|
[Otonomi Daerah] Polri Buru Pelempar Granat Pendopo Bupati Bireun
Banda Aceh, Pelita
Tim khusus aparat kepolisian terus memburu pelaku pelemparan granat ke pendopo (rumah dinas) Bupati Kabupaten Bireuen, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Kita terus menyelidiki dan memburu para pelaku pelemparan bahan peledak di pendopo Bupati Bireuen, meski dalam kasus tersebut tidak ada korban jiwa, kata Kapolres Bireuen AKBP Saladin, yang dihubungi dari Banda Aceh, kemarin.
Ia menjelaskan, kasus pelemparan granat ke pendopo Bupati Bireuen itu terjadi sekitar pukul 22.20 WIB, Senin (10/12).
Kapolres menyebutkan, granat yang dilemparkan orang tak dikenal itu jatuh di taman dan mengenai pohon bambu samping kiri pendopo. Hanya ledakan keras, dan tidak merusak bangunan, tambahnya.
AKBP Saladin menyatakan pihaknya juga akan mengembangkan penyelidikan tentang jenis granat dan motif dari pelaku melakukan tindakan kriminal yang tujuannya diperkirakan mengacaukan suasana kondusif di Bireuen.
Saya berharap agar semua pihak dapat membantu tugas-tugas kepolisian dengan memberikan informasi tentang kasus tersebut, tambah Kapolres seperti dilansir Antara.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Timur, aksi kriminal bersenjata menembak mati Rusli Abdul Aziz ,39, Kepala Desa Alue Siwah Serdang, Kecamatan Banda Alam, sekitar pukul 02.00 WIB Senin (10/12) dini hari.
Kabid Humas Polda NAD Kombes (Pol) Jodi Hariyadi, membenarkan telah terjadi kekerasan bersanjata yang menyebabkan tewasnya perangkat desa di Aceh Timur yang dilakukan orang tak dikenal.
Polri telah dikerahkan untuk mencari para pelaku kriminal bersenjata yang membunuh Kades tersebut. Motif dari pembunuhan itu sedang dikembangkan, kata dia.
Sedang tidur
Korban ditembak pria tak dikenal saat berada di rumahnya. Korban sedang tidur lelap, namun tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu rumahnya, saat dibuka maka sejumlah pria bersenjata itu langsung melakukan penembakan.
Sebelum ini, Kepala Staf Kodam Iskandar Muda (IM) Brigjen TNI Efrizal Ramli mengatakan kesadaran masyarakat NAD untuk melaporkan setiap kali mengetahui lokasi penyimpanan atau ada orang menguasai senjata api secara ilegal diperlukan bagi pemberantasan kriminal di daerah itu.
Aparat keamanan (TNI/Polri) saja tidak mampu memberantas secara tuntas berbagai aksi kriminal bersenjata api yang dilakukan oknum tertentu akhir-akhir ini yang cenderung meningkat kalau tidak didukung oleh masyarakat, katanya.
Pernyataan itu disampaikan menyikapi masih seringnya terjadi aksi kriminal bersenjata api di wilayah Aceh, baik berupa perampokan maupun pengambilan paksa harta milik orang lain, termasuk aksi terhadap penumpang bis umum pada lintas Banda Aceh-Sumatera Utara (Sumut).
Dalam situasi seperti ini diperlukan adanya kesadaran dan keberanian masyarakat untuk melaporkan terhadap orang-orang yang tidak berhak menguasai atau menyimpan senjata api, katanya.
Akhir-akhir ini aksi kriminal bersenjata api sering terjadi di wilayah Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Utara dan Aceh Timur, sehingga perlu peningkatan peran masyarakat, terutama bagi mereka yang mengetahuinya, sedangkan nama dan alamat pelapor akan tetap dilindungi (dirahasiakan-Red).
Masyarakat tidak perlu takut, yakinlah, nama dan alamat para pelapor akan tetap dilindungi, katanya.
Selain melaporkan setiap orang yang memiliki senjata api atau mengetahui lokasi penyimpanan senjata api, ia juga mengharapkan kepada masyarakat yang selama ini menyimpan senjata api, termasuk yang ditemukan pascabencana tsunami diminta dikembalikan kepada aparat keamanan terdekat.
Jika mereka mengembalikan atas kesadaran sendiri tidak ada risiko (diproses secara hukum) akan tetapi jika terjaring razia aparat keamanan orang yang menyimpan atau menguasai senjata api secara ilegal akan ditindak tegas, katanya.
Jenderal berbintang satu itu mensinyalir, saat ini masih banyak senjata api ilegal yang beredar di tengah-tengah masyarakat Aceh, baik laras panjang maupun laras pendek, termasuk senjata api milik anggota TNI/Polri yang hilang pada saat bencana tsunami 26 Desember 2004.
Kita imbau masyarakat yang menemukan senjata api untuk segera menyerahakannya kepada pos aparat keamanan terdekat, demikian Kasdam IM Brigjen TNI Efrizal Ramli. (jon) |