Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 31 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kandepag Kab Cirebon Pelopori Zakat Profesi
[Nusantara]

Kandepag Kab Cirebon Pelopori Zakat Profesi

Kabupaten Cirebon, Pelita
Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kabupaten Cirebon melakukan terobosan untuk melakukan pengumpulan Zakat Profesi. Kepala Wakaf dan Zakat Kandepag Kabupaten Cirebon Drs Asep Ibrahin Aji MAg (4/8/2008) mengatakan, hasil yang didapat dari zakat profesi karyawan Depag Kabupaten Cirebon mencapai Rp218 juta lebih pertahun.
Sebenarnya menurut Asep persoalan zakat profesi sudah diusahakan sejak tahun 2004. Para ulama di kabupaten setelah melakukan ijtihad bersama setuju terhadap adanya zakat profesi.
Jika para petani saja, terkena zakat dari hasil usahanya, padahal hasilnya sering kali diluar dari yang diinginkan, atau lebih sering tidak pasti, ditambah lagi penghasilannya lebih banyak dibawah kemampuan daya beli ideal, maka bagaimana dengan para pegawai negeri yang nota bene ada kepastian penghasilan, maka itu lebih sahih pada kategori muzakki ujarnya.
Dan masih menurut Asep, jika ada 15.000 karyawan di Kabupaten Cirebon ini, berdasarkan perhitungan yang ia buat, maka setidaknya akan terkumpul sampai Rp4, 087 miliar lebih. Di lingkungan sekretariat Pemda Kabupaten Cirebon saja, jika zakat profesi ini terkumpul, ada sekira Rp500 juta lebih. Perhitungan itu belum dihitung adanya instansi lain semisal Polres dengan polsek-polseknya, Kodim dengan Koramil-koramilnya, BUMN, BUMD dan lain-lain.
Selama ini saja hasil pengumpulan zakat fitrah di Kabupaten Cirebon mencapai hasil sekira Rp2 miliar lebih. Dari jumlah sebanyak itu 35 persennya masuk ke bacan Amil Zakat Kabupaten (Bazkab) Cirebon. Jadi Potensi zakat ini sangat besar sekali untuk maslahatul ummah kata Asep. Yang jadi kendala ya masalah kesadaran para muzakki atau Aghniya yang belum tumbuh secara signifikan, saya kira kalau untuk memenej masalah zakat, aparatur untuk itu sudah sangat siap kata Asep.
Menurut Drs H Ilih Permana MM, kepala Kandepag Kabupaten Cirebon, masalah zakat profesi ini, memang semula ada kendala. Banyak yang tidak setuju, tapi setelah melalui pendekatan yang intensif, ditambah bahwa memang kewajiban zakat itu hanya ada dalam Islam, dan jika bukan orang Islam yang menunaikannya, maka siapa lagi, dilain pihak kesadaran ummat lain untuk menghidupi Agamanya sangat besar, maka mereka maju, nah zakat ini aturan Allah untuk kemaslahatan bukan hanya untuk orang lain (mustahiq) tapi jelas hakekatnya untuk kebaikan dan keuntungan Muzakki, ya sejauh ini kami baru berusaha untuk mengembangkannya di lingkungan Kandepag dulu, baru nanti ke luar, keberbagai instansi lain\" kata Ilih.
Menurut Ilih, seharusnya umat Islam Kabupaten Cirebon malu, jika mau membuat musholla saja atau mendirikan madrasah harus meminta-minta, apalagi sampai ke jalan raya.
Kalau kita melihat potensi yang bisa kembangkan menjadi realita, kita sangat malu dengan adanya orang Islam yang harus meminta-minta di jalan, untuk membangun masjid, musholla, atau pesantren dan madrasah, persoalannya sekarang adalah kita tidak pernah mau jujur dengan kewajiban dan amanah yang kita emban, baik dari Allah langsung maupun untuk kemaslahatan umat, kita tidak mau sadar dengan kewajiban yang kita miliki, masalah zakat, kita kembangkan manajemennya, sehingga umat merasakan betul manfaatnya, dengan itu insya Allah umat terbebas dari kemiskinan, masalahnya sekali lagi adalah kesadaran dan kemauan yang kurang dari umat Islam tegasnya. (ck-71)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kebakaran di Ciremai Meluas Sampai Talagaremis dan Cirendang
Bupati Karawang Ajak Masyarakat Agar Aktif Membayar Pajak
Plh Bupati Kuningan Tunggu Putusan Gubernur Jabar
Anur Tak Kembalikan Formulir Pendaftaran
Tes Kesehatan di Cianjur Hanya Diikuti Tujuh Caleg