|
[Nusantara] Sintren Sukra Wakili Indramayu pada Festival 2007
Indramayu, Pelita
Kesenian Sintren yang ada di Desa Bogor Kecamatan Sukra akan mewakili Kabupaten Indramayu dalam festival kesenian tradisional yang diadakan tanggal 18 Desember 2007 di kota Tegal Jawa Tengah.
Demikian dikemukakan pamong budaya Kecamatan Sukra Suwandi GS (52), Sabtu (15/12). Sintren merupakan kepanjangan dari sinyo dan tren. Sinyo adalah pemuda bangsa Belanda, sedangkan tren artinya latihan. Dalam kesenian tradisional Sintren dipentaskan bagaimana perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda.
Menurut Suwandi, seni ini lahir ketika mereka yang tidak punya sarana perang melakukan latihan gaya debus untuk melatih kekebalan badan para pejuang, kemudian dilukiskan pula taktik melawan dan melemahkan musuh yaitu ada bidadari yang menari untuk menggoda musuh, sehingga para sinyo yang menonton seni sintren itu tertidur pulas.
Untuk memantapkan pementasan seni tradisional Sintren pada festival itu, saat ini pembinaan terus dilakukan baik dari tingkat kecamatan maupun kabupaten. Hari Senin (17/12) ini merupakan latihan terakhir. Sintren yang ada di Sukra Wetan merupakan satu-satunya seni sintren yang ada di Kecamatan Sukra.
Pembinaan Kesenian
Menurut Suwandi, selain Sintren kesenian yang aktif dan mendapat pembinaan dari pamong budaya saat ini ada 13 group meliputi Singa Depok lima group dan organ tunggal 8 group. Singa Dpok terdapat di desa Sumur Adem (4) dan Desa Sukra (1), sedangkan organ tunggal terdapat di Sumur Adem (2), Bogor (4), Sukra (2), dan Sukra Wetan sebuah.
Sedangkan kesenian yang sedang pasif tidak ada perkembangan adalah seni gitar dan suling (Tarling). Masyarakat ingin yang praktis sehingga yang banyak diundang untuk menghibur adalah organ tunggal, sedangkan seni tarling harus mampu merenovasi diri agar lebih diminati lagi, katanya.
Dijelaskan dalam pembinaan kesenian, pamong budaya mengarahkan supaya dalam pementasan seni tidak ada porno aksi yaitu gerakan-gerakan seni yang bisa membangkitkan birahi. Ini disebabkan seorang seniman dalam melaksanakan kegiatannya didasari tiga prinsip sebagaimana tertuang dalam Tri Smara Bhakti Seniman yang menjelaskan tiga fungsi seniman sebagai pendidik, juru penerang, dan juru penghibur.
Dalam menjalankan fungsi sebagai juru penerang maka para seniman dalam pementasan kesenian tidak hanya menyampaikan hal-hal yang bersifat hiburan semata-mata tetapi juga ikut menjelaskan program-program pemerintah.
Dari Penilik Kebudayaan
Menurut Suwandi, tugas sebagai pamong budaya kecamatan Sukra dijabatnya sejak 2004, sedangkan sebelumnya ia adalah penilik kebudayaan. Setelah Depdibud berubah menjadi Depdiknas, penilik kebudayaan yang ada di kecamatan terlepas dari Dinas Pendidikan. Berdasarkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu, para penilik kebudayaan itu berubah nama menjadi \'pamong budaya\' dibawah Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu. Tugas pamong budaya adalah mengadakan pembinaan, pengembangan dan pengayaan terhadap bidang bahasa sastra aksara daerah, museum purbakala, kesenian, sejarah dan nilai tradisional (Jarahnitra) serta pembinaan terhadap Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK), kata Suwandi. (ck-001) |