Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Tiga Prajurit Tewas, GAM dan HDC Mengecewakan
[Politik dan Keamanan]

Banda Aceh, Pelita



Meski perjanjian penghentian permusuhan sudah diteken, korban di pihak TNI dan Polri terus berjatuhan. Karena itu Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjen M Djali Jusuf mengatakan kekecewaannya pada Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Henry Dunant Center (HDC).


Kepada pers usai memimpin upacara peringatan HUT ke-46 Kodam Iskandar Muda di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (23/12), Djali Jusuf mengakui sebagai pemimpin dirinya tidak bisa menerima kejadian yang menimpa prajuritnya itu.


"Terus terang, saya kecewa dengan GAM dan HDC. Seharusnya mereka menghormati perjanjian yang sudah ditandangani. Saya sebagai pimpinan, tentunya tidak bisa menerima ini, dan saya sampaikan pada HDC dan GAM agar melakukan koreksi terhadap pelanggaran yang dilakukan anak buahnya. Dan kita harap, ini pelanggaran yang terakhir yang terjadi," ujarnya.


Dia mengatakan dari laporan yang didapat, mulai usai penandatanganan, sudah ada 50 kasus pelanggaran. "Termasuk penculikan, pemerasan, kekerasan yang dilaporkan masyarakat dan sudah kita sampaikan ke GAM. Kalau ada juga pelanggaran yang dilakukan anak buah saya, akan saya koreksi," katanya.


Kejadian yang mengakibatkan tiga aparat itu tewas terjadi di Manggamat, Aceh Selatan, Minggu (22/12). Menurut keterangan dari Kapendam Iskandar Muda Letkol Chb Firdaus K pada pers, ketika itu, sekitar 10 orang TNI bergerak dari Kota Fajar menuju Manggamat. Kedua daerah ini, terletak di Aceh Selatan yang berjarak sekitar 400 km dari Banda Aceh.


Pergerakan pasukan ini untuk mengganti pasukan yang berada di posko Manggamat. Tapi ketika pasukan TNI yang menggunakan truk reo ini berada di kawasan Desa Kampung Malaka, mereka diserang. Kejadian ini mengakibatkan Bharaka Ramadhan dan Pratu Zulfahmi tewas.


Sedangkan tiga lainnya, Pratu Adi Purnomo, Praka Hermawan dan Praka Sarwoko luka-luka. Mereka yang luka-luka kini dirawat di RS Kesrem, Banda Aceh. Sedangkan jenazah kedua korban yang tewas dievakuasi ke daerah asalnya. Bharaka Ramadan, dievakuasi ke Kendal, Jawa Tengah; sedangkan Pratu Zulfahmi, diberangkatkan ke Padang, Sumatera Barat.


"Mereka tidak mencari-cari GAM. Mereka kan di dalam truk sedang melakukan pergantian orang di pos. Mereka tidak jalan kaki, atau masuk kampung. Kalau dia jalan kaki, mungkin bisa diartikan patroli," bantah Djali menanggapi pernyataan GAM yang mengatakan, aksi itu terjadi karena TNI melakukan penyisiran untuk mencari markas GAM.


"Tidak ada itu. Saya sudah larang, sudah saya briefingkan. Sudah pakai surat perintah bahwa tidak ada pencarian markas GAM. Tidak ada lagi anak buah saya yang mencari markas GAM. Anak buah saya hanya berpindah dari satu pos ke pos lain," tukasnya. (jon/dtc)


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Para Tokoh Agama Serukan Perdamaian
TNI AL yang Besar Bukan Kemewahan
Bersama Hatta dan Sjahrir di Banda Naira (1), Ketika Hatta dan Sjahrir Tiba di Banda Naira
Presiden: Ada Nggak Presiden Wanita Berikutnya
Menko Polkam Lantik 58 Anggota Desk Anti-Teror, Pelanggaran di Aceh Diselesaikan dengan Hukum RI