Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 16 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
MUI Yogyakarta Siap Kembangkan Posdaya.
Laporan: ck-54

[Swadaya Mandiri]

DALAM acara Plengkung Gading TVRI Yogyakarta, Kamis (19/7) yang digelar Yayasan Damandiri berbeda dari biasanya. Kali ini menghadirkan Direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Iskandar Zulkarnaen MA, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Drs Toha Abdurohman dan Pelaksana Harian Kepala BKKBN Yogyakarta Ir Suripto.
Tidak ketinggalan puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta serta anggota kelompok koperasi dan ibu-ibu kelompok Posyandu Masjid Baiturohman Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.
Selain itu juga ada beberapa peninjau dari kementerian kesejahteraan dari China Mr Guan Zhenhua dan Mr Wang Dong Feng, serta dua utusan dari Pakistan yaitu Mr Mian Muazzazah dan Mr Maulana Abdul Khadir Razad dan dipandu dari Yayasan Damandiri yang mantan Menteri Koperasi Drs Subiyakto Cakra Werdaya.
Acara ini masih bertema \"Posdaya Berbasis Masjid\". Dengan semangat gotong royong, kelompok yang tergabung Posdaya, memberdayakan potensi masyarakat setempat. Perkembangan individu baik yang kaya atau miskin, seluruh lapisan masyarakat dan aspek kehidupan bersatu saling bahu membahu untuk mensejahterakan masyarakat lingkunganya.
Hal tersebut di atas sangat sesuai dengan program Majelis Ulama Indonesia Yogyakarta seperti yang dikemukakan oleh Ketua MUI, Toha Abdurohman, tentang pembinaan keluarga sakinah, program dakwah masjid, pembinaan ekonomi masyarakat yang akan dikembangkan di 6.000 masjid di seluruh Wilayah Yogyakarta. Selain itu juga akan disosialisasikan dalam pertemuan Majelis Ulama Indonesia Seluruh Jawa dan Lampung mulai tanggal 6,7 dan 8 bulan Agustus yang akan datang di Yogyakarta.
Menurut Toha Abdurohman bahwa program pemberdayaan ini akan dicoba dengan setiap masjid akan disiapkan 10-20 orang aktifis atau kader yang akan dimintakan pembelajarannya atau pelatihan dari Yayasan Damandiri serta BKKBN yang akan membantu dalam pemberdayaan di kesehatan dalam program-program keluarga yang terencana.
Memang perlu diakui pada awalnya masyarakat bingung seperti yang terjadi di Masjid Jamal, Semail, Sewon Bantul yang mempunyai jiwa 1.115 dengan lansia 300 orang, bahwa apa yang akan dikerjakan itu mengalami kebingungan. Namun dengan bimbingan pelatih kader masyarakat dikumpulkan baru kemudian diberi pengarahan dan pelatihan, jelas Takmir Masjid Jamal H Warsito.
Saat ini telah mempunyai usaha kelompok tani ikan lele dan sapi potong serta pemberian susu bagi lanjut usia dua kali dalam satu minggu, dan yang lebih menarik dan diacungi jempol dari Pakistan yaitu adanya gotong royong dari yang miskin dan kaya. Untuk yang kaya dan punya modal usaha dibantukan untuk kelompok posdaya, dan disinilah yang menjadi kesan betapa gotong royong dan kepedulian masyarakat segala aspek sangat diperlukan dalam pemberdayaan masyarakat.
Seperti yang disampaikan Mr Mian Muazzazah bahwa inilah yang diperlihatkan oleh Islam sebuah kepedulian, keindahan yang Rohmatil Alamin dan bukan kekerasan dan teroris yang selama ini jadi cap Islam sebagai Agama Teroris jelasnya.
Hal senada juga disampaikan delegasi dari Kementerian Kesejahteraan China Mr Wang Dong Feng dalam era globalisasi dahulu orang bilang bahwa carilah ilmu sampai ke negeri China, akan tetapi saat ini justru kami akan belajar dari Indonesia untuk diterapkan di negaranya, yang disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari hadirin.
Dijelaskannya selama in masjid hanya sebagai tempat sholat, padahal pada zaman dahulu kala seperti di Masjid Nabawi bahwa masjid merupakan tempat untuk menimba ilmu, ritual, ibadah amaliyah dan sosial, pusat informasi dan pengembangan Islam, serta sebagai pusat informasi dan konsultasi kesejahteraan dan sekaranglah akan dimulai manfaatnya secara luas.
Dalam dialog interaktif, Sekretaris Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaja, menegaskan pihaknya terus menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan Majelis Ulama Indonesia serta BKKBN agar pengurus masjid dan masyarakat setempat bisa mengembangkan kegiatan yang berdaya-guna dan berhasil-guna, yang secara sosial ekonomi bisa berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat dan mendukung kegiatan-kegiatan yang lain. (ck-54)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Persidangan Pasutri Ketua DPC PDIP , Ketua PDP Cianjur Mencuat dari Urusan RT Hingga Politik
MUI Kabupaten Cianjur Meminta Bupati tidak Memberikan Izin Pertunjukan Musik Dangdut
Andaikan Pemkab/Pemkot Seperti Pemkab Ciamis Program KB untuk Kesejahteraan Rakyat Cepat Terwujud
JEMBARANA BIKIN GEBRAKAN BARU
MEMOTONG RANTAI KEMISKINAN