Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 02 September 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Australia Bekerjasama Polri Berantas Perdagangan Manusia
[Nusantara]

Australia Bekerjasama Polri Berantas Perdagangan Manusia

Jakarta, Pelita
Pemerintah Australia melakukan kerjasama dengan Polri dalam upaya pemberantasan perdagangan manusia. Kerjasama itu resmi ditandatangani Senin (27/8) dan akan berlaku 5 tahun. Kerjasama yang dilakukan berbentuk pelatihan dan pemberian bantuan dana.
Indonesia yang diwakili Polri bekerjasama dengan Australia dalam suatu subsidiary agreement yang berkaitan dengan The Asia Regional Trafficking in person project atau ARTIP, kata Kabareskrim Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (27/8).
Menurut Bambang, saat sudah ada beberapa negara yang telah bergabung yakni Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Laos. Ini untuk meningkatkan kemampuan aparat penegak hukum dan perlindungan terhadap hak-hak korban, jelasnya.
Sementara itu Dubes Australia Bill Farmer dalam pernyataan tertulisnya menyatakan ARTIP telah diluncurkan pada Agustus 2006 dan pemerintahnya menyiapkan dana senilai 21 juta dolar Australia untuk memerangi perdagangan manusia di kawasan Asia.
Proyek ini memberikan bantuan berupa saran maupun teknis kepada para hakim, pembuat kebijakan, dan satuan tugas polisi di Indonesia, jelas Farmer.
Sementara itu perwakilan pemerintah Australia, Andrew mengatakan hal ini terkait dengan kebijakan dan strategi kewilayahan.
Sebagaimana diketahui setidaknya 800.000 manusia diperdagangkan di lintas batas internasional. Dan kemungkinan jumlahnya bisa lebih tinggi lagi, jelas Andrew.
Menurut dia, kebanyakan korbannya adalah perempuan dan anak-anak, bahkan kini pemuda dan anak laki-laki pun tidak luput dari masalah ini.
Perdagangan manusia sampai saat ini tetap menjadi salah satu kejahatan terhadap pelanggaran HAM. Dan Indonesia juga mengalami masalah perdagangan manusia yang signifikan, juga kita semua mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara asal transit dan tujuan bagi para korban perdagangan manusia, kata Andrew.(owy)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kaum Ibu Menolak Bantuan Kompor Gas Gratis
Mayoret Edna Falianny Terpilih Top Model SM Seruyan 2007
Kasus Tukar Guling WTC Belum Tuntas
Pejabat Pemilik Rumah Mewah Mulai Resah
Pembangunan TPA Leuwisisir Terancam Gagal