Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 19 Desember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Tidak Benar Ada Penyekapan
[Metropolitan]

Jakarta, Pelita



Pengacara Januar A Saputera, SH, mengatakan tidak benar ada penyekapan yang dilakukan pemilik panti pijat Intisari Sauna yang berlokasi di THR (Taman Hiburan Rakyat) Lokasari, kecamatan Taman Sari, Jakbar, terhadap karyawatinya bernama Imah.


Menurut Januar kepada wartawan, Rabu (29/10), karyawati yang bekerja ditempat usaha milik kliennya itu justru sengaja kabur meninggalkan pekerjaannya sebagai pemijat. "Jadi dia kabur bukan karena disekap, tapi dia memang sengaja kabur sendiri."


Diakuinya beberapa waktu lalu Imah sempat mau kabur. "Waktu itu dia mau kabur bersama seorang tamu laki-lakinya. Namun pada waktu itu dapat dicegah dan itu bukan berarti kita sekap," ucap Januar yang membantah barang-barang Imah seperti uang gaji, uang Rp5 juta dan sebuah hanphone miliknya ditahan perusahan.


Imah justru kabur meninggalkan barang-barangnya yang ada di mess. "Jadi bagaimana mungkin bisa disebut kita menahan barang-barangnya dia," ucapnya seraya menyebutkan soal pengakuan Imah ke Polres Jakbar bahwa Lies temannya juga disekap adalah tak benar.


Soalnya, kata Januar, jika perusahaan melakukan penyekapan tentu karyawan yang lain yang bukan bekerja sebagai pemijat pasti pasti akan berontak. "Sebab yang punya persoalan disini hanya dia sendiri. Sedangkan teman-temannya tidak masalah dan tetap bekerja seperti biasa dan mereka bebas keluar dari mess pada jam-jam yang sudah ditentukan."


Dia menilai tindakan Imah dengan melaporkan kasusnya itu ke Polres Jakbar seperti ada yang mengajarinya. "Mungkin bisa jadi pacarnya yang menyuruh," ucap Januar yang mengaku tidak bisa juga meraba apakah kejadian yang dialami kliennya itu berkaitan dengan persaingan usaha. "Pemikiran saya memang belum sampai kesana."


Dia menambahkan bahwa selama bulan puasa nanti tempat usaha milik kliennya Tini dan bukan Ricky seperti disebut-sebut selama ini akan tutup di dalam rangka mentaati ketentuan pemda DKI yang melarang sauna operasi.


"Jadi jika dibilang penyekapan Imah berkaitan dengan akan pulangnya dia selama bulan puasa itu tidak benar. Sebab jika kita operasi pada bulan puasa bisa-bisa didemo dan tempat kita disegel pemda," ujar Januar.


Disebutkannya juga sebelum kliennya Tini dilaporkan Imah ke Polres Jakbar pada hari Senin 28 Oktober 2002, justru Imah lebih dulu dilaporkan perusahaan ke Polsek Taman Sari pada hari Minggu 27 Oktober 2002 dengan LP Nopol 077/B/X/2002 karena pergi tanpa seizin perusahaan .(did)



 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


karena

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Abu Bakar Ba'asyir Perlu Istirahat, Pelaku Peledakan Bom di Bali Teridentifikasi
Yan Manurung, Calon Kuat Ketua Gapensi Kota Bogor
Pedagang Pasar Parung Demo, Tolak Pembangunan Hingga 2007
Soal Proyek "Balas Dendam" Mall dan Terminal Laladon Sekda Kabupaten Bogor Terkesan Menutup-nutupi
BANDAR JAKARTA