Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 16 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Berqurban Memperkuat Keshalehan Pribadi Muslim
[Agama dan Pendidikan]

Jakarta, Pelita



Perintah berqurban yang ditujukan kepada setiap muslim yang mampu itu, selain memperkuat keshalehan pribadi muslim, juga meningkatkan kepedulian sosial, membina rasa kebersamaan dan memperkokoh ukhuwah Islamiyah, dalam rangka menggalang persatuan dan kesatuan bangsa.


Ketua Umum Masjid Cut Nyak Dien HM Syureich mengatakan kepada Pelita, kemarin, sehubungan Hari Raya Idul Qur'ban yang jatuh pada tanggal 1 Februari 2004. Menurutnya, qurban adalah suatu bentuk ibadah kepada Allah dengan menyembelih hewan (kambing, sapi, kerbau atau unta) pada Hara Raya Idul Adha atau hari-hari tasyrik sebagai perwujudan dari rasa bersyukur kepada Allah yang telah menganugrahkan berbagai macam nikmat dan bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Seorang yang mengorbankan sesuatu, lanjut Syureich, sesungguhnya adalah mengharap keridhaan Allah semata, bukan karena yang lain. Oleh karena itu, ia akan mengorbankan apa saja yang dimilikinya. Inilah salah satu kunci pengorbanan. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah, ayat 207, yang artinya: "Dan di antara manusia ada orang yagn mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya."


Syureich menjelaskan, umat Islam hendaknya dapat mewujudkan pengorbanan sesuai ajaran agama dengan memotong hewan qurban. Selanjutnya daging hewan yang disembelih tersebut dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kepada fakir miskin.


Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya: "Barangsiapa mempunyai kemampuan (materiil), tetapi tidak mau berqurban, maka janganlah ia menghampiri tempat shalat kami," (HR. Ahmad dan Ibnu Maajah).


Kerelaan berqurban yang telah dicontohkan oleh Nabiyulloh Ibrahim AS, hendaknya mampu kita terapkan pada semua aspek kehidupan kita, terutama pada dewasa ini dimana negara kita sedang mengalami krisis moneter dan ekonomi yang tak kunjung mereda. Kalau hal ini tidak cepat teratasi, dikhawatirkan kelaparan dan kesengsaraan akan semakin luas melanda masyarakat kita.


"Seorang yang berkorban sesungguhnya adalah orang yang menukarkan apa yang dimilikinya dengan yang lebih baik. Itulah hakikat pengorbanan yang sebenarnya," papar Syureich.


Hukum menyembelih hewan qurban adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dan dilaksanakan setiap tahun bagi orang Islam yang mampu dan berkecukupan harta, sebagaimana sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzki: "Saya suruh menyembelih hewan Qurban dan qurban itu sunnah bagimu."


Masyarakat muslim dituntut memberikan pikiran guna mengatasi keprihatinan bersama. Ketulusan yang diberikan Nabi Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail as hendaknya dijadikan teladan.


Nabi Muhammad SAW bersabda: "Hampir-hampir saja orang fakir itu menjadi kafir (ingkar)."


Dia menjelaskan, kemiskinan dan kemelaratan kaum dhu'afa yang berkepanjangan bisa mengakibatkan imannya goyah dan menjadi kafir. Karena itu kesulitan pangan yang dialami oleh sebagian dari masyarakat kita harus segera diatasi antara lain dengan semangat berqurban, saling tolong menolong, yang mampu membantu yang tidak mampu.


Dalam situasi dan kondisi krisis moneter dan ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia dewasa ini, maka sikap kepedulian sosial harus ditingkatkan. Mereka yang hidupnya serba kekurangan (fakir miskin) harus dibantu oleh mereka yang berkecukupan materiil, agar kesulitan hidup mereka dapat diringankan.


"Islam tidak membenarkan pemeluknya senang sendiri dan bersikap masa bodoh terhadap kehidupan kaum yang lemah ekonominya," ucap Syureich.


Nabi Muhammad SAW dengan tegas menyatakan: "Tidak sempurna iman seseorang, jika perutnya kekenyangan, sementara ia tahu bahwa tetangganya kelaparan." (Al-Hadits).


Kaum muslimin hendaknya selalu berperan serta dalam menunaikan tugas kemasyarakatan sebagai upaya untuk menciptakan keadilan sosial yang merata di antara umat Islam.


"Walaupun perintah berqurban itu setahun sekali, namun dengan perintah itu mengisyaratkan kepada kita, agar semangat untuk berqurban harus selalu tertanam dalam jiwa setiap muslim yang mampu," kata Syureich lagi. (dik)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Musibah Mina, Suah 39 Jamaah Haji Indonesia Wafat
Dunia Turut Berduka Atas Musibah Mina
Kompleks Guru Yayasan Dian Didaktika Miliki Masjid Baru, Target 999 Masjid YAMP Tercapai Lima Tahun
48 Jamaah Haji RI Korban Mina Dimakamkan di Makkah
Dua Juta Umat Islam Padati, Makkah Tunggu Saat Wukuf