Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 23 Agustus 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Surat Suara DPRD Jakbar Dibuat Dua Lembar
[Metropolitan]

Jakarta, Pelita



Surat suara untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta Barat terpaksa dibuat dua lembar, karena kapasitas surat suara yang ada tidak mecukupi menampung nama-nama calon anggota legislatif beberapa partai politik.


Menurut keterangan Ketua KPU Jakarta Barat, Syahrin lumbantoruan, Kamis (31/3), kebijakan penambahan surat suara itu terpaksa diambil KPU karena beberapa partai politik memiliki caleg legislatif mencapai 20 orang.


Kebijakan penambahan surat suara ini sudah sesuai dengan Undang-undang Pemilu Nomor 12 Tahun 2003 tentang pemilihan umum anggota DPR, DPRD, dan DPD.


Syahrin menjelaskan warga yang akan memberikan suara untuk DPRD pada 5 April nanti diminta berhati-hati dalam mencoblos pilihannya. "Sebelum mencoblos, warga diminta memisahkan surat suara terlebih dahulu agar tidak tembus ke lembar kedua surat suara. Karena, jika hal itu sampai terjadi, maka suara pemilih akan batal," katanya.


Lebih lanjut Syahrin menjelaskan penambahan lembar surat suara untuk DPRD menjadi dua lembar pada pemilu 2004 ini tidak hanya terjadi di Jakarta Barat dan dua wilayah lain, seperti Jakarta Timur dan Jakarta Selatan juga mengalami hal serupa.


Mengenai kartu pemilih, sesuai dengan surat keputusan KPU Nomor 01 tahun 2004 tentang tata cara pemungutan dan penghitungan suara, warga Jakarta Barat selambat-lambatnya 2 April sudah harus menerima kartu pemilih.


"Jika sampai batas waktu yang telah ditentukan itu, ternyata masih ada warga yang belum menerima kartu pemilih disarankan agar menghubungi pihak PPS setempat," tambah Syahrin.


Sarimun


Sementara itu Walikota Jakarta Barat Drs. Sarimun Hadisaputra, Selasa (30/3) malam, menerima kartu pemilih dari Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tanjung Duren Utara, H. Manaf, didampingi Ketua KPU Jakbar, Syahrin Lumbantoruan, kediaman dinasnya, Jalan Tanjung Duren Raya, Kecamatan Grogol Petamburan.


Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat menyerahkan tiga kartu pemilih maing-masing untuk Wali Kota Sarimun Hadisaputra, Ny. RR Sri Tjondrowati (istri) dan seorang pembantunya.


Hadir saat penyerahan kartu pemilih itu antara lain Camat Grogol Petamburan, Abidin Mustopa, Lurah Tanjung Duren Utara, Ambari serta Kabag Humas dan Protokol Jakbar, Arifin, S.Sos. Sarimun beserta istri dan pembantunya akan menggunakan hak suara di TPS 36 Jalan Tanjung Duren Barat III tanggal 5 April nanti nanti.


Pada kesempatan itu Walikota minta KPU Jakarta Barat agar pro aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar datang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5 April nanti. Warga yang sudah terdaftar sebagai pemilih jangan sampai tidak menyalurkan suaranya dalam pemilu 2004 ini.


Walikota juga meminta KPU agar mensosialisasikan tentang kartu pemilih kepada masyarakat. "Jangan sampai setelah pemilihan anggota DPD, DPRD dan DPR 5 April nanti masyarakat tidak menyimpan kartu pemilih. Karena kartu tersebut kembali digunakan pada 5 Juli untuk memilih Presiden," kata Sarimun.


Sedangkan Ketua KPU Jakbar Syahrin Lumbantoruan menyarankan kepada Walikota agar membawa kartu pemilih, surat pemberitahuan tanggal 5 April nanti. "Karena PPS akan mencocokan dengan daftar pemilih yang ada di TPS," ungkapnya.


Khusus untuk prosedur pada hari pemilihan, Syahrin menjelaskan, pendaftaran ulang pemilih di TPS diberi waktu sampai pukul 13.00, setelah itu tidak dilayani lagi. Sementara pencoblosan diberi waktu sampai pukul 17.00 WIB, atau sampai selesai. (owy)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
KILAS KOTA & KRIMINAL
Pelajar SMP Tewas Dihantam Balok
Massa Golkar Bentrok dengan Mahasiswa Mpu Tantular
"Busway" Koridor II-III Beroperasi 2005
Distribusi Logistik di Jakarta I Capai 100 Persen, KPU DKI Serahkan Kartu Pemilih kepada Presiden