Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 19 September 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
LPK Melati Indramayu Gelar Ujian Nasional Tata Rias
[Nusantara]

LPK Melati Indramayu Gelar Ujian Nasional Tata Rias

Indramayu, Pelita
Untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah terkait dunia tata rias, sedikitnya 30 orang peserta kursus dari lembaga pendidikan kursus (LPK) Melati Kab.Indramayu mengikuti Ujian Nasional Tata Rias Pengantin Sunda Siger. Rabu (16/7) bertempat di Aula Kelurahan Lemah Mekar Kec.Indramayu.
Menurut Pimpinan LPK Melati Hj Aidawati, SH, materi ujian nasional tata rias pada saat ini adalah ujian tertulis dan praktek. Kemudian untuk menarik minat peserta, maka hasil ujian prakteknya akan dilombakan. Tujuannya supaya para peserta dalam mengukuti ujian praktik itu benar benar konsen dan mencurahkan segala kemampuannya. Kemudian sejauhmana dia menerapkan ilmu tata rias yang sudah dibakukan oleh pemerintah seperti sanggul, busana dan make up.
Dikatakan, ujian nasional tersebut dilakukan semata mata untuk mendapatkan pengakuan dari pihak pemerintah dengan tujuan peserta yang lulus dapat mengimplementasikan ilmu tentang tata riasnya ketengah tengah masyarakat dengan baik dan benar. Maksudnya supaya masyarakat luas mengerti bahwa untuk menguasai ilmu tata rias ternyata tidak semudah dengan apa yang mereka bayangkan. Yang jelas untuk mendapatkan pengetahuan tersebut dibutuhkan waktu dalam bentuk kursus yang dilalaui selama 3 bulan. Selanjutnya untuk mendapatkan legalitasnya maka dilakukan ujian nasional. Artinya konsumsi masyarakat akan kebutuhan tata rias pengantin pada era globalisasi sekarang ini sudah menjadi kebutuhan konsumtif sehingga kebutuhan akan tat arias pada saat perkawinan sudah menjadi hal yang biasa. Intinya pada saat melangsungkan pesta perkawinan dibutuhkan peran tat arias untuk membantu agar penampilan mempelai terlihat menawan dan terkesan mewah.
Perkawinan merupakan sesuatu hal yang sacral dan mungkin terjadi satu kali dalam hidup. Sehingga tidak berlebihan kalau dalam momen tersebut dibutuhkan penampilan lebih bagi kedua mempelai. Alasannya supaya terlihat lebih menawan dan anggun, papar Aida kepada Pelita.
Lebih jauh Aida mengatakan, untuk merangsang peserta ujian nasional ini, pihak LPK Melati mempersiapkan beberapa trofi kejuaraan. Selain itu untuk menggelar ujian tersebut pihaknya sengaja mendatangkan tim juri dari Kab.Majalengka dengan harapan supaya tidak ada kesan KKN. Dengan adanya tim juri yang sengaja didatangkan dari luar Indramayu maka hasilnya akan benar-benar murni, tegasnya.
Karena itu, kata Aida, pihaknya terus memberikan motivasi agar peserta yang mengikuti ujian nasional tersebut bisa mengerjakan soal-soal yang ada, baik itu dalam bentuk tulisan maupun praktek tata rias pengantin dengan disertai modelnya.
Selanjutnya setelah dilakukan penilaian oleh tim juri maka hasilnya akan diumumkan hari ini juga. Pada ujian ini meski terlihat sepele tetapi tidak tertutup kemungkinan ada pesrta yang tidak lulus, namun demikian dia berharap agar seluruh peserta yang mengikuti ujian tata rias tersebut bisa lulus semua.
Masih kata Aida, pada saat ini kebutuhan akan pendidikan non formal sangat dibutuhkan, karena dampak dari kegaiatan seperti yang mereka lakukan, salah satunya adalah kursus tata rias pengantin sedikit banyak dapat membantu perekonomian keluarga.
Melihat gambaran tersebut kata Aida, secara tidak langsung kiprah mereka dalam menggeluti dunia tata rias pengantin telah membantu program pemerintah dan dengan sendirinya bisa mendongkrak indeks pembangunan masyrakat (IPM) khususnya indeks daya beli.
Ditempat yang sama peserta ujian Meilawati yang juga pemilik \"Dian Salon\" menambahkan meski sudah mempunyai tempat usaha yang bergerak dalam bidang tata rias (Salon kecantikan) dia masih menyempatkan waktu untuk mengikuti kursus serupa dan dengan harapan adanya penambahan pengetahuan terkait hal serupa.
Karena yang namanya dunia tata rias akan mengalami perubahan atau trend seiring berkembangnya jaman. Dan yang paling mendasar kata Mei dengan mengikuti ujian nasional selain akan mendapatkan ijazah juga ada pengakuan dari pemerintah. (kus-1)


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pemkab Indramayu Sediakan Bantuan Rawan Pangan
H Amir Syarifudin: Aparat Hukum Tak Tegas Amankan Lelang
Pemkab Karawang Antisipasi Musim Kering
Tim Suratin Persikasi Bekasi Dilepas Wabup
Bupati Kuningan Optimis Desa Panawuan Meraih Hasil Optimal