Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 26 Nopember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Percontohan Syariat Islam Ditetapkan NAD
[Agama dan Pendidikan]

Banda Aceh, Pelita



Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah, menetapkan 13 desa sebagai wilayah percontohan pelaksanaan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu.


"Penetapan desa-desa percontohan merupakan salah satu langkah untuk mendukung pelaksanaan syariat Islam yang telah diberlakukan di NAD," kata Kabag Humas Pemkab Aceh Tengah, Alam Syuhada di Takengon--ibukota Kabupaten Aceh Tengah, seperti dilaporkan Antara, Selasa (24/2).


Menurut dia, penetapan desa percontohan pelaksanaan syariat Islam itu dimaksudkan agar suasana kehidupan dan kegiatan sehari-hari bagi masyarakat di desa percontohan itu bernuansa Islami.


Penetapan 13 desa sebagai wilayah percontohan pelaksanaan syariat Islam secara kaffah itu juga ditegaskan Bupati Aceh Tengah Mustafa M Tamy pada peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1425 Hijriyah di Takengon.


"Bupati juga menegaskan bahwa mulai tahun 2004 itu, pelaksanaan syariat Islam di Aceh Tengah tersebut harus digerakkan dari seluruh lini kehidupan masyarakat, terutama dari kalangan aparatur pemerintahan ditingkat kecamatan hingga desa," ujarnya.


Jika masih ada kalangan pejabat pemerintahan dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Aceh Tengah serta seluruh elemen masyarakat dataran `Tinggi Gayo` itu tidak mendukung pelaksanaan syariat Islam, maka akan dikenakan sanksi administrasi yang dipadukan dengan adat `Gayo`.


"Jika aparatur pemerintahan tidak mematuhi syariat Islam, akan dikenakan sanksi administarsi dan adat yang berlaku di Aceh Tengah, misalnya akan disingkirkan dari komunitas masyarakat Gayo," kata Alam Syuhada.


Itu merupakan langkah tegas bahwa Pemkab Aceh Tengah serius dalam mendukung pelaksanaan syariat Islam secara kaffah itu,` ujar dia.


Pada malam peringatan 1 Muharram yang dipusatkan di Masjid Raya Ruhamah kota `dingin` itu Pemkab Aceh Tengah juga memberikan penghargaan kepada 17 masjid teladan.


"Pemberian penghargaan kepada 17 masjid teladan itu untuk membangkitkan syiar Islam di bumi sentra produksi kopi terbesar di Aceh," ujar Alam Syuhada.



 

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
LPTQ Diminta Pikirkan Metode Pembinaan Qori dan Qoriah
Proses Belajar Mengajar di Kampar Dimulai
Tahun 2006 Bank Syariah Alami Perkembangan Pesat
Depag Sultra Alokasikan Dana Pendidikan Dasar
Peningkatan SDM Kurang Sentuh Humaniora