PKL Pasar Cikokol Ditertibkan, Jl. Sudirman Tangerang Lancar, Petugas Jaga Lokasi 24 Jam
Pengurus Dharma Wanita Setwan, DPRD Jabar Diserahterimakan
Tahun 2003 Posindo Untung Rp18 Miliar, Gaji 27.000 Karyawan Posindo Ditambah Rp200.000/Bulan