Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 07 September 2010  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Sintren Sukra Wakili Indramayu pada Festival 2007
[Nusantara]

Sintren Sukra Wakili Indramayu pada Festival 2007

Indramayu, Pelita
Kesenian Sintren yang ada di Desa Bogor Kecamatan Sukra akan mewakili Kabupaten Indramayu dalam festival kesenian tradisional yang diadakan tanggal 18 Desember 2007 di kota Tegal Jawa Tengah.
Demikian dikemukakan pamong budaya Kecamatan Sukra Suwandi GS (52), Sabtu (15/12). Sintren merupakan kepanjangan dari sinyo dan tren. Sinyo adalah pemuda bangsa Belanda, sedangkan tren artinya latihan. Dalam kesenian tradisional Sintren dipentaskan bagaimana perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda.
Menurut Suwandi, seni ini lahir ketika mereka yang tidak punya sarana perang melakukan latihan gaya debus untuk melatih kekebalan badan para pejuang, kemudian dilukiskan pula taktik melawan dan melemahkan musuh yaitu ada bidadari yang menari untuk menggoda musuh, sehingga para sinyo yang menonton seni sintren itu tertidur pulas.
Untuk memantapkan pementasan seni tradisional Sintren pada festival itu, saat ini pembinaan terus dilakukan baik dari tingkat kecamatan maupun kabupaten. Hari Senin (17/12) ini merupakan latihan terakhir. Sintren yang ada di Sukra Wetan merupakan satu-satunya seni sintren yang ada di Kecamatan Sukra.
Pembinaan Kesenian
Menurut Suwandi, selain Sintren kesenian yang aktif dan mendapat pembinaan dari pamong budaya saat ini ada 13 group meliputi Singa Depok lima group dan organ tunggal 8 group. Singa Dpok terdapat di desa Sumur Adem (4) dan Desa Sukra (1), sedangkan organ tunggal terdapat di Sumur Adem (2), Bogor (4), Sukra (2), dan Sukra Wetan sebuah.
Sedangkan kesenian yang sedang pasif tidak ada perkembangan adalah seni gitar dan suling (Tarling). Masyarakat ingin yang praktis sehingga yang banyak diundang untuk menghibur adalah organ tunggal, sedangkan seni tarling harus mampu merenovasi diri agar lebih diminati lagi, katanya.
Dijelaskan dalam pembinaan kesenian, pamong budaya mengarahkan supaya dalam pementasan seni tidak ada porno aksi yaitu gerakan-gerakan seni yang bisa membangkitkan birahi. Ini disebabkan seorang seniman dalam melaksanakan kegiatannya didasari tiga prinsip sebagaimana tertuang dalam Tri Smara Bhakti Seniman yang menjelaskan tiga fungsi seniman sebagai pendidik, juru penerang, dan juru penghibur.
Dalam menjalankan fungsi sebagai juru penerang maka para seniman dalam pementasan kesenian tidak hanya menyampaikan hal-hal yang bersifat hiburan semata-mata tetapi juga ikut menjelaskan program-program pemerintah.
Dari Penilik Kebudayaan
Menurut Suwandi, tugas sebagai pamong budaya kecamatan Sukra dijabatnya sejak 2004, sedangkan sebelumnya ia adalah penilik kebudayaan. Setelah Depdibud berubah menjadi Depdiknas, penilik kebudayaan yang ada di kecamatan terlepas dari Dinas Pendidikan. Berdasarkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu, para penilik kebudayaan itu berubah nama menjadi \'pamong budaya\' dibawah Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu. Tugas pamong budaya adalah mengadakan pembinaan, pengembangan dan pengayaan terhadap bidang bahasa sastra aksara daerah, museum purbakala, kesenian, sejarah dan nilai tradisional (Jarahnitra) serta pembinaan terhadap Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK), kata Suwandi. (ck-001)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kandepag Barut Peringati HAB ke-62
Soal Reproduksi Dulu Tabu Kini Perlu Diketahui Remaja
Kota Palangkaraya Raih Tiga Penghargaan dari Presiden RI
Pantai Pabean Ilir Ditanami 250.000 Bibit Bakau
Yayasan BB NTB Lakukan Pertemuan Mendadak Terkait KF 2007