Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 22 Desember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Masyarakat Martapura Miliki Tsanawiyah
[Agama dan Pendidikan]

Martapura, Pelita



Belasan tahun lamanya warga masyarakat Desa Banua Riam Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Propinsi Kalimantan Selatan yang termasuk daerah terpencil di kaki perbukitan Pegunungan Meratus mendambakan berdirinya madrasah Tsanawiyah sebuah lembaga pendidikan Islam.


Namun dambaan masyarakat Banua Riam di daerah terpencil tersebut kini terwujud dan secara tidak langsung merulakan perluasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Martapura, ibukota Banjar sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di kabupaten itu, seperti dilaporkan, Senin.


Pasalnya, kendati masih berstatus swasta, Madrasah Tsanawiyah di desa terpencil yang didambakan warga setempat sekitar 16 tahun lalu itu didirikan seorang santri lulusan Ponpes Darussalam Martapura (40 Km dari Banjarmasin), ungkap Pgs. Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Drs. Syahda Mariadi, M.Si.


Ketika peresmian madrasah tersebut, Bupati Banjar, H.Rudy Ariffin mengharapkan agar lembaga pendidikan Islam itu dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, walaupun baru didirikan serta berada di daerah pinggiran terpencil.


Untuk menghasilkan lulusan berkualitas dimaksud, perlu peningkatan peran aktif masyarakat setempat khususnyua dalam memperlancar proses belajar-mengajar di madrasah tersebut, pesan bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Banjar, Drs.H.M.Hasanuddin.


Pada tahap awal di tahun pertama, atas tekad serta kemauan yang kuat warga Desa Banua Riam berhasil membangun Madrasah Tsanawiyah dengan tiga ruang belajar, peserta didiknya 20 orang terdiri empat laki-laki dan 16 perempuan, dibimbing lima guru serta seorang kepala sekolah, Juhrani lulusan Ponpes Darussalam Martapura.


Madrasah Tsanawiyah dengan nama Hidayatussa'adah dengan tiga lokal masing-masing berukuran 6 X 7 meter itu, dua diantaranya merupakan sumbangan Pemkab Banjar senilai Rp50 juta dan selebihnya swadaya masyarakat setempat.


Peresmian Madrasah Tsanawiyah Hidayatussa'adah yang dicapai sekitar dua jam perjalanan dengan naik "kelotok" (perahu bermotor kecil) dari ibukota Kecamatan Aranio itu, dilakukan Sabtu (24/1) oleh Asisten I Sekda Banjar mewakili bupati setempat.


Dalam peresmian madrasah sederajat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di kecamatan terpencil itu sekaligus melaksanakan haul Syech Seman Al Madani, yang disebut-sebut penjaga makam Nabi Muhammad SAW dengan membaca "munaqib" (sejarah perjuangan/kehidupan) seorang wali Allah tersebut, serta membaca maulid Habsyi.

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kaum Muslimin Diminta Sembelih Qurban yang Halal
PKK DKI Jakarta Cetak Kader Renstra
31 Januari, Puncak Ibadah Haji
Segera Dibentuk, Dewan, Pertimbangan Nasional Haji
Dari Limbah Menjadi Berkah