Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 10 Februari 2010  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
STTD (SEKOLAH TINGGI TRASPOTASI DARAT ) GERAKAN MEMBANGUN KEMBALI BUDAYA MENDAHULUKAN KESELAMATAN
[Nusantara]

STTD (SEKOLAH TINGGI TRASPOTASI DARAT )
GERAKAN MEMBANGUN KEMBALI BUDAYA MENDAHULUKAN KESELAMATAN

Bekasi Pelita
Bertempat dilapangan upacara STTD Bekasi pukul 8,00 wib (2/4)dilaksanakan Upacara Pencanangan Gerakan Membangun kembali Budaya Mendahulukan Keselamatan dengan Inspektur Upacara Kepala Badan Diklat PHB Departemen Perhubungan Ir, Dedi Darmawan. Hadir dalam upacara Sekjen Dephub,Irjen Dephub,Dirjen Hubdat,Dirjen perkeretaapian Dephub, Perwakilan Orang Tua Taruna dan Sivitas akademika STTD Bekasi.
Dalam sambutannya Ir,Dedi Darmawan mengatakan bahwa, upacara pencanangan gerakan membangun kembali budaya mendahulukan keselamatan secara simbolis pelaksanaannya mengambil tempat di STTD Bekasi dan secara serentak dilaksanakan upacara di 18 (delapan belas) UPT lainnya dilingkungan Badan Diklat Perhubungan diseluruh Indonesia. Momentum “pencanangan gerakan membangun kembali budaya mendahulukan keselamatan” diharapkan dapat mengingatkan kembali kepada kita sekalian bahwa,keselamatan harus diutamakan dan kita tidak pernah mentolerir segala bentuk perbuatan yang mengabaikan keselamatan.
Tingkat accident dan incident dalam penyelenggaraan traspotasi nasional akhir-akhir ini menunjukan angka yang cenderung meningkat dan menimbulkaninconfidence masyarakat pengguna jasa transpotasi nasional. Hal tersebut tentunya tidak boleh berlarut-larut atau berkembang lebih buruk lagi, oleh karena segala cara kita lakukan untuk dapat mencegah terjadinya kecelakaan transpotasi, hal ini menjadi tanggung jawab Badan diklat perhubunganuntuk dapat menghasilkan SDM yang memiliki kopetensi,disiplin dan tanggung jawab yang tinggi, karena factor human error masih merupakan penyebab dominan dalam kecelakaan transpotasi di Indonesia.
Disadari bahwa, diklat merupakan garda terdepan dalam rangka pebentukan skill,knowledge and attitude para professional traspotasi dan memiliki sikap prilaku yang terpuji, berdisiplin tinggi dan memiliki moral tanggung jawab yang tinggin sebagai mana komitmen yang terkandung dalam 5 (lima)manusia perhubungan. Mulai hari ini akan memulai meningkatkan awareness kepada seluruh jajaran managemen Badan Diklat perhubungan ditingkat pusat maupun daerah, perguruan tinggi maupun balai diklat perhubungan yang ada untuk selalu menempatkan keselamatan menjadi hal yang utama dalam proses belajar mengajar dan kegiatan yang diselenggarakan didalam kampus.
Budaya mendahulukan keselamatan jajaran Diklat perhubungan tidak akan mentolerir segala bentuk indisipliner dan akan mengenakan sangsi yang tegas bagi pihak-pihak yang melanggar.Pihak yang bertanggungjawab atas perbuatan tersebut selain akan dikenakan sangsi berupa hukuman disiplin juga diproses secara hokum yang berlaku apabila terdapat dugaan terbukti terjadi pelanggaran hukum. Sesuai dengan semangat reform to safety culture seperti yang telah diamanatkan menteri perhubungan di berbagai kesempatan agar dari dalam kampus dan segenap komonitas Diklat yang berada dilingkunagn Diklat Perhubungan akan tumbuh budaya mendahulukan keselamatan sebagai way of life hal tersebut harus tercermin dari tindakan sehari-hari,jelas Ir, Dedi darmawan Ka Badan Diklat Perhubungan.(Ck61-Ck 63 )

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Empat Terdakwa Dituntut Bayar Pengganti
Proyek BTS Rugikan Para Konsumen
Jamu "Maut" di Sleman Masih Terus Diselidiki-Masyarakat Diimbau Waspadai Jamu Pelangsing
Dewan Minta Pemko Selektif Salurkan Bantuan Sosial
Sejumlah Rumah Tsunami Terbengkalai di Aceh Jaya