Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 24 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Fraksi PDI-P dan PKS Nilai Laporan Mampus tak Kredibel
[Nusantara]

Fraksi PDI-P dan PKS Nilai Laporan Mampus tak Kredibel

Bandung, Pelita
Anggota F-PDIP, Ahmad Nugraha dan ketua F-PKS DPRD Kota Bandung, Oded Muhamad Daniel, menilai, laporan dari Masyarakat Melawan Politisi Busuk (Mampus) dinilai tidak kredibel.
Dalam tudingannya, Ahmad Nugraha dianggap tidak berpihak pada karyawan RS Kebon Djati, padahal, anggota F-PDIP ini yang paling getol membela, dan F-PKS--yang secara tegas menolak RTRW-- bersama anggota dewan dari F-PPP, Muchsin Al Fikri, katanya saat ditemui Pelita, di ruang Komisi C dan D, DPRD Kota Bandung
Sejak menyerahkan laporan ke KPU kota Bandung, Oktober lalu, seperti diakui, Koordinator Mampus, Suryawijaya, Senin (24/11) di Bandung, banyak tanggapan berbagai pihak. Warga mengingingkan momentum Pemilu ini, menuju perubahan yang lebih baik, katanya.
Sebagai rasa pertanggungjawaban kepada warga, kata, Suryawijaya, kami sampaikan, beberapa nama calon legislatif yang dilaporkan masyarakat selama sebulan terakhir. Diluar itu setidaknya, ada 26 anggota legistatif, di Kab. Garut. 43 anggota legistatif, di Kab. Bandung dan 45 anggota legislatif, di Kab. Karawang, yang dilaporkan masyarakat kepada kami dengan dugaan korupsi. Bahkan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan, kata Suryawijaya.
Sejauh ini, pihak Mampus, katanya, belum mencantumkan nama-namanya dalam laporan bulan ini. Klarifikasi mengenai proses hukum dan status pencalonan anggota legislatif dalam Pemilu 2009, kami masih menunggu, ungkap Suryawijaya. Ditegaskannya, kami akan terus melakukan pendidikan politik sampai dengan Pemilu 2009. Kami tetap meminta warga untuk cari, laporkan dan jangan pilih politisi busuk, ujarnya.
Laporan masyarakat ke Mampus, mengenai calon anggota legislatif Bulan November, meliputi 19 calon legislatif. Adi Mulyadi (Golkar/DPRD Kota Bandung), Deden Rukman Rumaji (PAN/DPRD Kota Bandung), Kadar Slamet (Demokrat/DPRD kota Bandung), Ahmad Nugraha (PDIP/DPRD kota Bandung), Jhony Hidayat (Golkar/DPRD kota Bandung), Enrizal Nazar (PKS/DPRD kota Bandung), Tedi Rusmawan (PKS/DPRD kota Bandung), Yod Mintaraga (Golkar//DPRD Jabat), Iqbal Abdul Karim (PAN/DPRD kota Bandung), Hj Kusmeni Hartadi (Golkar/DPR), Dikdik Darmika (PDIP/DPRD Garut), Kurniaturi (PPP/DPRD Jabar), Dedi Suryadi (PPP/DPRD Jabar), Iyos Sumantri (Golkar/DPRD Jabar), Saparudin (Demokrat/DPRD Jabar), Ahmad Adib Zein (PAN/DPR), Imam Wahyudi (PAN/DPR), Djoemat Tjiptowardoyo (PDIP/DPR) dan Gatot Cahyono (PDIP/DPR). (ck-08)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
NISP dan OCBC Mendapat Pengakuan LPIFR
Ketua Komisi B DPRD Kab Bandung Akui Diperiksa Polda
Pemprov Jabar Tetapkan 13 Langkah Penanggulangan BA
Ribuan Buruh Demo di Kantor Bupati Bandung Barat
Listrik Sering Padam di Barut Distribusi Air PDAM Terganggu