Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 24 April 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Jakarta Impor 1.500 Ekor Sapi Australia Perbulan
[Metropolitan]

Menutupi Kebutuhan Warga
Jakarta Impor 1.500 Ekor Sapi Australia Perbulan

Jakarta, Pelita
Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta melalui PD Dharma Jaya telah menandatangani kontrak kerjasama dengan investor Australia, Ocenanic Cattle Stations September lalu. Dalam kontrak kerjasama tersebut, 1.500 ekor sapi hidup jenis Brahman Cross mulai dikirimkan pada 1 Maret 2009.
Ribuan sapi yang disuplai dari Kota Darwin ini untuk memenuhi kebutuhan warga menengah-bawah dan seluruh sapi yang dikirim nanti dijamin kesehatannya karena penggemukan dilakukan di Jakarta.
Menurut Kepala Bagian Perencanaan dan Promosi Badan Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan dan Usaha Daerah (BPM-PKUD) DKI Jakarta, Hari Soesetyo, kerjasama pengiriman sapi hidup dari Australia merupakan kegiatan investasi cukup menguntungkan di dua belah pihak. Apalagi selama ini dalam perdagangan sapi di Jakarta, hampir 90 persen sapi berasal dari Australia.
Ini investasi yang menguntungkan. Australia langsung bekerjasama dengan PD Dharma Jaya untuk memasok sapi hidup ke Jakarta. Sapi hidup tersebut dijamin kesehatan dan kebersihannya karena penggemukan dilakukan di Jakarta, kemudian baru dipotong dirumah pemotongan hewan PD Dharma Jaya di Cakung, Jaktim, ujar Hari Soesetyo kepada wartawan, Selasa (28/10).
Sementara itu, menurut Nisin Sunito, Managing Director Oceanic Catlle Stations dan pemilik peternakan Kiana Station ini, hampir 90 persen sapi yang dikirim ke Jakarta itu berasal dari Kota Darwin, Australia. Dia mengatakan salah satu isi dari kontrak kerjasama tersebut, Australia harus mensuplai kebutuhan daging sapi untuk pasar menengah dan bawah.
Nisin mengatakan nilai kontrak kerjasama yang telah ditandatangani bulan lalu senilai 30 juta dolar Australia pertahun. Setiap bulannya dan Oceanic Cattle Station akan mengirimkan 1.500 ekor sapi hidup atau sekitar 600 ton sapi ke PD Dharma Jaya.
Saat ditanya untuk berapa lama kontrak kerjasama tersebut, Nisin mengatakan tidak bisa memberitahukan berapa tahun pelaksanaan pengiriman sapi-sapi hidup tersebut. Menurutnya, ini rahasia komersil yang tidak bisa diberitahukan secara umum. Namun yang pasti ini merupakan program multi year untuk memberikan daging sapi yang berkualitas, sehat dan murah bagi warga Jakarta.
Nisin begitu yakin dengan kualitas dari sapi-sapinya, karena sebelum ribuan ekor sapi tersebut dipotong dirumah pemotongan hewan PD Dharma Jaya, akan melalui proses pengemukkan di beberapa peternakan sapi yang ada di sekitar BUMD tersebut.
Penggemukan sapi kami selama empat bulan di peternakan lokal di Jakarta. Ini dilakukan untuk menambah nilai daging sapinya, ujar investor yang juga sudah berinvestasi di peternakan sapi Tapos di Sukabumi ini.(naz)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Bamus Betawi Netral Soal Pengangkatan Deputi Pemrov DKI
Pembangunan Minimarket di Semanan Diprotes Warga
Isi Tabung Gas Berkurang, Disperindag Geledah Agen
Delapan Kapal Diparkir di Dermaga
Komplotan Penebar Paku Menyamar Jadi Montir Jalanan