Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 07 September 2010  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Jamu "Maut" di Sleman Masih Terus Diselidiki-Masyarakat Diimbau Waspadai Jamu Pelangsing
[Nusantara]

Jamu \"Maut\" di Sleman Masih Terus Diselidiki--
Masyarakat Diimbau Waspadai Jamu Pelangsing

Surabaya, Pelita
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya mengimbau masyarakat mewaspadai beredarnya jamu pelangsing bercampur bahan kimia. Jamu itu disinyalir tidak berizin dari Departemen Kesehatan dan BPOM.
Kepala Bidang Sertifikasi dan Pelayanan Informasi Konsumen BPOM, Drs Totok Sudjianto MKes di Surabaya, ketika dikonfirmasi kemarin menjelaskan, jika jamu itu dikonsumsi dalam jangka panjang dapat merusak organ dalam tubuh. Parahnya lagi, bisa menyebabkan kematian, seperti yang terjadi di Yogjakarta.
\"Meski di Surabaya belum ada korban jiwa, masyarakat tetap harus waspada. Karena jamu peredarannya sangat luas,\" ujarnya. Untuk menekan meluasnya peredaran jamu itu, BPOM bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota melakukan sosialisasi bahayanya bahan kimia obat kepada tokoh masyarakat.
Bukan hanya jamu pelangsing saja, jamu-jamu lainnya pun juga banyak yang dicampur bahan kimia obat. Seperti jamu pegel linu, obat kuat pria, dan jamu kencing manis. Sementara obat tradisional yang tidak mengandung bahan kimia berbahan dasar dari tumbuhan, hewan, dan mineral.
Jenis obat-obatan yang biasa digunakan sebagai campuaran, seperti fenil butason, antalgin, deklofenatsodium, peroxitan, paracetamol dan dexamitason untuk jamu encok, pegel linu dan reumatik. Jamu pelangsing tubuh dicampur dengan sibutramin hidroklorida, obat kuat pria biasa dicampur dengan sildenafil sitrat, jamu kencing manis dicampur dengan glibenklamit, dan jamu sesak napas dicampur dengan teofilin. \"Semuanya masuk dalam daftar obat keras, yang penggunaannya harus dengan resep dokter,\" tuturnya.
Efek sampingnya, di antaranya dapat menyebabkan pengeroposan tulang (osteoporosis), nyeri lambung, mual, kembung, gagal ginjal, hepatitis, sakit kepala, serta bagi perempuan menyebabkan gangguan haid.
Berdasar data BPOM, obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat, di antaranya, Xing Shi Jiu Cairan Obat, G\'Bucks kapsul, Asam Urat Flu Tulang kapsul, Lion Gold APA kapsul, Asam urat dan flu tulang Samlin Serbuk, masuk angin flu, pegal linu encok rematik serbuk, slimming untuk pria dan wanita kapsul, tradisional dan langsing Alami kapsul.
Obat tradisional yang mengandung bahan kimia memiliki ciri-ciri di antaranya kemasan obat terdapat nomor registrasi, namun nomor tersebut palsu atau tidak sesuai dan tidak terdaftar di BPOM. Produsen obat dan jamu berbahan kimia obat banyak dijumpai di daerah Cilacap, Banyuwangi, Malang dan sekitarnya.
Jamu \"Maut\"
Sementara, asal-usul sianida dalam jamu pelangsing yang menewaskan dua warga Imorejo, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta, masih terus diselidiki polisi. Dari hasil pemeriksaan cepat, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Yogyakarta, tidak menemukan kandungan sianida dalam serbuk dan kapsul jamu tersebut.
Saat ini, Kepolisian Resor Sleman masih memeriksa sejumlah saksi. Wakil Kepala Polres Sleman, Komisaris Polisi Dede Alamsyah mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui adanya unsur kesengajaan, pencampuran jamu racik dengan racun sianida. Dari pemeriksaan BB POM, jamu racik diperoleh dari seorang tabib di Desa Jagan, Kabupaten Magelang.
Sementara itu, tiga polisi yang sempat dirawat di rumah sakit setelah sempat menghirup bau jamu racikan tersebut saat ini sudah kembali bertugas. Dalam kasus ini, korban bernama Ana Suryaningsih tewas diduga setelah minum jamu pelangsing. Sedangkan tetangga korban, Setyo Aji Baskoro meninggal setelah mencium dan mencicipi jamu yang sudah diseduh.(wis/ck-54)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Dewan Minta Pemko Selektif Salurkan Bantuan Sosial
Sejumlah Rumah Tsunami Terbengkalai di Aceh Jaya
Jangan Ada Lagi Dikotomi GAM dan Pemerintah RI
Gubernur NAD Akan Tata Pulau Untuk Keutuhan NKRI
Anggota Dewan di Sumsel Diduga Banyak Gunakan Ijazah Aspal