Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 26 Juli 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Catatan Akhir Tahun 2002, Seputar Mutasi Besar-besaran di Tubuh Polri
[Opini]





Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar memutasikan secara besar-besaran sejumlah jenderal di jajaran Polri dengan struktur organisasi yang baru melalui Keppres No.70/2002 tanggal 10 Oktober 2002, dengan mengangkat empat jenderal berbintang tiga, satu diantaranya jabatan Wakapolri yang dihidupkan kembali yang saat ini dijabat oleh Komjen Pol Kadaryanto.


Pengumuman perubahan struktur organisasi serta mutasi terhadap sejumlah jenderal di Polri yang diantaranya ada jabatan Kapolda itu diumumkan Kaba Humas Polri Irjen Pol Saleh Saaf dalam jumpa persnya di Mabes Polri, Senin (21/10). Perubahan struktur organisasi kepolisian tersebut berdasarkan SK Kapolri dengan Nopol SKEP/827/IX/2002, tertanggal 21 Oktober 2002.


Dalam catatan validasinya di tubuh Polri yang kembali menghidupkan jabatan Wakil Kepala Polri (Wakapolri). Sebelumnya jabatan Wakapolri sempat dihapus pada saat pergantian Presiden Gus Dur kepada Megawati yang sempat menjadi perdebatan setelah pengangkatan Komjen Pol Caeruddin Ismail. Selain menghidupkan Wakapolri, dalam perubahan struktur organisasinya, Mabes Polri juga memutasi 30 pejabat lainnya.


Ada yang menyebutkan mutasi besar-besar itu dilakukan untuk memperkuat kekuasan Presiden guna menghadapi pemilu 2004 nanti, karena dengan ditandatanganinya Keppres No 70/2002 oleh Megawati, tentunya pengangkatan dan pemutasian itu disetujui olehnya. Pemutasian ini mengundang konsekwensi yakni tentang usia pensiun. Akibatnya banyak yang memprotes dan mempermasalahkan usia masa pensiun yang telah diundangkan, yakni Undang Undang Kepolisian No. 2 Tahun 2002 antara lain mengatur pensiunan bagi anggota Polri hingga usia 58 tahun dan dapat diperpanjang hingga 60 tahun jika berprestasi.


Pada kenyataanya Mabes Polri dalam hal memutasi jajaran Polri, Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar yang didukung Presiden Megawati masih mempergunakan Undang-Undang yang lama dengan alasan belum ada PP (peraturan pemerintah) yang mengatur tentang pensiunan tersebut.


Konsekwensinya adalah terjadinya "pemberhentian" para jenderal yang diduga sudah terkontaminasi dan Presiden akan mengkikis habis para Perwira Tinggi tertentu dan digantikan dengan generasi berikutnya yang belum terkontaminasi.


26 jenderal tak hadir


Maka tidak seperti biasa, upacara Purnawira Perwira Tinggi (Pati) Bhayangkara yang dilangsungkan di Semarang hanya dihadiri 32 wisudawan. Acara ini dipimpin Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar, sebanyak dua puluh enam jenderal polisi-berbintang satu sampai empat (yang pensiun) tidak hadir dalam pelepasan kali ini.


Padahal untuk tahun ini acara di Akpol itu melepas 58 perwira tinggi. Dari yang dilepas tersebut, empat adalah perwira bintang empat yang pernah menjabat Kapolri. Mereka adalah Jenderal Drs KPH Roesdihardjo, Jenderal Drs Dibyo Widodo, Jenderal Drs S Bimantoro, dan Jenderal Drs Chaerudin Ismail. Hanya Roesdihardjo yang hadir.


Untuk perwira bintang tiga hanya dihadiri dua orang dari tujuh yang seharusnya mengikuti wisuda Purnawira Pati. Keduanya adalah Komjen Drs Nurfaizi (mantan Kepala Badan Narkotika Nasional) dan Komjen Drs Pandji Atma Sudirja SH (mantan Waka Polri).


Lima perwira lain, seperti Komjen Drs Sjahrudin Zaenal (mantan Set Deops Polri), Komjen Drs Jujun Mulyana Dwiyana (Setjen Polri), Komjen Drs Noegroho Djajoesman (Setdediklat Polri dan mantan Kapolda Jateng), Komjen Drs Ahwil Luthan (Itjen Polri), dan Komjen Drs Moch Sofjan Jacob MBA MM (mantan Kapolda Metro Jaya) tidak hadir. Dua puluh sembilan perwira lain yang ikut wisuda adalah mereka yang berpangkat Irjen (bintang dua) dan Brigjen (bintang dua) yang kesemuanya itu merupakan generasi penerus yang baru.


Kapolri mengemukakan, ketidakhadiran sebagian besar perwira bukan menjadi masalah berarti. Dia menampik hal itu sebagai pertanda ada permasalahan di kalangan internal Polri.


Sebab, kemungkinan dari mereka ada yang sakit sehingga tidak bisa mengikuti wisuda. "Dengan kehadiran 32 orang sudah bagus. Sudah ada 50% yang hadir."


Yang terpenting dalam acara itu, ujar dia, bukan soal jumlah perwira yang hadir melainkan makna penyerahan kepemimpinan dari para perwira yang sudah purnabakti ke generasi penerusnya. Yang perlu diperhatikan, proses menyambung kepemimpinan.


Duduki Jabatan Baru


Setelah berada di atas angin, Polri-pun kemudian menvalidasi dan merubah struktur organisasinya yang baru dengan mengobral para jenderalnya khususnya pangkat Komjen (bintang tiga) untuk menduduki jabatan di Mabes Polri. Tidak seperti di angkatan lain misalnya TNI AD, AL, AU, hanya Polri yang banyak jenderalnya yang diobral untuk menduduki jabatannya yang sudah diatur oleh Kapolri. Sehingga mungkin di tubuh Polri saat ini belum ada kaderisasi untuk menjadi jenderal yang akan memimpin Polri. Saat ini masih ada istilah suka dan tidak suka bagi pemimpin Polri untuk memilih orang-orang dekatnya untuk mendukung kebijakannya sebgai pemimpin.


Jenderal berbintang tiga


Jabatan baru setelah struktur organisasi Polri dirubah diantaranya empat jenderal berbintang tiga, seperti jabatan Waka Polri yang dijabat Komjen Pol Kadaryanto sebelumnya menjabat Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, SDM diduduki Irjen Pol Tjuk Sugiarto. Sedangkan jenderal berbintang tiga lainnya akan menduduki posisi struktur organiasi yang baru diantaranya Komjen Pol Binarto sebgai Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri, Komjen Pol Erwin Mapaseng yang semula Kapolda Jateng ditunjuk sebagai Kepala Bagian Reserse dan Kriminal Polri, dan Komjen Pol Adang Daradjatun menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan dan Keamanan Polri.


Dalam perubahan struktur itu, posisi Kabahumas Mabes Polri yang sebelumnya ditempati Irjen Pol Saleh Saaf kini ditempati oleh Brigjen Basyir Ahmad Barmawi yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Selatan. Saleh Saaf sendiri kini menjadi Kepala Divisi Telematika Polri.


Sementara sejumlah jabatan Kapolda yang dimutasikan diantaranya Irjen Pol I Made Mangku Pastika yang sebelumnya menjadi Kapolda Papua yang memimpin tim investigasi bom Bali kini diangkat menjadi Wakil Kepala Bagian Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Irjen Pol Sudirman Ail yang sebelumnya menjabat Kapolda Jawa Barat akan menjabat Deputi Operasi Kapolri.


Sementara Irjen Pol Engkesman R Hilep sebagai Tenaga Ahli Bidang Keamanan Mabes Polri, Irjen Pol Paiman sebagai Tenaga Ahli Bidang Politik, Irjen Pol Supriyadi Tenaga Ahli Bidang Sosial Ekonomi, Irjen Pol James Daniel Sitorus menjabat Deputi Perencanaan dan Pengembangan Kapolri dan Irjen Djuharnus Wiradinata menjadi Deputi Logistik Kapolri.


Kombes Pol Nanan Sukarna dari Kapolwil Bogor sebagai Sekretaris NCB/Interpol, Brigjen Pol Bambang Ibnu Sutarto menjadi Kepala Pusat Dokter dan Kesehatan Polri, Brigjen Pol Imam Hendarto sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Dokter dan Kesehatan Polri, Brigjen Pol Darmadi sebagai Kepala Pusat Keuangan Polri.


Selanjutnya Brigjen Pol Soekanto menjadi Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri, Brigjen Pol Timbul Silaen Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Pol Demak Lubis sebagai Kepala Sekolah Pimpinan Polri, Irjen Pol Farouk Mohammad Saleh tetap menjabat sebagai Gubernur PTIK, Brigjen Pol Ismerda Lebang sebagai Gubernur Akademi Polisi, Irjen Pol Sutanto sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri yang sebelumnya menjabat Kapolda Jawa Timur.


Kemudian Brigjen Pol Samris Anwar sebagai Kepala Bagian Intelijen Keamanan (Kababinkam) Polri, Irjen Pol Chairul R Rasyidi sebagai Wakababinkam, Irjen Pol Silvanus Yulian Wenas sebagai Kepala Koordinator Brimob, Kombes Pol Imam Widhoyono sebagai Kepala Satuan Umum Polri, Kombes Pol Dede Hidayat sebagai Koordinator Sekretaris Pribadi Kapolri dan Kombes Pol Iwan Kamrullah sebagai Kepala Departemen Markas Polri.


Dalam rangka validasinya, Kapolri melaui Kapolda yang baru ditunjuk itu langsung memutasi dan menganti para Kapolres di jajarannya, diantaranya enam Kapolres di Polda Metro Jaya. Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar melalui surat keputusannya bernomor SKEP/731/IX/2002 tertanggal 06-09-2002 memutasikan sebanyak 216 Perwira Menengah (Pamen) diantaranya enam jabatan Kapolres di jajaran Polda Metro Jaya, serta Kaditsersenya.


Keenam jabatan Kapolres yang dimutasikan diantaranya Kapolres Metro Jakarta Barat dari Komisaris Besar Pol Iwan Nurisman Ismet kepada penggantinya AKBP Bambang Wasgito yang sebelumnya menjabat Waka Polwil Bogor. Iwan sendiri akan menduduki jabatan baru sebagai Kasubdis Pammat Dis Pam Polri.


Kapolres Metro Jakarta Utara akan diduduki pejabat baru yang sebelumnya menjadi Kapolres Bekasi AKBP Djoko Susilo, sedangkan pejabat lama Komisaris Besar Pol Andi Chaerudin akan menjabat sebagai Kadit Serse Polda Metro Jaya yang akan menggantikan Komisarsi Besar Pol Bambang Hendarso Danuri yang dimutasikan sebagai Pamen Mabes Polri dalam rangka pendidikan Lemhanas. Pengganti Kapolres Bekasi akan ditempati AKBP Bachtiar Hasanudin Tambunan yang rencana dalam validasi dan struktur organisasi Polri yang baru akan dijabat Komisaris Besar (Kombes).


Jabatan Kapolres Metro Jakarta Timur yang dijabat Kombes Pol Idrus Gassing akan digantikan oleh pejabat baru dari Sesdit Sabhara Polda Metro Jaya AKBP Raden Budi Winarso, sedangkan Idrus akan dimutasikan sebagai Pamen Mabes Polri dalam rangka Sespati. Sementara itu jabatan Kapolres Depok akan diganti dari AKBP I Ketut Yoga Ana kepada penggantinya AKBP Suhardi Alius yang sebelumnya menjabat sebagai Ses Spri Kapolri.


Kapolres Tangerang akan dipegang oleh pejabat baru AKBP Herry Prastowo yang sebelumnya menjabat sebagai Waka Puskodalops Polda Metro Jaya, sedangkan pejabat lama AKBP Williardi Wizar akan menggatikan Herry sebagai Waka Puskodalops Polda. Ketiga Polres masing-masing Tangerang, Bekasi dan Depok dalam struktur organiasasi Polri yang baru nantinya akan dijabat oleh Komisaris Besar (Kombes).


Selain di jajaran Polda Metro Jaya, Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar juga memutasi sejumlah pejabat di seluruh daerah termasuk di tingkat Kapolwil dan Kepala Direktorat (Kadit) seperti Kapolwil Purwakarta dari Kombes Pol Muhammad Ibrahim kepada penggantinya Kombes Pol Aloysius Mudjiyono, Kapoltabes Pontianak dari Kombes Pol Ismu Haryomo kepada AKBP Hertian Aristarkus Yunus, Kadit Lantas Polda Jawa Tengah dari Kombes Pol Edy Prawoto kepada Kombes Pol Zairin Bustamin, sedangkan Kaditlantas Polda Kalbar dari Kombes Pol Bambang Suparsono kepada Kombes Pol Ismu Haryomo.


Selain itu Kapolri juga memutasi jajarannya di Ditserse diantaranya Kaditserse Polda Jawa Barat dari Kombes Pol Kurniawan kepada penggatinya Kombes Pol Dikdik Mulyana yang sebelumnya menjabat sebagai Kaditserse Polda Kalimantan Selatan dan penggantinya akan diduduki Kombes Pol Bachrul Effendi yang sebelumnya menjadi Pamen Mabes Polri.


Semoga dalam struktur organisasi yang baru dengan diduduki oleh orang pilihan, Polri akan selangkah lebih maju di masa mendatang. (tb tontowi ubay)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kilas Balik Peristiwa Bencana Alam 2002
Catatan Akhir Tahun Bidang Pemberdayaan Perempuan, Konsep Gender Tak Bertentangan dengan Ajaran Agam
Memberdayakan Perempuan Lewat Ekonomi dan BBM
Catatan Akhir Tahun Bidang Kesra BKKBN Hadapi Masalah Kependudukan Berat
Hukum yang Diskriminatif dapat Mengancam Disintegrasi Bangsa