Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 23 Juli 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Situs Porno, Pornografi, dan Bisnis Maksiyat
[Opini]

Situs Porno, Pornografi, dan Bisnis Maksiyat

KH Mamur Noor
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PPP


Edi, bukan nama sebenarnya, anak SD kelas lima, di sebuah desa di pelosok Kabupaten Cirebon, belum lama ini ditangkap karena memperkosa teman sekelasnya. Begitu pula, Tono, anak SMP di sebuah pelosok desa di Kabupaten Tegal dia ditangkap penduduk desa karena membunuh teman sepermainannya. Ketika ditanya polisi, kenapa mereka berbuat demikian (masing-masing memperkosa dan membunuh temannya), jawabnya cukup sederhana: ingin meniru gaya gambar-gambar porno dan sadisme di film lewat internet. Lalu, salahkah mereka, anak-anak yang mau menirukan gambar-gambar pornografi dan sadisme yang dilihatnya di internet tersebut?

Jawabnya, amat panjang karena menyangkut masalah psikologis anak dan lingkungan sekitarnya. Banyaknya warnet di sekitar kita telah menjadikannya sebagai tempat untuk mencari hiburan, pelepas lelah, belajar, dan mencari teman di seluruh dunia. Melalui internet, semua pelosok dunia dapat dijelajahi dan masyarakat mengakses informasi apa pun secara tak terbatas. Kini, setelah internet sudah terintegrasi dengan handphone (hp), maka nyaris dunia apa pun sudah berada di genggaman dan saku celana manusia. Orang bisa mengakses apa pun, termasuk film porno, melalui handphonnet.

Melihat kondisi seperti itu, siapa yang patut disalahkan? Internet-nya atau orangnya? Jelas orangnya. Internet sendiri sebagai sebuah instrumen teknologi informasi bersifat netral. Tergatung, siapa yang memakainya. Bila yang memakainya untuk kepentingan positif seperti mencari ilmu pengetahuan atau belajar, maka positiflah internet tersebut. Tapi jika dipakai untuk mengakses film-film porn, negatiflah internet. Nah, persoalannya memang tergantung pada kita. Tapi, bila melihat kondisi anak-anak bahkan pemuda dan orang dewasa yang belum matang -- maka seringkali internet tersebut disalahgunakan. Dampaknya, banyak orang yang mencari hiburan dan terpengaruh film porno di situs-situs berlabel XXX di internet.

Situs Porno

Situs porno di dunia cyber (internet) tampaknya makin mengkhawatirkan. Kemajuan teknologi informatika yang luar biasa pesat, menjadikan pornografi sebagai ancaman moral paling dekat dengan rumah kita. Dengan teknologi informatika, gambar dan film porno kini bisa berada di kantong-kantong celana anak-anak dan remaja melalui handphone (HP) yang digenggamnya. Banyak orang tua, baik di kota maupun kampung, kini mulai was-was terhadap perkembangan jiwa anak-anaknya akibat makin bebasnya informasi dan penyebaran pornografi.

Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 40 juta komputer. Komputer yang terkoneksi dengan internet, sudah mencapai lebih dari 20 juta. Dengan hadirnya warung internet (warnet) dan on-line-nya komputer di hampir setiap kantor pemerintah, terutama di kota-kota besar, menjadikan akses ke situs-situs porno secara potensial makin besar. Dampaknya, penyebaran foto dan film porno amat banyak di dunia cyber. Interkoneksi komputer dan HP karena kehadiran internet menambah maraknya penyebaran pornografi tersebut.

Sampai pertengahan tahun 2007 saja, misalnya, pemakai HP di Indonesia sudah mencapai lebih dari 34 juta. Dari jumlah itu, sepertiganya adalah HP keluaran baru dengan kelengkapan multimedia, kamera, musik, dan fasilitas perekaman video. Pada saat yang bersamaan, fasilitas 3 G menjadi fenomena baru dalam dunia per-HP-an. Kelompok user HP 3G ini bisa mengakses berbagai macam layanan dn konten yang disediakan provider (internet). Dampaknya, dunia makin sempit karena komunikasi tatap muka tidak lagi terkendala dengan ruang dan waktu. Setiap user 3G bisa berbicara dengan tatap muka kepada lawan bicaranya, seakan dia saling berhadap-hadapan begitu dekat, meski sesungguhnya mereka (dua orang yang sedang komunikasi tadi) berada dalam rentang jarak ribuan kilometer.

Sayangnya, berbagai kemudahan teknologi informasi yang sesungguhnya amat baik untuk perkembangan dan kemajuan silaturahmi sesama manusia di dunia tersebut, kini banyak sekali diselewengkan. Di internet, di samping ada situs-situs ilmu pengetahuan dan bimbingan agama yang baik, tapi juga terdapat situs-situs pornografi yang luar biasa banyaknya. Sampai tahun 2005 saja, misalnya, dari penelusuran search engine Altavista, sedikitnya tercatat lebih dari 4,5 juta situs dan video porno di internet. Mungkin, sekarang jumlahnya sudah berkali-kali lipat. Soalnya, menurut catatan Sony Set, penulis buku 500 Gelombang Video Porno Indonesia perkembangan situs dan video porno di dunia luar biasa besar, 10 kali lipat tiap tahun. Jadi, jika pada tahun 2005 sudah ada 4,5 juta situs dan video porn, sekarang jumlahnya sudah bisa mencapai 100 jutaan. Mengerikan.

Fenomena itulah yang sangat mengkhawatirkan kita. Saat ini, misalnya, foto-foto dan video anak-anak muda yang sedang bermesraan dengan lawan jenis dengan mudah beredar dari komputer ke komputer dan dari HP ke HP. Keduanya saling berinteraksi karena mudahnya akses distribusi secara cybernetic melalui internet. Kita masih ingat bagaimana video Bandung Lautan Asmara Tahun 2001 sempat menghebohkan masyarakat Indonesia. Setelah kasus Bandung Lautan Asmara, lalu muncul video-video mesum lainnya seperti video asmara antara bupati dan wakil bupati di suatu daerah di Jawa Tengah, video mesum antara dua orang PNS di Jawa Timur, dan terakhir video mesum antara anggota DPR dan seorang penyanyi dangdut. Dan masih banyak lagi video-video mesum yang lain yang bisa diakses di internet.

Mengapa perkembangan situs dan video pornografi demikian pesat jauh lebih pesat ketimbang perkembangan situs iptek? Rupanya, perkembangan situs dan video mesum ini terkait dengan bisnis yang sangat besar. Berbagai macam materi gambar, film, dan suara yang dihasilkan oleh industri pornografi kini telah dikonversi menjadi file-file data yang dapat dikirim melalui internet. Dengan hadirnya bandwith yang besar dan makin cepatnya internet, siapa pun bisa men-download dengan mudah setiap file porno tersebut. Setiap download ada nilai rupiah atau dolarnya. Jika setiap hari ada sekian juta orang yang men-download situs-situs porno tersebut di seluruh dunia, maka bisa dihitung berapa nilai transaksi bisnis pornografi melalui internet tadi.

Dari catatan statistik yang pernah ditulis Sony Set, misalnya, diketahui Negeri Cina menempati urutan tertinggi dalam bisnis pornografi, yaitu mencapai 27 milyar dolar setahun, setara dengan Rp 250 Triliun. Beberapa negara Asia seperti Jepang, Hongkong, Filipina, dan Thailand juga mencatat pendapatan lebih dari satu milyar dolar AS pertahun dari bisnis porno di internet ini. Di selurruh dunia, tiap tahun terjadi transaksi bisnis porno via internet sekitar 100 milyar dolar AS. Luar biasa bukan?

Belum ada data berapa besar nilai bisnis porno via internet di Indonesia. Dengan jumlah penduduk 220 juta, di mana sepertiganya sudah bisa mengakses internet, sangat mungkin perputaran uang di bisnis ini besar sekali. Sayang, belum ada data yang pasti. Namun satu hal, pengaruh pornografi di internet kini sudah makin mengkhawatirkan.

Di berbagai daerah, banyak terjadi perkosaan kepada anak-anak kecil yang penyebabnya terpicu oleh videoporno (XXX) di internet. Ratusan kasus semacam itu muncul di berbagai wilayah Indonesia. Dan yang dirugikan adalah kaum perempuan. Kaum hawa ini banyak sekali dieksploitasi auratnya untuk kepentingan bisnis pornografi tersebut.

Dari perspektif itulah, kita setuju dengan pemblokiran situs-situs pornografi di Indonesia. Memang tidak mudah memblokir situs-situs porno di internet karena jumlahnya yang demikian banyak. Apalagi, dengan banyaknya HP yang kini bisa saling mengrim foto-foto atau video-video porno, sehingga para peminat dan konsumen pornografi masih tetap bisa menerima materi-materi gambar dan video porno tersebut. Namun dengan usaha keras, pengawasan terpadu pemerintah, masyarakat, dan para provider terhadap situs-situs porno di samping partisipasi keluarga dalam mengawasi putra-putrinya untuk tidak mengakses situs-situs porno, mudah-mudahan niat pemerintah tersebut di atas akan berhasil.

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Nabi Muhammad SAW dan Kepemimpinan Kaum Muda
Menyorot Perdagangan Perempuan
Melawan Kekerasan pada Perempuan
Mengenang Bung Hatta dan Percikan Pemikirannya
Madu dan Racun Untuk Kepala Sekolah