Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 19 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kelurahan Pondok Ranggon Penghasil Susu Sapi Pasturisasi
[Metropolitan]

Kelurahan Pondok Ranggon Penghasil Susu Sapi Pasturisasi
BERAWAL pada 1990 berbekal 180 ekor sapi berdiri sebuah home industri susu sapi perah di Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, tepatnya di RT 002/RW 02. Seiring berjalannya waktu home industri itu akhirnya berkembang pesat dan kini jumlah sapi mereka mencapai 800 ekor dengan jumlah peternak 25 orang.
Susu sapi perah yang dikenal dengan merk Pasturisasi pun kian berkembang. Sistem pemasaran produk dilakukan melalui koperasi, loper, konsumen langsung, dan sekolah-sekolah. Sedangkan banyaknya produk yang dihasilkan mencapai 4.000 sampai dengan 5.000 liter/hari. Nilai jual antara Rp2000 sampai dengan Rp4.000 tergantung jauh dekatnya jarak pemasaran.
Keberhasilan produksi sapi perahnya yang kini terus berkembang luas tidak lepas dari peran Ali Murtadho S. Sos, S. IP. Selaku Lurah Pondok Ranggon dia terus membimbing warganya untuk meningkatkan pendapatan dari susu sapi yang kini banyak diminati warga.
Namun ada sedikit kendala karena limbah kotoran sapi mulai mencemari lingkungan. Sebagai upaya mengatasinya kata Ali Murtadho telah dibangun pengelolaan air limbah dari pengusaha susu sapi.
Limbah cair yang disalurkan ke saluran air yang melewati areal warga tidak berbahaya terhadap kesehatan manusia maupun yang lainnya. Sebab pengelolaan limbah khususnya limbah padat, lebih dulu dikeringkan dan dapat dijual untuk dijadikan pupuk. Sedangkan untuk limbah cair diolah untuk dinetralisir dahulu, selanjutnya dialirkan menuju saluran pembuangan.
Kelurahan Pondok Ranggon yang memiliki luas wilayah 366.015 ha dengan pembagian 210,015 ha diperuntukkan bagi perumahan, 25 Ha bagi industri, 71 ha buat Fasum dan TPU (tempat pemakaman umum) yang luasnya mencapai 60 ha.
Harus diakui, meski berhasil dalam produk sapi perah namun masalah pembayaran PBB & SPRT warga di sana masih tergolong rendah. Selain itu siswa siswi dari pondok Ranggon sering terlambat karena sekolah jauh dari Pondok Ranggon karena di sana belum ada SLTA/SMU. Sebagai pemecahannya maka pihak kelurahan berharap Diknas DKI segera membangun SLTA di Kelurahan Pondok Ranggon.
Orang nomor satu di Kelurahan Pondok Rangon dikenal sangat akrab dengan warganya yang berjumlah 11.237 jiwa terdiri dari 5.892 jiwa laki-laki dan 5.365 perempuan. Untuk memperindah wilayahnya Ali Murtadho bahu membawu bersama warganya telah melakukan penghijauan sejumlah 1.630 pohon produktif, 1.550 pohon pelindung dan 4 lokasi hutan kota.
Penanganan terhadap anak jalanan tak luput dari pengamatan lurah yang satu ini. Bekerjasama dengan Yayasan Fisabililah, sebanyak 31 anak jalanan ditampung dan dididik diantaranya membuatan keset, sumbu, kompor, pengki, dan sari kelapa.
Berkat kegigihan Ali Murtadho dalam memimpin dan menciptakan lapangan kerja serta menjaga keindahan wilayahnya Kelurahan Pondok Ranggon terpilih sebagai Juara Pertama Lomba Desa/Kelurahan tingkat nasional beberapa waktu lalu.
Sebagai lurah yang berhasil mengangkat perekonomian rakyatnya sehingga menjadi juara betapa bahagianya Ali Murtadho ketika menerima Piala Adi Karya Abdi Praja yang diserahkan Menteri Dalam Negeri.
Harus diakui Kelurahan Pondok Ranggon memang pantas menjadi juara karena wilayah yang satu itu memiliki berbagai potensi dan prestasi yang dapat diandalkan.
Keberhasilan Kelurahan Pondok Ranggon mewakili Provinsi DKI Jakarta dalam lomba tersebut, menurut Murthado tidak lepas dari tingginya swadaya dan peran serta masyarakat dalam berbagai program pembangunan. Ini dapat dilihat dari besarnya dana swadaya masyarakat yang terkumpul pada tahun 2006 yaitu mencapai Rp 5,2 miliar, padahal pada tahun 2005 hanya Rp 1,8 miliar.
Untuk tahun 2007 ditargetkan dana swadaya masyarakat yang terkumpul mencapai Rp 9 milyar. Dana tersebut untuk membiayai berbagai program pembangunan di Kelurahan Pondok Ranggon, papar Murthado.
Kelurahan Pondok Ranggon menurut Murtadho juga berhasil menjadi wilayah bebas penyakit Demam Berdarah (DBD) dengan status hijau. ini berkat warganya yang aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), ungkapnya.
Menyangkut bidang perekonomian, menurut Murthado, Kelurahan Pondok Ranggon juga memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan khususnya di bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), seperti industri tahu, pemerahan susu, pembuatan mie dan bakso, pembuatan korek kuping, home industri bordir baju dan komposting. Potensi yang ada ini diharapkan dapat terus berkembang untuk semakin membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ujar putra Betawi itu.(cr7)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Polda Dalami PSK Internasional
Lusiana Bersama Anaknya Bunuh Diri
Tolak Berpoligami, Istri disiksa
Asap Mobil Pribadi Ngebul Bakal Ditilang
Sebagian Besar Gedung dan Bangunan Aset BUMN