Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 20 September 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Antisipasi Calo Tanah Tol Antasari-Depok
[Metropolitan]

Antisipasi Calo Tanah Tol Antasari-Depok

Jakarta, Pelita
Untuk mengantisipasi munculnya calo tanah yang mengatasnamakan tim penyelesaian pembebasan lahan pembangunan jalan tol Depok-Antasari di Wilayah Jakarta Selatan. Warga di empat kelurahan yang terkena rencana pembangunan tersebut membentuk forum warga.
Keempat kelurahan yang terkena rencana pembangunan jalan tol Depok-Antasari yang pembangunannya direncanakan dimulai akhir 2007 tersebut meliputi Kelurahan Pondok Labu, Cilandak Barat, Cilandak Timur, dan Cipete Selatan.
Forum yang dibentuk nanti diharapkan akan mampu mengantisipasi munculnya para calo tanah yang mengaku sebagai tim penyelesaian pembebasan lahan pembangunan jalan tol Depok-Antasari yang dapat merugikan masyarakat.
Disamping itu warga di empat kelurahan tersebut juga berharap kepada tim yang dibentuk Pemkodya Jakarta Selatan untuk menangani pembebasan lahan tersebut tidak menjadi calo terselubung yang merugikan pemilik lahan.
Maryanto, salah satu warga Cilandak Barat yang lahannya terkena rencana pembangunan jalan tol Depok-Antasari mengatakan pembentukan forum warga sangat diperlukan guna mengantisipasi kerugian warga yang diakibatkan dari praktek pencaloan.
Kami sangat berharap kepada tim penanganan pembebasan dan pengukuran lahan pembangunan jalan Depok-Antasari tidak menjadi calo terselubung, kata Maryanto, Kamis (7/6) sembari mengatakan mendukung forum yang dibentuk warga untuk mengantisipasi munculnya para calo tanah.
Kepala Bagian Administrasi Wilayah (Adwil) Jakarta Selatan H Paryanto mengatakan rencana pembangunan jalan tol Depok-Antasari masih dalam tahap sosialisasi pematokan lahan yang dilakukan di empat kelurahan yang terkena rencana pembangunan jalan tersebut.
Dalam sosialisasi yang dilakukan, kata dia, pihaknya meminta warga yang lahannya terkena rencana pembangunan jalan tersebut langsung menyaksikan pematokan lahan. Saya minta warga yang lahannya terkena rencana pembangunan jalan tol dapat hadir menyaksikan pematokan lahan, katanya.
Setelah pematokan selesai, tambahnya, baru dilakukan pengukuran dan pembebasan lahan. Dalam proses pengukuran, pemilik lahan juga dilibatkan, dan kalau bisa jangan sampai diwakilkan, ujarnya.
Menanggapi kekhawatiran warga tersebut, Paryanto minta kepada warga agar waspada dan jangan sekali-kali berhubungan dengan calo karena dikhawatirkan uang yang akan diterima tidak sesuai dengan yang dibayarkan.
Pembangunan jalan tol Depok-Antasari sepanjang 22,8 kilo meter dan lebar 30 meter rencananya akan dibangun pada akhir 2007 menyerupai jalan tol By Pass Cawang-Priok. Jalan tol ini ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2009.(naz)


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
BPN Jakbar Tetap Layani Warga Meruya
Cagub-Cawagub DKI Bertarung di Detik-detik Terakhir
PKS Ragu Terhadap Calonnya?
Pemerintah Beri Insentif Penyedia BBM Non Subsidi
Lima Walikotamadya di Jakarta Dapat Piala Adipura