Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 17 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Dengan Sentra Kegiatan Anak-Anak Bertemu para Guru
[Nusantara]

Dengan Sentra Kegiatan Anak-Anak Bertemu para Guru

Dengan penerangan dan penyuluhan yang disampaikan aparatur pemerintah serta pengalaman yang disaksikan, masyarakat Kecamatan Gantar, Kab Indramayu semakin menyadari bahwa anak-anak usia dini perlu dididik, dibina dan diarahkan.
Taman Kanak-Kanak sebagai salah satu lembaga pendidikan anak usia dini berfungsi untuk mengasah keterampilan anak-anak melalui tahap bermain agar mampu mengendalikan emosional sehingga mereka bisa mengenal watak orang lain dan lingkungan.
Dengan kemampuan seperti itu maka sewaktu menjadi murid sekolah dasar, anak yang telah mengikuti TK akan lebih cepat tanggap dalam menyerap pelajaran dari guru, dibanding teman-temannya yang tidak mengenyam pendidikan TK.
Masyarakat pada umumnya sudah memahami pentingnya pendidikan bagi anak usia dini sehingga kehadiran sekolah taman kanak-kanak disambut dengan antusias. Data di Cabang Dinas Pendidikan Gantar menunjukkan di wilayah ini terdapat 4 TK berlokasi di 3 dari 6 desa. Tiga desa lainnya sedang mempersiapkan agar dalam waktu dekat segera memilikinya.
\"Dalam pendirian suatu TK yang penting adalah adanya pihak-pihak yang memotori dan mempelopori penyelenggaraannya. Perlu adanya kemauan dari yang berkompeten seperti kuwu, pamong desa, tokoh masyarakat, dan para guru,\" kata Camat Gantar Wasga Cipto Wibowo SH, MSi.
Taman Kanak-Kanak di Gantar tersebut adalah TK Mutiara Bunda di Desa Mekarjaya, TK Ganda Mekar di blok Tanjungan II Desa Mekarjaya, TK Mutiara Hati Desa Situraja, serta TK Al-Hikmah di blok Pasir Muncang Desa Baleraja. Menurut petugas CD Diknas Sutijo, keempat TK itu setiap bulan selalu memberikan laporan tentang keadaan dan perkembangan sekolahnya.
TK Mutiara Bunda
Dilihat dari bangunan, tenaga pengajar, dan jumlah muridnya, dari keempat TK itu paling menonjol adalah TK Mutiara Bunda yang lokasinya berdampingan dengan kantor Balai Desa. Setiap hari kerja aktivitasnya dari jam 07.30 sampai 10.00, sewaktu-waktu hingga jam 11.00 WIB.
Taman Kanak-Kanak ini ditangani oleh 8 orang yaitu Harun, AM, Kepala Sekolah, Lia Maesaroh AM guru sentra persiapan, Choiriyah guru sentra Imtak, Rr Erni Kamsiasih guru sentra seni, Maryanah guru sentra Bahan Alam, Sri Wahyuni guru sentra balok, Imas Ani Rahayu bagian administrasi, dan Hasan Bahrudin.
Dalam mendidik anak-anak, TK ini menggunakan centra-centra kegiatan agar mereka tidak monoton bertemu dengan seorang guru saja, melainkan secara bergilir bertemu dengan beberapa guru tergantung centra yang sedang dilakukannya, jelas Lia Maeraroh. Ada centra persiapan untuk membaca, menulis dan berhitung, centra imtak untuk mempelajari agama, centra seni membimbing anak-anak belajar tari, nyanyi, dan berekspresi, centra bahan alam yang kegiatannya menggunakan bahan alam seperti tepung, tanah, pasir, dan warna, serta sentra balok melatih anak-anak menyusunnya.
Sewaktu berkunjung kesana, terlihat kesibukan anak-anak latihan berbagai sentra kegiatan untuk dipentaskan pada perpisahan tahun ajaran 2006/2007. Dalam sentra seni, selain menyanyi dan menari, mereka pun berlatih mementaskan sebuah drama terkenal cinderela, ada yang berperan sebagai pangeran, prajurit, cinderela, serta peran-peran lainnya. Dengan penuh keceriaan mereka bernyanyi sambil bergerak.
Sentra balok
Sedangkan dalam sentra balok, anak-anak bermain secara berkelompok. Bentuk balok bermacam-macam namun semuanya merupakan satu paket sehingga anak-anak bisa menyusunnya menjadi satu bangunan, rumah-rumahan, menara dan bentuk-bentuk lainnya.
Ketika anak-anak itu menyusun balok, kekuatan motoriknya bergerak karena berfikir mau dibuat apa balok-balok yang ada dihadapannya, serta bagaimana cara menyusunnya. Sewaktu menentukan bentuk susunan itu terjadilah dialog dan diskusi sesama anak, bersosialisasi dan bekerjasama. Dalam proses ini anak-anakpun secara langsung belajar bagaimana menggunakan bahasa yang baik supaya pendapatnya bisa difahami oleh teman-temannya.
Secara kognitif mereka bisa mengenal bentuk-bentuk balok, ada yang satu lingkaran dan ada pula yang setengah lingkaran, sehingga terasahlah analisis matematiknya seperti satu lingkaran itu sama dengan dua kali setengah lingkaran. Selain itu, anak-anak juga dilatih kesabaran dan ketelitiannya. Kurang sabar susunan yang direncanakan tidak akan terwujud, tanpa ketelitian susunan balok bisa roboh. Mereka dilatih menyusun balok dengan setepat-tepatnya agar susunannya menjadi kuat. Anak-anak juga dilatih kedisiplinannya sebab dalam bermain balok ada aturan-aturan yang harus ditaati, dan seusai bermain mereka wajib menyimpan kembali alat permainan itu ditempat semula dengan serapi-rapinya.
Pusat PAUD
Desa Mekarjaya termasuk desa terpencil, maka untuk mengembangkan pendidikan terhadap anak-anak usia dini, pemerintah daerah Kabupaten Indramayu mengusulkan agar di desa ini ada Taman Kanak-Kanak. Ketika usulan itu diterima, selain dibangun sekolahnya, dua calon guru hasil tes yaitu Harun dan Lia Maesaroh tahun 1999 disekolahkan Program D2 Guru TK di UPI Bandung dan lulus tahun 2002.
Tahun 2002 TK Mutiara Bunda berdiri, gurunya siap mengajar, gedung berdiri lengkap dengan meubeler, peralatan kantor, APE, serta berbagai alat mainan anak-anak seperti 2 buah ayunan, 2 buah perosotan, tangga majemuk, jungkitan, dan korsel. Semuanya merupakan seperangkat bantuan pemerintah karena TK Mutiara Bunda berfungsi sebagai salah satu dari 16 Pusat PAUD yang ada di Kabupaten Indramayu.
peningkatan kesejahteraan
Lima tahun sudah berlalu, perkembangan TK ini cukup bagus sebab semakin banyak para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke TK. Menurut Kepala Sekolah Harun AM, dari tahun ke tahun jumlah murid selalu berubah-ubah, tahun ini 96 orang terdiri dari anak laki-laki 53 dan anak perempuan 43. Namun demikian, kesejahteraan para pengelolanya masih memprihatinkan.
Dari delapan orang pengelola sekolah ini, 3 orang merupakan tenaga kontrak pusat, seorang tenaga kontrak Pemda, serta 4 orang lainnya adalah tenaga honorer yang penghasilannya dari pendapatan iuran anak-anak. Tetapi pada setiap bulan, dari iuran anak Rp 10.000 per orang, Rp3.000 digunakan untuk pembelian majalah anak-anak dan Rp 2.000 digunakan untuk makan bersama sekali sebulan.
Sisanya Rp 5.000 digunakan untuk operasional sekolah. Dari 96 anak terkumpul dana Rp 480.000 dipergunakan untuk operasional sekolah termasuk memberikan insentif kepada para pengelola dan tenaga honorer. Berapa besar insentifnya kita bisa membayangkan.
Taman Kanak-Kanak sebagai tempat pendidikan anak usia dini telah memperlihatkan perannnya dalam pembentukan keterampilan, kreativitas dan kecerdasan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, maka sudah sewajibnya kesejahteraan para pengelola Taman Kanak-Kanak pun mendapat perhatian yang optimal.
Ada dana operasional bulanan yang dikucurkan pemerintah, ada insentif yang memadai, dan bila perlu guru-gurunya diangkat menjadi pegawai negeri. (endin syafrudin).

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
DPR Tolak Ujian Nasional SD
Pipa Gas PT GDED di Banjarnegara Meledak
Diusut, Dugaan Penyimpangan Peremajaan Karte Tua di Jambi
Dikembangkan, Ikan Seluang Khas Sungai Barito Kalteng
Pasokan Listrik PLTP Dieng Akan Pulih Tiga Hari Lagi