Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 23 Agustus 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Gubernur Jambi: Dirinya Tetap Beraktivitas Seperti Biasa
[Nusantara]

Gubernur Jambi: Dirinya Tetap Beraktivitas Seperti Biasa
Jelaskan Soal Cek dan Pembatalan Proyek Water Boom

Jambi, Pelita
Gubernur Jambi Drs H Zulkifli Nurdin kembali menanggapi munculnya berita dirinya ditangkap berikut tempat tinggalnya digeledah Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), Selasa (21/10).
Pada penjelasan kali ini Zulkifli Nurdin didampingi Kepala Inspektorat Provinsi Jambi Fauzi Syah, Kepala Biro Organisasi dan Hukum Setda Provinsi Jambi Sudirman dan Kepala Biro Humas dan Umum Setda Provinsi Jambi H Idham Kholid, di rumah dinasnya.
Gubernur Jambi menegaskan, dengan adanya pemberitaan yang menyebutkan dirinya ditangkap KPK seperti yang mencuat beberapa waktu lalu, ditegaskannya bahwa berita itu tidak benar dan sampai hari ini dia masih dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.
Bahkan dikatakan, pada saat HUT Kabupaten Tebo ke IX, Sabtu (18/10), dirinya masih dapat hadir bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto. Selanjutnya, disebutkan Zulkifli, Senin (20/10) dia juga masih sempat menghadiri HUT ke- 43 Kabupaten Bungo, sedangkan dengan ketidak hadirannya pada HUT ke-9 Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang dilaksanakan, Selasa (21/10) sudah menugaskan Pelaksana Tugas (Peltu) Sekretaris Daerah, mengingat pada hari itu akan menghadiri pertemuan dengan BP Migas di Jakarta.
Tentu dengan aktvitas yang masih dapat saya laksanakan seperti biasanya pemberitaan yang menyebutkan saya ditangkap KPK itu merupakan berita bohong dan bernuansa fitnah katanya.
Dalam pertemuan itu juga, Gubernur Jambi Drs H Zulkifli Nurdin menanggapi tudingan yang menyebutkan dirinya menerima uang sebesar Rp2 miliar dari Direktur PT Cipta Pesona Usaha Sudiro Lesmana terkait pembangunan Mess Jambi di Jalan Cidurian, Jakarta Pusat, sehingga sekelompok orang melakukan aksi demo di Jakarta.
Menurut Zulkifli, dirinya sangat menjunjung tinggi dan menghormati hukum termasuk keputusan hukum itu sendiri. Dan sebaliknya, dia juga hanya bisa berharap agar Allah SWT dapat mengampuni dosa-dosa bagi orang-orang yang memfitnahnya, termasuk seperti berita fitnah itu sendiri.
Saya punya keyakinan yang kuat kalau Allah SWT pasti akan menghukum orang-orang yang saat ini sedang memfitnah dirinya. Dan saya sendiri juga berkeyakinan kalau tuduhan dirinya melakukan tindakan korupsi seperti yang dituduhkannya sama sekali tidak pernah dilakukan, baik secara sadar maupun tidak, ungkapnya.
Amplop berisi cek Rp2 miliar
Gubernur Jambi Drs H Zulkifli Nurdin pada pertemuan itu juga menguraikan penjelasan terkait adanya amplop berisi cek dengan nilai tukar Rp2 miliar yang diserahkan Sudiro Lesmana kepadanya. Dimana menurutnya, cek tersebut diberikan Direktur PT Cipta Pesona Usaha saat menyampaikan desain (gambar-Red) bangunan Mess Jambi empat tahun silam, dimana pada saat itu dikatakan Zulkifli lagi, pembangunan Mess Jambi tengah dilaksanakan sedangkan dia sendiri diakuinya tidak mengetahui bagaimana prosesnya hingga bisa dilaksanakan.
Pada saat Direktur PT Cipta Pesona Usaha Sudiro Lesmana menyerahkan desain gedung tersebut ternyata baru diketahui pada malam harinya ternyata amplop itu juga berisi satu lembar cek yang tertera dengan jumlah Rp2 miliar.
Diakui Zulkifli, karena dirinya tidak bersedia menerima pemberian semacam itu lantas disebutkannya dia meminta ajudan untuk mencari Sudiro agar mengembalikan cek tersebut. Tetapi menurutnya, Sudiro yang dicari tidak berhasil dihubungi barulah keesokan harinya bisa dihubungi dan ketika itu Sudiro sedang berada di Mataram, Nusa Tenggara Barat, sehingga barulah beberapa saat kemudian cek itu kembali diterima Sudiro dengan bukti-bukti penyerahan cek kembali.
Proyek water boom
Selanjutnya Gubernur Jambi Drs Zulkifli Nurdin juga menjelaskan terkait pembangunan proyek water boom yang juga melibatkan Direktur PT PT Cipta Pesona Usaha Sudiro Lesmana. Disebutkannya, dalam pelaksanaan proyek yang satu ini Sudiro melaporkan telah menyerahkan uang kepada Gubernur Jambi sebesar Rp2,5 miliar.
Apa yang dilaporkan Sudiro itu terungkap di saat digelarnya persidangan terkait pembangunan proyek water boom yang akhirnya dibatalkan. Namun, disebutkan Zulkifli, belakangan Sudiro mencabut laporannya karena bukti-bukti pemberian uang sebesar Rp2,5 miliar itu tidak didukung dengan bukti-bukti. Perbuatan Sudiro yang cenderung memfitnah itu, terpicu karena sikapnya yang membatalkan pembangunan proyek water boom karena dinilai tidak bermanfaat dan hanya merugikan uang negara. (nf)




 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Ditengarai ada Tiga Provokator Demo Karyawan PT MG
Tunggakan PBB Sektor Kehutanan Mura Rp9,3 M
Warga Persoalkan Kompensasi Pembangunan Pasar Modern
Demo Mahasiswa Akper Cianjur Lanjut
Krisis Global Berdampak Buruk Bagi Pengusaha di Karawang