Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 01 Agustus 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Pencapaian IPM Kab Bogor Dibawah Standar Jabar
[Hallo Bogor]

Pencapaian IPM Kab Bogor Dibawah Standar Jabar

Bogor, Pelita
Ketua Pembina Yayasan Saung Kadeudeuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ir H Setia Hidayat, mengatakan di wilayah Jawa Barat, Kabupaten Bogor merupakan satu dari 10 kabupaten yang tingkat pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dibawah standar Jawa Barat. Pada tahun 2005, IPM yang ditargetkan 75,05 hanya tercapai 70,05.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, jumlah SD terpencil sebanyak 1.741 unit dan MI 332 unit. Khusus di Bogor, terdapat 321 SD terpencil dan 67 MI. Sedangkan pencapaian IPM baru 68,99, jadi ini di bawah rata-rata IPM Provinsi Jawa Barat yaitu 70.05, kata Hidayat saat meresmikan rumah dinas guru SDN Leuwibatu 01, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Kamis (29/11/2007).
Karena itu, kata Hidayat, Yayasan Saung Kadeudeuh ikut berperan sebagai rowing di bidang sosial dengan memberikan motivasi dalam mempercepat pencapaian IPM tahun 2010 dengan nilai 80 sesuai dengan pengembangan visi dan misi Pemprov Jawa Barat. Bentuk dari partisipasi di bidang sosial tersebut, lanjut Hidayat, salah satunya dengan memberikan bantuan biaya program pembangunan rumah dinas kepala dan guru di SDN Leuwibatu 01, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut mantan Sekda Pemprov Jawa Barat ini menjelaskan, Yayasan Saung Kadeudeuh yang bergerak di bidang sosial meliputi perumahan dan pemberdayaan keluarga serta lingkungannya, merupakan satu dari empat yayasan yang didirikan Pemprov Jawa Barat. Karena itu, program pembangunan rumah dinas ini sangat strategis untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sesuai dengan visi dan misi Yayasan Saung Kadeudeuh yaitu bina rumah, bina usaha, dan bina lingkungan.
Apalagi, di desa guru selaku tokoh panutan agar menjadi teladan bagi siswa didik dan masyarakat umumnya. Saya minta epada Pemkab Bogor agar menindaklanjuti secara administratif peruntukannya, dan memonitor secara periodik agar rumah dinas ini tidak berubah fungsi, paparnya.
Program pembangunan rumah dinas guru SDN Leuwibatu 01, Kecamatan Rumpin senilai Rp 60 juta itu merupakan satu dari sekian banyak kegiatan yang telah dilaksanakan Yayasan Saung Kadeudeuh di Jawa Barat. Pada tahun 2005, Yayasan Saung Kadeudeuh juga telah bedah imah di Kecamatan Nanggung untuk keluarga kaum duafa.
Dalam peresmian rumah dinas guru tersebut dihadiri pengurus Yayasan Saung Kadeudeuh, Muspika Kecamatan Rumpin, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Drs Dedi Supriadi, MPd, tokoh masyarakat, ulama, dan pemuda Kecamatan Rumpin.
Tumbuhkan ketenangan
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Drs. Adang Suptandar, Ak, MM, menjelaskan dengan adanya fasilitas rumah dinas ini akan menumbuhkan ketenangan dan kenyamanan bagi para guru, sehingga termotivasi untuk lebih fokus dalam melaksanakan tugasnya. Terutama dalam mencerdaskan serta menguatkan mental dan spiritual peserta didik, khususnya di SDN
Leuwibatu 01.
Mantan Asisten Administrasi Pemkab Bogor ini mengungkapkan, strategi kebijakan nasional yang ditempuh dalam pembangunan pendidikan antara lain perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu.
Berdasarkan strategi kebijakan tersebut keberadaan tenaga pendidik menjadi prioritas seiring dengan perannya dalam mendorong proses belajar mengajar yang optimal dan berhasil guna, kata Suptandar saat membacakan sambutan Bupati Bogor, Agus Utara Effendi.
Meski demikian, kata Suptandar, dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik pemerintah memiliki keterbatasan, terutama ditengah tantangan pemerataan kesempatan belajar yang ditunjang dengan pengadaan sarana dan prasarana.
Karena itu, lanjut Suptandar, Pemkab Bogor menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Saung Kadeudeuh yang telah berupaya merefleksikan kepekaan dan kepedulian sosialnya melalui pembangunan permukiman guru SDN Leuwibatu 01 di Kecamatan Rumpin.
Dilain pihak bantuan ini memberikan gambaran bahwa pembangunan pada dasarnya bukan hanya merupakan tanggungjawab pemerintah, tapi tugas bersama seluruh komponen masyarakat,
tegasnya (don/ck-58)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Warga Sirnagalih Mengeluh di Depan Presiden SBY
Kajian F- KMI Jelang Pilkada Kota Bogor
DPRD Kab Bogor Minta Disnaker Intensifkan Job Fair
Sesalkan Banyak Artis Gunakan Narkoba
Ratusan PKL Citeureup Terkatung-katung