Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 16 September 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Tanjung Priok Ladang Bisnis Aneka Kerajinan dan Keramik Antik
[Metropolitan]

Tanjung Priok Ladang Bisnis Aneka Kerajinan dan Keramik Antik

WILAYAH Tanjung Priok sudah dikenal sejak dulu sebagai
basis ekonomi, terutama perdagangan barang-barang luar negeri
(impor). Barang dari kapal baik secara resmi maupun bawaan anak
buah kapal (ABK) turun dipelabuhan itu, dan jual bebas di Pasar
Ular.
Kecamatan Tanjung Priok Wilayah Jakarta Utara, memiliki
aktivis ekonomi yang sangat menonjol khususnya bidang jasa,
industri dan perdagangan. Secara geografis Kecamatan Tanjung
Priok terletak di pinggir utara Kotamadya Jakarta Utara.
Kecamatan Tanjung Priok terdiri dari 7 kelurahan, yakni
Kelurahan Sungai Bambu, Kebon Bawang, Warakas, Sunter Jaya,
Papanggo dan Sunter Agung.
Penduduk wilayah Kecamatan Tanjung Priok merupakan potensi
sumber daya manusia yang dimiliki wilayah tersebut, tetapi
pertumbuhan jumlah penduduk yang tak terkendali akan menjadi
salah satu masalah yang menghambat pembangunan. Oleh karena itu
diperlukan pengendalian jumlah penduduk dan jumlah pengangguran
yang semakin lama semakin meningkat.
Sementara itu, bidang ekonomi merupakan salah satu bidang
yang sangat penting dan menentukan perkembangan suatu wilayah,
perekonomian di Kecamatan Tanjung Priok bergerak pada bidang
jasa, industri dan perdagangan.
Camat Tanjung Priok H. Darwis M. Aji, SH menyatakan setelah
Jakarta Utara memperoleh Piala Adipura yang sudah lama ditunggu-
tunggu dirinya sebagai aparat merasa bangga setelah selama ini
bekerja keras mengupayakan lingkungan bersih. Kebersihan dan
Ketertiban akan terus kita pertahankan dan kita tingkatkan,
ujarnya.
Selain itu, upaya meningkatkan Kamtibmas dan memberantas
penyakit masyarakat bersama instansi terkait. Seperti masalah
peredaran Narkoba dan lain sebagainya.
Kawasan Tanjung Priok memiliki karakteristik tersendiri
dalam roda perekonomian di DKI Jakarta karena di wilayah ini ada
Pelabuhan. Karena itu aspek ketertiban, kenyamanan dan
keamanan terus kita upayakan dengan sebaik-baiknyam ujarnya.
Kreativitas masyarakat di wilayah ini juga patut dibanggakan
untuk menunjang perekonomian masyarakat, seperti di wilayah
Warakas misalnya. Didaerah ini, ada kerajinan Kembang Sabun dan
kembang kering.
Pasar Ular
Jika bertandang ke Jakarta, khususnya Jakarta Utara, rasanya
belum lengkap kalau tidak menginjakkan kaki ke Pasar Ular yang
sering disingkat dengan Paul untuk berbelanja.
Anda jangan membayangkan kalau namanya Pasar Ular, yang
dijual berhubungan dengan makhluk mengerikan tersebut. Tapi yang
dijual di Pasar Ular mulai dari pakaian, sepatu, jam tangan,
parfum, aksesoris, hingga barang barang kebutuhan rumah tangga
dan keramik.
Di Jakarta memang banyak tempat berbelanja barang
berkualitas dengan harga miring, seperti Mangga Dua, Pasar Senen
dan Blok M, yang lebih terkenal dibandingkan dengan Pasar Ular,
tetapi apa pun alasannya bagi sebagian orang yang gemar berburu
barang berkualitas dengan harga murah, kalau belum datang ke
Pasar Ular belum lengkap rasanya.
Pasar Ular Permai, Tanjung Priok dimulai dengan nama Pasar
Koja Lama. Pasar Koja Lama ini dahulu menempati sepetak lahan di
Pelabuhan Tanjung Priok yang sekarang menjadi Jakarta
International Container Terminal (JICT).
Pasar Koja Lama itu sudah ada mulai kira-kira tahun 1960-an.
Barang-barang yang dijual di Pasar Koja Lama , merupakan barang-
barang bekas anak buah kapal (ABK) dari kapal-kapal yang berlabuh
di Tanjung Priok. Para ABK sambil mencari hiburan ketika berlabuh
menjual barang-barangnya ke pedagang. Walaupun barang bekas,
barangnya asli luar negeri.
Uniknya lagi, antara pedagang di Pasar Koja Lama dan
pembelinya dibatasi dengan sebuah pagar. Pembeli harus
menyusupkan tangannya di sela-sela pagar untuk berbelanja. Begitu
juga dengan pedagang yang hendak menyerahkan dagangannya.
Sekitar awal tahun 1980-an para pedagang tersebut digusur
karena lokasi mereka akan dijadikan gudang peti kemas. Para
pedagang ini terpecah dua, ada yang menempati Pasar Ular Permai
dan ada juga yang menempati Pasar Ular Plumpang.
Pasar Ular Plumpang khusus untuk berdagang baju, celana,
gesper, sepatu hingga aksesoris seperti kacamata dan parfum.
Sedangkan Pasar Ular Permai, walaupun menjual barang-barang yang
sama tetapi memiliki kekhasan dengan menjual barang pecah belah
seperti alat-alat rumah tangga, kristal impor hingga barang
elektronik seperti mixer, dispenser, setrika hingga hair dryer.
Nama Pasar Ular tersebut sendiri karena jalan di lokasisnya
yang semula meliuk-liuk seperti ular. Tetapi ada juga yang
mengatakan, karena dahulu Pasar Ular bekas rawa-rawa sehingga
banyak ularnya. Tetapi versi pertama yang banyak beredar di
kalangan masyarakat.
Barang yang dijualnya aneka macam, seperti keramik dengan
harga murah yang dapat dijangkau. Ada kristal Jepang yang sesuai
dengan kantong masyarakat Indonesia. Kalau kristal Bohemian
harganya mahal dan jarang terjangkau masyarakat. (kim)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pengunjung Carrefour Berlarian Keluar Melihat Asap Tebal
Fauzi-Prijanto Janjikan Jakarta Lebih Sejahtera
Daftar Penduduk Potensial Pilkada Belum Tertib
Puluhan Ribu Massa Banjiri Monas
Pencairan Anggaran DKI 2007 Bertele-Tele