Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 07 September 2010  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Polisi: Permainan Video Berikan Dampak Buruk
[Luar Negeri]

Polisi: Permainan Video Berikan Dampak Buruk

Wellington, Pelita
Salah satu dari sekian banyak permainan video ada terdapat permainan yang menggambarkan sejumlah rangkaian adegan pembunuhan dan menurut salah seorang pemimpin polisi Selandia Baru, jenis permainan video tersebut telah membawa dampak buruk yaitu secara tak langsung meningkatkan kejahatan kekerasan pada kalangan anak muda, demikian dilaporkan hari Rabu (28/11).
Bill Harrison, perwira polisi yang mengepalai unit kekerasan pemuda mengatakan bahwa kenaikan angka rata-rata aksi kekerasan pemuda di seluruh bagian di negeri itu selama tiga tahun terakhir bertepatan dengan diperkenalkannya produk baru permainan video yang memperlihatkan adegan kekerasan, demikian harian the New Zealand Herald mengutip keterangan Harrison.
Harrison mengatakan hal itu dalam konferensi yang mengambil topik Remaja dan aksi kekerasan sambil menjelaskan pendapatnya itu dari hasil pengamatannya secara tidak sengaja ketika melihat putranya yang berusia 14 tahun sangat menikmati permainan video yang memperlihatkan para tokoh di permainan itu saling membunuh.
Hal itu telah membuat anak-anak remaja kita hilang kepekaannya bahwa terhadap aksi kekerasan dan menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah dan wajar, tanpa disadari permainan video tersebut telah menggeser norma-norma yang ada selama ini mengenai bagaimana menghadapi konflik yaitu dengan satu cara yaitu kekerasan.
Para peserta konferensi di beritahukan bahwa jumlah pemuda remaja Selandia Baru yang ditahan oleh polisi untuk semua bentuk pelanggaran menurun 17 persen antara tahun 1996 hingga 2006, namun jumlah mereka yang ditahan dengan alasan pelanggaran hukum berbentuk kejahatan aksi kekerasan meningkat 25 persen.(ant/dpa/be)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
PM Kyrgystan Mengundurkan Diri
Suriah Syaratkan Israel Mundur dari Seluruh Wilayah Pendudukan
Musharraf Segera Cabut Keadaan Darurat
Pertemuan Annapolis, Hanya Momentum Foto Bersama Tanpa Substansi?
Pemimpin Kudeta Thai Seorang Miliuner