Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 01 September 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kabah Menjadi Magnet Umat Manusia
[Agama dan Pendidikan]

Pengalaman Menunaikan Haji

H Rustandi, SPdi:
Kabah Menjadi Magnet Umat Manusia

SETIAP mendengarkan bacaan talbiyah hati Pak Rustandi begitu ia biasa dipanggil, bergetar. Tak terasa airmata meleleh dengan bacaan yang menyebut dan memuji asma Allah berulang-ulang.
Setiap bacaan talbiyah dilafadzkan, tak terasa airmata ini meleleh. Masya-Allah, itu saya alami ketika setiap menghadiri acara ratiban atau walimatussafar, kata H Rustandi, SPdi, guru di SMA Mandalahayu Bekasi ini.
Itulah kesan yang dialami sebelum menunaikan ibadah haji ke Tanah-Suci. Menunaikan ibadah haji merupakan keinginan yang terus menggebu-gebu di dalam benaknya. Dan di dalam hatinya, selalu bertanya kepada dirinya, kapan bisa pergi haji. Tapi ia merasa yakin, pada saatnya nantinya akan diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Pak Rustandi, ang sehari-harinya sebagai guru, juga menjadi juru dakwah. Ia sering diminta ceramah dan khotib Jumat di sejumlah masjid di Bekasi, termasuk sering diminta ceramah di tempat orang yang akan pergi haji.
Jadi meski saya belum pergi haji, sering diminta ceramah dalam acara walimatussafar, ujar Rustandi mengenang.
Dalam benaknya selalu bertanya-tanya, Saya itu kan belum pergi haji, kok diminta untuk memberikan ceramah soal bagaimana menunaikan ibadah haji yang baik. Selain kita sampaikan bagaimana haji sesuai ajaran Islam, juga selalu saya sampaikan tentang pengalaman orang lain ketika berhaji. Sehingga saat ceramah saya sampaikan, kata orang yang sudah pergi haji karena ketika itu saya belum pergi haji, ujar Rustandi.
Niat untuk pergi haji terpatri dalam hatinya. Tak kurang dari tiga tahun berdoa untuk bisa pergi haji. Alhamdulillah akhirnya bisa pergi haji dengan gratis karena ada orang yang memberikan dana untuk pergi haji, ujar Rustandi.
Ia menceritakan, suatu ketika ia diminta ceramah dalam acara orang yang baru pulang haji dan membuka perusahaan baru. Saat itu ia menceritakan kalau dirinya belum bisa pergi haji, namun selalu diminta untuk memberikan ceramah dalam acara ratiban atau walimatussafar.
Lalu saat itu, para jamaah mendoakan agar bisa menunaikan ibadah haji. Saya masih ingat betul itu. Nah, setahun kemudian alhamdulillah bisa pergi haji dengan gratis karena ada orang yang menanggung biayanya, ujarnya.
Haji Rustandi bisa menunaikan haji tahun 2005. Ketika sampai di Makkah Al-Mukarramah, tepatnya di pelataran Masjidil Haram ia merasakan bagaimana keagungan Allah SWT dengan Ka\'bah yang ada di hadapannya. Ribuan orang thawaf mengelilili Kabah. Kabah menjadi magnet, jutaan orang mengelilingi Ka\'bah dan selama 24 jam/hari orang thawaf tidak pernah henti, ujarnya. Ketika dirinya menginjakkan kakinya di Masjidil Haram dalam benaknya percaya tak percaya. Masya-Allah, kok aku bisa pergi saat ini, masya-Allah, ujarnya.
Banyak kesan yang dirasakan pak Rustandi, ketika berada di Raudlah, ia bisa berdoa kepada Allah bersama jamaah lainnya. Suatu kebanggaan bisa berdoa dengan khusyu di tempat itu karena banyak jamaah yang bermaksud berdoa di tempat itu. Selain itu, kesan yang dirasakannya saat mengambil ihram di Bir Ali. Tempat itu kan dilalui Rasulllah SAW saat hijrah, sehingga kita bisa membayangkan bagaimana beratnya dakwah Rasulullah di gurun pasir itu, ujarnya.
Sehingga kalau berfikir contoh-contoh atau keteladanan dari Rasulullah menjadi bekal yang sangat berharga untuk bekal berdakwah. Inilah di antara kesan yang kita rasakan, ujarnya.
Ada cerita menarik yang dialami Pak Rustandi. Ketika menunaikan ibadah haji ia selalu berusaha minunm air Zam-zam. Ia sudah mendengar dan sering memberikan ceramah tentang manfaat air Zam-zam. Karena itu, ketika menunaikan haji air Zam-zam menjadi perhatiannya. Ia setiap harinya selalu minum air Zam-zam, tidak yang lain. Alhamdulillah keagungan air Zam-zam itu luar biasa, ujarnya.(norhakim)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kendaraan Dilarang Masuk Kawasan Monas
Sebanyak 18 Bangunan Dibongkar Paksa Petugas P2B Jaksel
Kejadian Positif dan Negatif Menunjukkan Kebesaran Allah
Pemulangan Jamaah Haji Belum Bisa Sesuai Jadwal
Puluhan Ruas Jalan di Ibukota Rawan Kecelakaan