Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 01 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Ribuan RT/RW di DKI Tunggu Dana Operasional
[Metropolitan]

Ribuan RT/RW di DKI Tunggu Dana Operasional

Jakarta, Pelita
Ribuan Ketua RT dan RW, serta anggota Dewan Kelurahan (Dekel) se-DKI Jakarta masih menunggu kapan dana operasional dikucurkan. Sebab, sejak Januari-Mei 2008, mereka belum menerima dana tersebut. Mereka pun menuntut agar dana operasional tersebut segera diturunkan agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.
Mereka pantas berharap, karena dana operasional tersebut seharusnya menjadi pendukung untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Ada juga Ketua RT/RW yang menjadikan dana operasional itu untuk diberikan pada petugas kebersihan, keamanan, dan kebersihan.
Sismanu, Ketua Umum Ikatan Rukun Warga (IKRW) se-DKI Jakarta mengimbau kepada Pemprov DKI Jakarta agar dana operasional RT/RW berikut rapelan dapat dikeluarkan sebelum Lebaran. Dana tersebut dapat digunakan para ketua RW untuk diberikan kepada para petugas pelayanan masyarakat dari mulai hansip, tukang sampah, dan pelayanan masyarakat, ujar Sismanu, Selasa (23/9).
Dana operasional itu, lanjut Sismanu, bukan untuk dibagikan para pengurus RT/RW, akan tetapi dibagikan kepada petugas pelayanan masyarakat, keamanan, petugas sampah adalah sah karena termasuk biaya kegiatan RT/RW. \"Sejak para lurah memberitahukan kepada para ketua RT dan RW tentang adanya dana kehormatan yang besarnya Rp 400 ribu untuk Ketua RT dan 500 ribu untuk RW dan kemudian diubah lagi menjadi dana operasional dengan nilai lebih kecil dari dana kehormatan. Para ketua RT/RW harap-harap cemas menunggu kepastiannya,\" papar Sismanu.
Maman Sukirman, Ketua RT 04/05 Kelurahan Batuampar, menuding kemacetan dana operasional RT/RW karena DPRD tidak setuju. Honor RT, pengurusannya terhambat. Dulu DPRD tidak setuju dengan adanya uangkehormatan itu, jadinya macet. Kita sudah berharap-harap. Syukur-syukur dananya cepat cair, tetapi nggak kunjung ada beritanya, ujar Maman.
Di tempat lain, Bunyamin Ketua RT 01/07, Kelurahan Kampung Makasar, menyebutkan kalau dana operasional yang sangat dibutuhkan itu belum keluar. Sudah tiga periode, dari Januari-April belum dibayar. Kami sangat berharap agar pemerintah segera mencairkan, ujar Bunyamin yang ditemui di rumahnya.
Biasanya dana operasional diterima secara rapelan per tiga bulan, dan mengambilnya di kantor kelurahan. Tapi sekarang sudah lima bulan mereka belum menerimanya. Kabarnya, cair saja belum. Bentuknya pun belum jelas, naik apa nggak. Ya, saya sih minta cepat-cepat dicairkan, kata Ketua RT 02/07 Kelurahan Kampung Makasar dan untuk menanggulangi kebutuhan blangko surat-surat kependudukan terpaksa dimodali ketua RT dulu. (owy)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Sebanyak 600 Pelajar SD DKI Ikuti Pelajaran Keselamatan
Waspadai Pengendara Motor yang Bersikap Jadi Dewa Penolong
Selama 2008 Tercatat 117 Kasus Kebakaran di Jaktim
Karyawan Pemprov DKI Lesu, Dana Tunjangan Belum Cair
PMI Jaksel Targetkan Bulan Dana 2008 Rp3 Miliar