Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 29 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Manajemen HP2 Janji akan Lunasi Tunggakan Pajak
[Nusantara]

Manajemen HP2 Janji akan Lunasi Tunggakan Pajak


Bogor, Pelita
Manajemen Hotel Pangrango (HP)2, Bogor berjanji akan melunasi tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan meminta kebijaksanaan Pemkot Bogor agar membolehkan membayar pajak dengan cara mengangsur.
Mami bertekad untuk melunasi tunggakan PBB sampai akhir tahun ini dengan cara mengangsur. Kami akan mengirimkan surat kepada Kepala KP-PBB, Walikota Kota Bogor dan pimpinan DPRD Kota Bogor untuk meminta keringanan tersebut, kata General Manager Hotel Pangrango 2, Ibrahim Arsyad di Bogor, Kamis (14/6).
Diakuinya, sejak dibangun pada 1997, Hotel Pangrango 2 selalu membayar PBB, baru tahun 2006 menunggak. Ini terjadi akibat kondisi perekonomian yang lesu, sehingga beban manajemen hotel sangat berat.
Tingkat hunian rata-rata hotel bintang 3 yang memiliki fasilitas 97 kamar serta sejumlah fasilitas lainnya itu, menurut dia, tidak sampai 50 persen.
Dari omzet yang diperoleh, biaya operasional sudah tinggi dan masih ditambah dengan cicilan kredit terhadap bank.
Di sisi lain, banyaknya hotel di Kota Bogor menimbulkan persaingan sangat ketat.
Karena itu terhadap tunggakan PBB, kami meminta kebijaksanaan Pemkot Bogor untuk memberikan keringan dengan cara mengangsur, kata dia.
Menyikapi publikasi terhadap para penunggak pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kota Bogor, ia mengatakan, Pemkot Bogor kurang persuasif dalam melakukan kebijakan menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP), sehingga memberatkan wajib pajak.
Kami tidak tahu dasar penghitungan Pemkot Bogor dalam menaikkan NJOP. Dengan kondisi perekonomian saat ini, nilai NJOP yang dibebankan kepada kami terasa berat, kata Ibrahim tanpa bersedia menyebutkan nilai nominalnya.
Menurut Ibrahim, Hotel Pangrango 2 menunggak pajak baru setahun yakni tahun 2006, tapi dia enggan menyebutkan berapa nilai tunggakannya.
Sebelumnya, Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KP-PBB) mengumumkan, Hotel Pangrango 2 adalah salah satu dari 50 wajib pajak penunggak PBB dengan nilai nominal besar. Akumulasi tunggakan pajak dari para wajib pajak tersebut mencapai Rp44,72 miliar.
Kepala KP-PBB Kota Bogor, Elvis Y Siregar mengatakan, pihaknya telah melayangkan 183 surat tagihan pajak (STP) terhadap 183 wajib pajak di Kota Bogor, di antaranya 50 wajib pajak perusahaan dan perorangan. Untuk wajib pajak yang telah menunggak beberapa tahun, dilayangkan surat panggilan paksa.
Kita harapkan, para wajib pajak bisa melunasi tunggakannya sampai akhir Agustus. Jika telah dilakukan STP dan panggilan paksa, hasilnya masih sama, maka kemungkinan besar KP-PBB akan melayangkan surat sita tanah dan bangunan, katanya. (ant/sal)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
50 Persen Bantalan Rel KA Bogor-Sukabumi Rusak
Bupati Larang Rayakan UN Corat-coret Baju
PMI Indramayu Kirim Dua Relawan ke Belanda
Barisan Pemuda Demokrat
Dana Satu Rumah Agar Digunakan Tiga Rumah