Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 23 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
TMII Semakin Matang di Usia 32 Tahun
[Hiburan]

TMII Semakin Matang di Usia 32 Tahun
-Sebagai Benteng Budaya Pemersatu Budaya-

APRIL 2007 ini, usia Taman Mini Indonesia Indah (TMII) genap 32 tahun. Dengan usianya yang semakin matang, apa saja yang telah dan akan dilakukan TMII ke depan? Untuk menjawab dan mengungkap masalah ini, berikut petikan wawancara Pelita dengan Wakil General Manager TMII, Widarso, belum lama ini.

Apa kesan Anda dengan ulang tahun TMII yang ke-32 ini?
Ya, seperti saudara ketahui, tanggal 20 April 2007, TMII genap berusia 32 tahun. Diusianya yang tidak muda ini, TMII telah terbukti dapat terus bertahan dikancah industri pariwisata Indonesia. TMII merupakan tempat melestarikan, memperkenalkan, dan menyimpan khasanah budaya Nusantara yang sangat banyak ragamnya serta langka.
Program-program TMII dapat dikategorikan menjadi beberapa genre, diantaranya pagelaran, pameran, festival/lomba, konsultasi, rekreasi, dan pendidikan. Beragamnya program ini ditunjang dengan luasnya sasaran yang dijangkau TMII. Semua lapisan masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di TMII untuk kepentingan mereka.
Untuk itu, apa tema HUT kali ini?
Tema HUT tahun ini adalah \"Pelihara dan Kembangkan TMII Sebagai Benteng Budaya Pemersatu Bangsa\". Ini sejalan dengan misi TMII yang selalu mengangkat dan menggali budaya Tanah-Air berupa tradisi-tradisi yang mulai dilupakan karena dianggap ketinggalan zaman.
Padahal dalam tradisi-tradisi tadi tersimpan nilai-nilai kearifan yang penting dan perlu diberi pemaknaan baru agar bangsa Indonesia tidak tenggelam dalam euforia modernisasi tanpa pijakan yang kuat. \"Kunjungi Taman Mini, Cintai Indonesia\" slogan yang diusung tahun ini menjadi relevan dan membutuhkan dukungan masyarakat dengan cara mengunjungi TMII.
Lepas dari soal tema dan kesan Anda, dimana puncak acara HUT diselenggarakan?
Puncak HUT TMII diselenggarakan di Sasono Langen Budoyo pada 20 April 2007. Pada acara bertema \"Mutiara Persada Nusantara: Eksotika Budaya Indonesia Timur\", TMII menampilkan kekayaan budaya kawasan Indonesia Timur.
Tiga khasanah budaya dari Sulawesi, Maluku, dan Papua digarap dalam bentuk pementasan selama 45 menit dan akan disaksikan oleh Mendagri bersama undangan lain.
Apa makna dan pesan yang ada dari penyajian khasanah budaya Indonesia Timur itu?
Jika saudara baca naskah Ilagaligo, disana terdapat kisah kepahlawanan samudera yang spektakuler dan kisah tersebut telah melahirkan ksatria bahari pencipta perahu phinisi yang sanggup mengarungi dunia.
Dikisahkan Saweri Gading, putra langit keturunan Batara Guru, melanggar larangan memasuki kamar rahasia yang berisi putri cantik bernama We Tenriabeng, yang ternyata adik kandungnya sendiri.
Saweri Gading jatuh cinta, namun ditolak dan disarankan mengawini putri China bernama I We Cudaiq yang lebih cantik terlihat dari ibu jari We Tenriabeng. Maka berangkatlah Saweri Gading dengan perahunya mengarungi rintangan tujuh samudera dan lima benua.
Akhirnya Saweri Gading dapat bertemu dengan putri China dimaksud. Kecantikannya memang luar biasa. Tubuhnya sintal dibalut sutera sepanjang 1.000 depa.
Saweri Gading pun berhasil menundukkan putri China I We Cudaiq dan dibawanya pulang ke Sulawesi. Kisah petualangannya melahirkan budaya bahari sembilan kelautan yang berkembang hingga kini di seluruh daerah Sulawesi.
Itu baru makna dan pesan dari kisah atau legenda masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel). Bagaimana dengan Maluku dan Papua?
Seperti yang saudara tahu, Negeri Seribu Pulau adalah sebutan untuk Maluku. Di sana tersimpan pula 1.000 pesona dari aneka adat dan istiadatnya yang terbingkai dalam filosofi Siwa Lima.
Siwa Lima adalah \"jati diri\" dalam budaya Maluku. Ditilik dari bahasa, siwa berarti sembilan dan lima/rima artinya lima. Makna filosofis kata ini dikenal di seluruh Maluku, walaupun dengan sebutan yang berbeda.
Di Maluku Utara dikenal Ulisiwa dan Uli Lima. Maluku Tengah menyebutnya Pata Siwa dan Pata Lima. Maluku Tenggara menggunakan kata Ur Siwa (Ursiw) dan Ur Lima (Urlim).
Dalam gerakan tari, unsur Siwa Lima terlihat dalam tari Gaba-gaba. Tari ini dibawakan oleh satu penari dan empat pemegang galah suta dan sembilan penari Cakalele. Iringannya adalah Tifa. Tari ini menggambarkan sikap pertahanan dari serangan musuh. Ditampilkan pula Tari Maku/Maru yang ditarikan oleh sembilan penari yang mengandung doa untuk keselamatan dan kesejahteraan.
Untuk Papua kita punya legenda lain. Di daerah Wawuti Rivoi, Yapen Timur terdapat Gunung Kambai Rama. Gunung itu tempat Dewa Iriwonawai berdiam. Ia mempunyai gendang gaib bernama Sokirei atau Soworoi.
Gendang itu bila ditabuh menghasilkan suara menggelegar yang mengundang masyarakat ingin menari dan berpesta. Hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki indera keenam dapat melihat wujud gendang Sokirei/Soworoi.
Wilayah kekuasaan Dewa Iriwonawai sangat luas dan banyak menghasilkan sagu, terutama di desa Arumpi. Sagu ini menjadi makanan pokok penduduk sekitar. Agar sagu tidak habis, maka penduduk dipindahkan ke pantai.
Tinggallah sepasang suami-istri, Irimiami dan Isoray. Mereka menemukan batu keramat yang dapat menghasilkan api. Dari batu keramat itulah \"Bahar Batu\" bermula hingga kini. Ajaibnya makanan, mulai dari binatang buruan kecil dan umbi-umbian dapat matang jika diletakkan di atas batu keramat itu.
Maka setiap bulan purnama, selama tiga hari tiga malam penduduk Kambai Rama mengadakan pesta di Batu Keramat Irimiami dan Isoray. Mereka sambil menari mengelilingi batu, diiringi musik gaib Sokirei menikmati hasil alam. Pesta itu bagaikan lukisan pesta surga yang dilakukan sampai terbit matahari pagi. Matahari Indonesia Timur.
Apa benar dalam ulang tahun ini diluncurkan logo baru TMII?
Itu benar. Ya, bersamaan dengan perayaan HUT ke-32 TMII ini, TMII juga meluncurkan logo barunya. Logo ini diharapkan lebih mendekatkan TMII dengan masyarakat dan menghilangkan kesan birokratis seperti pada penampilan logo lamanya.
Visualisasi logo baru ini terdiri dari empat huruf, yaitu TMII, yang merupakan singkatan dari Taman Mini \"Indonesia Indah\". Logo ini dibuat agar lebih mudah diingat. Secara keseluruhan logo baru ini mencerminkan semangat TMII untuk semakin maju dan mandiri.
Harapan kami atau pengelola TMII perayaan ini dapat sukses dan ditahun mendatang kita akan kembali merayakan hal yang sama dengan lebih baik lagi. Ya, itulah harapan kami. (arief turatno)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Dua Tradisi Bersanding
500 Kegiatan Meriahkan HUT ke-32 TMII
Mainan Yo-Yo Mengantarkan Rosgana Menembus Dunia dan Meraup Dolar
Terjun Langsung, Serem Juga
Meski Mejomblo, Shanty Bahagia