Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 21 September 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
PD – PKS Jajaki Koalisi di Pilkada Bogor
[Hallo Bogor]

PD – PKS Jajaki Koalisi di Pilkada Bogor
Bogor, Pelita
Sejumlah partai politik di Kota Bogor sudah bersiap-siap menyambut pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2008 mendatang. Bahkan, Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah melakukan penjajakan untuk koalisi.
Bahkan, wacana koalisi partai tersebut semakin kencang pasca terpilihnya H Mulyatma sebagai Ketua DPC PD Kota Bogor. Dia dikabarkan akan maju di Pilkada Kota Bogor 2008 untuk menjadi Walikota Bogor menggantikan Diani Budiarto.
Terkait wacana koalisi tersebut, Sekretaris Fraksi PKS, Yusuf Dardiri, mengatakan bahwa PD Kota Bogor ketika Ketua DPC nya masih dijabat Usmar Hariman secara kelembagaan sudah membicarakan masalah koalisi.
Namun, diantara kedua partai tersebut belum final untuk posisi F-1 (Walikota) dan F-2 (Wakil Walikota) Tapi belum deal mengenai siapa yang jadi F1 atau F2 nya, ujar Yusuf.
Dia mengemukakan, setelah Usmar Hariman digantikan Mulyatma, PKS tetap akan melakukan penjajakan kerjasama yang nanti tujuannya akhirnya bisa menjadi sebuah koalisi.
Kemudian, apabila sudah masuk kedalam kata koalisi, menyamakan persepsi dan perjuangan dalam mengatasi semua permasalahan di Kota Bogor ini, harus sama terlebih dahulu., sebutnya.
Mnegenai posisi F1 dari PD juga, menurut Yusuf bukan persoalan. Sebab, daftar Tomwil PKS mengenai figur F1 dan F2 untuk Pilkada sudah diumumkan, walau pun bukan harga mati.
Yusuf memberi sedikit bocoran, apabila PD Kota Bogor sepakat dengan calon yang akan diusung oleh PKS, hal tersebut akan lebih menarik dan bisa berjalan lebih mulus.
Anggota F-Demokrat Kota Bogor, Adhi Dhaluputra terkait penjajakan koalisi PKS-PD, belum mau memberi komentar. Dia beralasan bahwa masalah mengusung figur dan koalisi dalam menghadapi Pilkada Kota Bogor nanti harus melalui keputusan partai dengan melaksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab).
Saya nanti akan mendesak kepengurusan yang baru agar ketika dilaksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PD Kota Bogor masalah seperti ini (Pilkada_Red) sudah bisa diputuskan. Yang jelas saya yakin PD akan mengambil peran di Pilkada Kota Bogor nanti, tegasnya.
PD Kota Bogor, lanjut Adhi, sebaiknya fokus juga terhadap wacana Ketua DPD PD Jabar, Rd Adjeng Ratna Suminar untuk menjadi Gubernur (D1) dalam Pilgub yang pelaksanaannya sebelum Pilkada di Kota Bogor.
Jadi tiga agenda penting dari DPC PD sekarang adalah, bentuk kepengurusan, Rakerda, dan Rakercab, pungkasnya. (ari)




 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Warga Batulayang Ajuan Kembali Perbaikan Jalan Desa
Penatausahaan Keuangan Pemkab Bogor Belum Tertib
1.588 Tenaga Honor Diusulkan Jadi CPNSD
1.588 Tenaga Honor Diusulkan Jadi CPNSD
Disdik Imbau Waspadai Oknum akan Kroscek BOS