Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 23 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kejaksaan Bidik Lagi Calon Tersangka Lain Proyek LIPI
[Politik dan Keamanan]

Kejaksaan Bidik Lagi Calon Tersangka Lain Proyek LIPI

Jakarta, Pelita
Setelah menjadikan pimpinan proyeknya sebagai terdakwa kasus
dugaan korupsi di dalam pengadaan tiga unit kendaraan bus di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), giliran Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan kini membidik calon tersangka lainnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Jaksel Hidayatullah ketika ditemui Pelita, belum lama ini membenarkan pihaknya melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan di LIPI tersebut yang dibiaya dari dana APBN tahun 2005.
Benar kami lanjutkan lagi penyidikannya untuk mencari calon tersangka lainnya karena tidak mungkin hanya satu orang melakukan perbuatan korupsi, kata Hidayatullah.
Sebelumnya, kata Kajari, pimpinan proyek pengadaan tiga unit kendaraan di LIPI yaitu Drs IS sudah dijadikan terdakwa dan dalam waktu dekat perkaranya yang sudah dilimpahkan ke pengadilan mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Saat ini kasusnya sudah kami mulai sidik lagi dengan fokus ke rekanan LIPI, kata dia. Proyek pengadaan tiga unit kendaraan bus untuk antar jemput di LIPI yang kini disidik kembali diduga telah merugikan keuangan negara.
Sesuai DIP (Daftar Isian Proyek) harga ketiga unit kendaraan bus yang dibiayai APBN 2005 disebutkan Rp2,5 miliar. Namun harga ketiga unit bus itu berdasarkan laporan yang diterima Kejaksaan Negeri tidak sebesar itu. (did)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Suryadarma: PPP Bebas Jalin Komunikasi Politik
Anggota DPR Ajukan Hak Interpelasi Kasus BLBI
PMII Dukung Interpelasi BLBI
PKB Pertanyakan Recall Empat Anggota FKB
KPK Cari Bukti Keterlibatan Pihak Lain