Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 24 Juli 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Siswa Tak Lapor Diri PSB On Line SMA/SMK 371 Orang
[Agama dan Pendidikan]

Siswa Tak Lapor Diri PSB On Line SMA/SMK 371 Orang
Sistem Penerimaan Siswa Baru On Line Terbukti Paling Baik

Jakarta, Pelita
Penerimaan Siswa Baru (PSB) On Line SMA/SMK Negeri di Jakarta terbukti sebagai cara terbaik untuk penerimaan siswa baru karena berlangsung secara transparan dan mengedepankan kompetisi antar siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Provinsi DKI Jakarta H Margani M Mustar mengatakan di Jakarta, kemarin.
Sistem penerimaan model ini juga, kata Margani, mendorong terhadap para siswa SMP untuk memperoleh nilai ujian menjadi tinggi sebab mereka sadar untuk masuk SMA/SMK Negeri didasarkan pada hasil nilai dari ujian nasional.
Dengan PSB On Line juga mendorong kepada semua komponen, seperti siswa, guru maupun masyarakat pada umumnya terdorong untuk berupaya memanfaatkan teknologi ICT. Selain itu, pelayanan menjadi mudah, ujarnya.
Terkait dengan PSB On Line SMA/SMK Tahap II, Margani, mengatakan berdasarkan laporan hasil pendaftaran tahap kedua calon siswa yang tidak lapor diri sebanyak 371 siswa, terdiri dari SMA 283 siswa dan SMA 88 siswa.
Menurut dia, daya tampung tahap II untuk SMA Negeri di Jakarta sebanyak 1.860 orang. Pendaftar asal DKI Jakarta 5.273 orang dan dari luar DKI Jakarta 1.289 orang, sehingga jumlah pendaftar sebanyak 6.562 orang. Mereka yang lulus seleksi asal DKI Jakarta 879 orang dan dari luar DKI Jakarta sebanyak 981 orang, sehingga jumlah siswa yang diterima di SMA Negeri di DKI Jakarta sebanyak 1.860 orang.
Sedangkan daya tampung Tahap II SMK Negeri di Jakarta sebanyak 1.322 orang. Jumlah pendaftar asal DKI 3.650 orang, dari luar DKI 392 orang sehingga jumlahnya mencapai 4.042 orang. Mereka yang lulus seleksi asal DKI Jakarta 1.036 orang dan dari luar DKI Jakarta 286 orang sehingga jumlahnya sebanyak 1.322 orang.
Terkait dengan MOS pada penerimaan siswa baru, Margani mengatakan pihaknya melarang keras jika terjadi kekerasan dan dalam pelaksaan tersebut ada penanggung jawab yaitu kepala sekolah.
Silakan berkreasi yang penting kita jaga koridornya. Jangan memasung kreasi. Untuk menciptakan suatu suasana yang gembira. Intinya akrab, Margani.
Menurut dia, dengan perbedaan karakter lingkungan berupa fisik dan psikologis perlu adanya komunikasi yang baik antara siswa baru dengan lingkungan sosialnya.
Artinya dia tahu siapa kakak kelasnya, guru wali kelasnya, kepala sekolahnya, dan lainnya. Kegiatan MOS tentunya bisa menjadi momen yang efektif serta menjadi momen yang memberikan kenangan yang indah, ujarnya.
Ia memngingatkan agar menghindari hal negatif seperti kekerasan yang tidak produktif. Apalagi kekerasan yang menyangkut pelecehan martabat orang.
Agar tidak keluar koridor, Dikmenti juga telah memberikan surat arahan tertulis kepada setiap kepala sekolah, tentang tujuan MOS dan esensinya. Tetapi pengembangan pelaksanaan diserahkan kepada pihak sekolah, ujarnya.
Kasubdis SMA Dinas Dikmenti DKI Jakarta H. Amsani Idris mengatakan kursi yang kosong karena calon siswa yang tidak lapor diri tetap dibirkan kosong hingga satu semester. (kim)


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kurang Koordinasi Antara Penerbit
Unpatti akan Buka Program Doktor
Rumah Ibadah Jangan Dijadikan Tempat Kampanye
Pasca PSB SMP "On Line" Tahap II
50 Santri Ikuti Pelatihan Tingkat Dasar Calon Ulama