Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 07 September 2010  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
PM Kyrgystan Mengundurkan Diri
[Luar Negeri]

PM Kyrgystan Mengundurkan Diri

Bishkek, Pelita
Perdana Menteri (PM) Kyrgystan Almazbek Atambayev, Rabu (28/11) mengundurkan diri hanya beberapa minggu sebelum pemilihan parlemen yang dipercepat di negara Asia Tengah yang kacau itu.
Atambayev, seorang pemimpin oposisi yang moderat, bergabung dalam pemerintah Presiden Kurmanbek Bakiyev, Maret lalu pada puncak kemelut politik di Kyrgystan antara presiden dan gerakan oposisi yang keras.
Tidak jelas apakah pengunduran dirinya ada kaitannya dengan Pemilu 16 Desember di bekas Republik Soviet, yang menjadi tuan rumah pangkalan-pangkalan udara AS dan Rusia.
Presiden menyetujui pengunduran diri Atambayev hari ini, kata Nurlanbek Shakiyev, jurubicara Bakiyev.
Atambayev, 51 tahun mempelopori gelombang protes-protes anti Bakiyev tahun 2006 yang menyerukan pemimpin Kyrgystan itu mundur. Ia kemudian berubah arah membantu pemerintah Bakiyev tetapi tetap setia pada gerakan oposisi, kata para pendukungnya.
Pemilihan parlemen terbaru, awal tahun 2005, memicu aksi protes yang menggulingkan pemimpin yang lama memerintah Askar Akayev dan membawa Bakiyev dan timnya berkuasa.
Sejak itu, parlemen yang dikuasai para anggota era Akayev menjadi pusat ketidakstabilan politik di negara itu.
Kendatipun Kyrgystan tampaknya tenang menjelang Pemilu 16 Desember, Rusia dan negara-negara Barat mengawasi dengan seksama setiap tanda-tanda ketidakstabilan baru yang dapat merembet ke negara-negara tetangga di kawasan yang secara strategis penting Kyrgystan adalah sebuah negara pegunungan, yang tidak memiliki pelabuhan laut dan berbatasan dengan China, Kazakhstan, Uzbekistan dan Tajikistan.
Duabelas partai termasuk Partai Sosial-Demokrat yang pro Atambayev, ikut serta pada Pemilu 16 Desember. Atambayev tidak bisa dihubungi untuk diminta komentar mengenai apakah ia berencana akan memusatkan perhatiannya pada kegiatan-kegiatan partainya.
Pemerintah Kyrgystan secara teknis mengundurkan diri bulan lalu sejalan dengan satu konstitusi baru yang disetujui melalui referendum 21 Oktober. Parlemen menurut rencana akan mengusulkan satu sususan pemerintah baru atau mengukuhkan pemerintah yang sekarang setelah Pemilu.
Shakiyev mengatakan Wakil PM I Iskenderbek Aidaraliyev akan menjadi penjabat perdana menteri sampai waktu itu.(ant/rtr/be)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Suriah Syaratkan Israel Mundur dari Seluruh Wilayah Pendudukan
Musharraf Segera Cabut Keadaan Darurat
Pertemuan Annapolis, Hanya Momentum Foto Bersama Tanpa Substansi?
Pemimpin Kudeta Thai Seorang Miliuner
Polisi Rusia Tahan 150 Pengunjukrasa Anti-Putin