Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 25 Juli 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Limbah RS Wijaya Kusuma Cemari Lingkungan
[Nusantara]

Limbah RS Wijaya Kusuma Cemari Lingkungan

Kuningan, Pelita
Limbah yang dibuang ke saluran irigasi oleh pihak Rumah Sakit Wijaya Kusuma, Kuningan, Jabar, dikeluhkan oleh warga Perumahan Griya Martadinata Sarasi. Penyebabnya, limbah tersebut telah mencemari lingkungan mereka. Akibatnya ikan-ikan di kolam dan tanaman padi menjadi mati. Atas kejadian tersebut warga meminta pihak Pemkab Kuningan untuk menindak tegas pihak RS.
Akibat pembuangan limbah yang sembarang,ikan dikolam saya mati semua begitu juga tanaman padi, kata Sujarwo (45), salah seorang warga perumahan yang lokasinya yang percis ada dibelakang rumah sakit kepada Pelita, kemarin (1/4).
Menurut Sujarwo, seharus pihak rumah sakit sebelum membuang limbah langsung ke saluran irigasi terlebih dahulu harus melakukan pengujian. Jadi, ketika dibuang tidak akan mencemari lingkungan. Apalagi selama ini sambung dia, semua rumah sakit diwajibkan memiliki alat pengolahan limbah.
Kalau terjadi seperti ini, berarti ada masalah dalam pengelolaan limbah. Jadi Pemkab harus turun tangan menangani masalah ini sebelum terlanjur banyak pihak yang dirugikan, lanjut dai.
Rosid Ismail, Bagian Humas RS Wijaya Kusuma,membenarkan adanya ada dugaan ikan yang mati di perumahan tadi karena tercemar oleh limbah yang mengalir melalui irigasi. Itu dibuktikan dari hasil uji dilapangan.
Semenjak menerima aduan dari warga Sabtu pekan lalu, besoknya (Minggu-Red) kami langsung terjung kelokasi untuk mengecek, kata Rosid sembari menambahkan pihaknya berjanji kejadian tersebut tidak akan terulang lagi dan menjadi pelajaran berharga.
Rosid menjelaskan IPAL yang ada saat ini bentuknya masih dalam tahap percobaan. Biasanya, sebelum ada IPAL, semua limbah kita tampung di septic tank. Tapi saat ini, semua limbah diolah dengan menggunakan IPAL agar air pengolahannya tidak berpengaruh terhadap pencemaran lingkungan.
Kami selama ini dalam pengelolan limbah selalu sesuai dengan prosedur. Apalagi didukungan dengan alat yang memadia, tandasnya. Rosid juga menerangakan bahwa hari ini (Selasa) ada pemeriksaan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk memastikan bahwa alat pengelolan limbah sesuai dengan ketentuan.(ck-65)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pemkot Bekasi Pindahkan Terminal Bus
Setiap Tahun 10 Meter Daratan Tergerus
Wabup Karawang Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung
Maret 2008, Inflasi Kota Palangka Raya 4,48 Persen
Pemdes Tanjungpura Gelar Sosialisasi Pembangunan