Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 26 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Inaca Bersatu Hadapi, Penerbangan Asing
[Ekonomi dan Keuangan]

Yogyakarta, Pelita



Rapat Umum Anggota Indonesia National Air Carrier (RUA Inaca) yang berlangsung selama dua hari (11-12 Maret 2004) selain menetapkan ketua dewan pengurus baru menggantikan pengurus lama, sekaligus menetapkan keputusan kesepakatan anggota soal regulasi penerbangan dan tarif pemanduan pesawat, serta mengesahkan lima anggota baru.


Mantan Ketua Dewan Inaca Indra Setiawan, Jum'at (12/3) mengatakan sesuai ketentuan, pergantian kepengurusan didasarkan kepada nomor urut abjad. Untuk periode tahun 2004/2005 ditetapkan ketua dewan pengurus terpilih Roekman Prawirasasra dari Indonesia Air Transport (IAT) dan Wirnardi dari Jatayu Air, masing-masing sebagai ketua dan wakil ketua.


"Ini sudah kesepakatan bersama, dimana dewan pengurus ditetapkan berdasarkan nomor abjad dan tidak berdasarkan unggulan, dimana masing-masing anggota berebut jadi ketua, tapi sekarang tidak semua bakal dapat giliran yang berlaku selama satu tahun," kata Indra.


Sementara posisi sekretaris jenderal (Sekjen) berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi, ditetapkan selama tiga tahun. Karenanya, kata Indra Setiawan, Sekjen yang sekarang ini dijabat oleh Tengku Burhanudin baru akan dipilih kembali tahun 2005.


Ada tiga landasan dasar Inaca dalam menyikapi industri penerbangan dalam negeri saat ini, yakni mendorong para anggota Inaca meningkatkan kinerja pelayanan sehingga bukan hanya mampu berkompetisi secara sehat, sekaligus dapat mengembangkan usahanya.


Airlines anggota Inaca juga diharapkan dapat mengimbangi airlines asing yang mulai masuk ke wilayah udara Indonesia dan yang ketiga ialah tetap menjaga keutuhan maskapai penerbangan, baik berjadwal maupun carter sehingga bisa dijadikan nilai tawar kepada regulator maupun operator pengelola Bandara.


"Karena itu kita mengimbau kepada airlines baru agar mau bergabung dengan Inaca. Secara organisasi, Inaca bermanfaat bagi pertumbuhan maskapai penerbangan bersangkutan," kata Indra Setiawan.


RUA Inaca yang dibuka secara resmi oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Agum Gumelar dan ditutup oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Cucuk Suryosuprojo; menetapkan soal kebijakan deregulasi di bidang industri penerbangan yang dilaksanakan pemerintah, diharapkan bisa mendorong tumbuh dan berkembangnya industri penerbangan nasional dengan segala konsekuensinya.


Kedepan Inaca bukan hanya sekedar organisasi yang membawahi maskapai penerbangan tapi juga sebuah lembaga yang harus dilibatkan dalam setiap kebijakan, terutama pengembangan infrastruktur berupa fasilitas kebandaraan, kemudahan pengadaan sukucadang, dan perawatan pesawat.


"Masalah lain yang tidak bisa diganggu-gugat adalah soal safety and security," kata Indra.


Ketua Inaca periode 2004/2005, Roekman Prawirasasra mengatakan, tidak akan banyak melakukan perubahan program dan masih tetap mengacu kepada kepengurusan lama. Misalnya meminta pemerintah agar selalu melibatkan Inaca setiap mengeluarkan keputusan dan memudahkan pengiriman sukucadang pesawat untuk kepentingan perawatan.


"Nggak ada yang baru, program Inaca kedepan masih mengacu kepada program dari kepengurusan yang lama. Tentunya dengan melakukan perbaikan yang memang dianggap perlu ditambahkan," kata Roekman.


Sementara itu Sekjen Inaca Tengku Burhanudin menjelaskan, pada periode tahun 2003/2004 anggota Inaca bertambah tiga, yakni Lion Air, Star Air, dan Jatayu; sehingga total anggota menjadi 25 anggota, yakni 16 reguler dan sembilan carter. (y)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
KILASAN BISNIS
INFO PASAR MODAL
Gubernur DIY: KA Jalur Ganda Sangat Strategis
Proyek Jalur Ganda Yogya-Kutoarjo Diresmikan, Menhub akan Panggil Direksi, PT KA Seputar Kenaikan Ta
Bank Permata Tak Perlu Bayar Dana Cessie ke EGP