Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 20 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Pasan Rahman Siap Gugat KPUD Kab Bogor
[Hallo Bogor]

Pasan Rahman Siap Gugat KPUD Kab Bogor

Bogor, Pelita
Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Rachmat Yasin-Karyawan Faturachman (Rahman) dari PPP dan PDIP, berencana menggugat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor ke Pengadilan Tinggi Negeri (PTN) Jawa Barat, terkait hasil penghitungan suara manual Pilkada Bupati (Pilbup) Bogor, Jumat (29/8) lalu.
Mereka menilai, KPUD Kabupaten Bogor tidak professional dan tidak transparan, lantaran hasil penghitungan suara manual 29,94 persen tersebut berbeda dengan hasil penghitungan suara timnya yang mencapai 30,03 persen. Mereka meminta, hasil penghitungan suara tersebut dibatalkan dan dianulir.
Sebab diduga sebelum proses penghitungan suara manual oleh KPUD Kabupaten Bogor telah terjadi pengurangan dan penambahan suara di sembilan kecamatan, sehingga hasilnya pasangan cabup yang kami usung tidak memperoleh suara di atas 30 persen, ujar Ketua Tim Advokasi dan Hukum Pasangan Rahman, Rachmanto Srie Basuki, kemarin.
Lebih lanjut ia menambahkan, pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa penetapan calon dan hasil penghitungan suara di masing-masin TPS yang ada di sembilan Kecamatan yang diduga suara Rahman dizalimi oleh pasangan lain.
Saat ini kita mengumpulkan bukti dan memverifikasi data guna mendukung gugatan kami ke PTN Jabar. Jadi belum sampai pada materi hukum. Yang pasti deadline yang diberikan KPUD besok (hari ini,Red) akan kita tepati dalam mengajukan gugatan keberatan hasil perolehan suara, jelas Rachmanto seraya mengatakan keputusan maju tidaknya menggugat KPUD Kabupaten Bogor itu tergantung dari Cabup Rachmat Yasin.
Sebab pihaknya hanya sebatas penasihat hukum yang merekomendasikan agar maju ke PTN. Bukti-buktinya kuat untuk memenangkan gugatan, jadi kalau menurut saya maju terus. Entah kalau pak Rachmat, sebab hingga saat ini beliau masih mempertimbangkan dari berbagai aspek, baik hukum, politik maupun sosial tegasnya.
Sementara itu Cabup Rachmat Yasin saat ditemui di DPC PPP Kabupaten Bogor mengaku masih mempertimbangkan rencana gugatan tersebut. Yang pasti, keputusannya, nanti malam sebab tim kami masih mendata dan memverifikasi temuan-temuan untuk dijadikan barang bukti saat gugatan diajukan ke PTN, ujar Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor itu.
Saat ditanya, apakah takut menghadapi putaran kedua Pilbup Bogor, sehingga harus menggugat perolehan suara manual KPUD. Saya tidak takut, akan saya hadapi Pilbup mau terjadi dua putaran atau 14 putaran akan tetap saya hadapi. Yang jelas saya mempertimbangkan aspek sosialnya, kasihan masyarakat jika terjadi putaran kedua. Kemudian berapa anggaran yang harus dikeluarkan Pemda dalam menyelenggarakan Pilbup putaran dua. Itu yang saya pikirkan, jangan sampai hanya gara-gara ambisi segilintir orang, rakyat dikorbankan, ujarnya.
Ketua Divisi Hukum KPUD Kabupaten Bogor Syaiful Alam mempersilakan tim Rahman untuk memanfaatkan waktu sanggahan keberatan tersebut.
Hingga saat ini belum ada laporan tim Rahman menggugat KPUD Kabupaten Bogor ke PTN, hanya yang jelas batas waktu gugatan akan berakhir besok (hari ini, Red).
Jika memang Rahman akan memanfaatkan prosedur atau aturan yang dalam UU dengan mengajukan gugatan silahkan saja. Berarti mau tidak mau kita harus siap menghadapinya, ujar Syaiful.
Pihaknya membantah, bahwa KPUD sebagai penyelenggaran Pilbup di tingkat PPK dan PPS telah bekerja tidak transparan. Khususnya terkait dengan pernyataan tim Rahman yang mengatakan lima dari sembilan kecamatan, saksinya menandatangani berita acara penghitungan suara kosong.
Itu alasan tidak masuk akal, yang jelas kita sudah bekerja secara maksimal. Jangan bermain melakukan kecurangan dengan menguntungkan salah satu pasangan Cabup, mengurus pelaksanaan Pilbup saja sudah sibuk, jelasnya. (ck-58)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Puasa Hari Kedua Harga Sembako Meroket
Ujicoba Underpass Memuaskan
Warga Bogor Barat Desak Pemekaran Dipercepat
Belasan Miliar Aset Pemkab Bogor Diduga Raib
Oktober Curah Hujan di Bogor Mulai Tinggi