Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 22 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Ambruknya Tembok PN Jakbar Diduga Karena Proyek Menara
[Metropolitan]

Ambruknya Tembok PN Jakbar Diduga Karena Proyek Menara

Jakarta, Pelita
Ambruknya tembok profil depan gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Kamis lalu, yang mengakibatkan meninggalnya Ramses Pasaribu, 26 tahun, diduga disebabkan getaran pengerjaan bangunan Menara Citycon.
Untuk mengidentifikasi kebenaran ini, saat ini PN Jakarta Barat tengah melakukan inventarisasi kerusakan dan mencari bukti penyebabnya. Kalau runtuhnya tembok disebabkan getaran pembangunan gedung, tentu kami akan menuntut ganti rugi, kata Hesmu Purwanto, Wakil Kepala PN Jakarta Barat, kemarin. Dugaan sementara, kata Hesmu, runtuhnya bagian depan gedung PN Jakarta Barat itu disebabkan oleh getaran pengerjaan bangunan Menara Citycon yang tepat berada di samping gedung PN Jakbar.
Hesmu menuturkan, selama ini PN Jakarta Barat tidak pernah dimintai persetujuan terkait pembangunan Menara Citycon itu. Bahkan, beberapa waktu lalu sebuah crane dari pembangunan gedung bertingkat tersebut pernah jatuh menimpa halaman samping PN Jakarta Barat. Akibatnya, pagar samping gedung PN Jakarta Barat rusak.
Beruntung, kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa. Setelah kejadian tersebut, pihak pengembang membayar ganti rugi serta memperbaiki jalan di halaman depan PN, katanya.
Sementara itu Prabowo Basuki Kepala Seksi Penertiban Suku Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Jakarta Barat, mengatakan berdasarkan klausul dalam Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), pihak yang akan membangun gedung harus memperhatikan lingkungan sekitarnya. Pembangunan gedung juga tidak boleh membahayakan pekerja maupun orang-orang di lingkungan sekitarnya, kata Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menandaskan, pihak yang membangun gedung tidak disyaratkan untuk meminta izin terlebih dulu ke pemilik-pemilik bangunan lain di sekitarnya. Apabila terdapat keluhan atau komplain, barulah pihak P2B akan mengarahkan pengembang untuk memperbaiki proses pembangunan agar tidak mengganggu dan membahayakan lingkungan, ujarnya.
Untuk kasus runtuhnya sebagian gedung PN Jakarta Barat, Prabowo mengatakan, perlu dilakukan penelitian dulu untuk mengetahui penyebabnya. (owy)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Museum Fatahillah Perbaiki Lukisan Bersejarah
Polisi Bongkar Kuburan Lima Korban Lainnya
Jual Solar ke Industri SPBU Disegel Polisi
PSK Marak Beroperasi di Ruas Jalan Jakarta Utara
Sudin P2B Jaksel Raih Pendapatan Rp21,6 Miliar