Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 23 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Disdik Kabupaten Cirebon Siapkan Empat SMP SSN
[Nusantara]

Disdik Kabupaten Cirebon Siapkan Empat SMP SSN

Kabupaten Cirebon, Pelita
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon Drs H Dudung Mulyana MSi, kepada Pelita, Rabu (27/8/2008) melalui telepon genggamnya mengungkapkan bahwa saat ini di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon telah memiliki 14 SMP yang telah berstatus SSN (Sekolah Standar Nasional).
Untuk menambah jumlah tersebut saat ini sudah ada empat SMPN yang berstatus sekolah rintisan SSN dan tahun depan akan menjadi SMPN SSN,, ungkapnya.
Empat sekolah SSN tersebut menurut Dudung SMPN 3 Gunungjati, SMPN 1 Pangenan, SMPN 1 Gunungjati dan SMPN 1 Karang Sembung.
Saat ini di Kabupaten Cirebon memiliki satu sekolah SBI (Sekolah Berstandar Nasional) yaitu SMPN 1 Sumber sedangkan dari sekolah yang sudah berstatus SSN kedepan dalam waktu dua tahun menjadi sekolah SBI, kata Dudung.
Ditambahkannya, syarat menjadi sekolah rintisan SSN, sekolah tersebut memiliki persyaratan diantaranya, sekolah harus memiliki guru yang sudah berstatus S1 minimal 50 persen dan nilai UN dalam tiga tahun berturut- turut mengalami kenaikan dengan minimal nilai 7,0.
Dari sepuluh sekolah yang melakukan ekspos tersebut diantaranya, empat SMP bertatsus SSN dan didanani oleh APBN pusat sebesar Rp100 juta/tahun selama tiga tahun yakni SMPN 1 Suranenggala, SMPN 1 Lemahabang, SMPN 2 Gunungjati, dan SMPN 2 Susukanlebak. Sementara itu ada dua SMP bertatus SSN yang dibiayai APBD provinsi yang mendapatkan bantuan Rp150 juta/tahun selama tiga tahun yakni SMPN 1 Gegesik dan SMPN 1 Kedawung, papar Dudung.
Sementara untuk sekolah yang sudah berstatus rintisan SSN, dalam tiga tahun wajib naik statusnya menjadi sekolah SSN. Sekolah bertatus SSN maupun rintisan SSN bisa berubah jadi sekolah biasa jika mengalami penurunan nilai UN dan memiliki rombel melebihi 27 Rombel.
Jika ingin menjadi sekolah rintisan SSN, kepala sekolah wajib memiliki wawasan, visi dan misi yang baik dan terarah serta pengatahuan yang luas. Kepala sekolah juga harus memiliki masa kerja yang sudah lama, jelasnya. (ck-38)



 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Caleg Golkar Cianjur Mayoritas Usia Muda
Pembangunan Bendungan Karet Kali Menir Terkesan Asal Jadi
Kaki Seno Petani Korban Sriwijaya Air Terpaksa Diamputasi
Gubernur Jambi Didesak Pindahkan
Kaki Seno Tinggal Kenangan