Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 20 Oktober 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Atraksi Debus dan Angklung di Lebanon Memukau Pasukan Asing
[Derap TNI-POLRI]

Atraksi Debus dan Angklung di Lebanon Memukau Pasukan Asing

BAGI hampir seluruh Warga Negara Indonesia, atraksi debus dan permainan angklung bukanlah sesuatu yang aneh. Tapi apa jadinya atraksi tersebut dimainkan di Lebanon dan disaksikan oleh Komandan Sektor Timur Brigadir General Asastra Cuevas dari Spanyol, batalyon Perancis, India, Nepal, Malaysia, dan China? Tentu ceritanya akan berbeda dan mereka pasti heran.
Pa Pen Satgas Pom TNI Konga XXV-A Lettu Sus M Soleh, SIK dari Lebanon melalui Puspen TNI memberitakan atraksi tradisional itu ditampilkan oleh para prajurit Satuan Tugas (Satgas) Konga XXV-A/UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dalam rangka menyambut kedatangan Komandan Sektor Timur Brigadir General Asastra Cuevas dan kontingen dari beberapa negara (Perancis, India, Nepal, Malaysia, dan China) saat mengunjungi Markas Military Police Konga XXV-A/UNIFIL di Marjayoun, Lebanon Timur.
Tepuk tangan meriah dan decak kagum tiada henti mewarnai setiap usainya suatu atraksi oleh prajurit-prajurit Garuda. Namun suasana mencekam sempat tercipta terutama pada saat Mayor Laut (Kh) Maryanto Bandji, SH memainkan atraksi debusnya.
Atraksi debus diawali dengan memakan pecahan beling yang sudah disiapkan dan memotong tangan dengan menggunakan golok yang terasah sangat tajam, sembilan kali di tangan kanan dan delapan kali di tangan kiri tanpa terluka sedikitpun.
Atraksi selanjutnya ketika para prajurit mengangkat satu orang dengan dua jari yang dilakukan oleh empat anggota Wanita TNI dan satu pelakunya, tanpa jatuh ke lantai. Begitu pula dengan atraksi para prajurit Garuda ketika memainkan alat musik angklung yang terbuat dari bambu dan beraneka ragam banyaknya bisa memainkan musik dengan nada-nada yang berlainan, banyak memperoleh tepuk tangan.
Jenderal Cuevas mengatakan sangat-sangat kagum, terkesan, dan heran dengan penampilan atraksi (debus dan angklung) yang diperagakan oleh prajurit Garuda. Ia sempat memejamkan mata sewaktu menyaksikan atraksi debus. Ia terlihat ngeri dan berulang kali ia mengucap \"It\'s magic, I have never seen like this before!\"
Tidak sedikit pula tentara PBB dari negara lain yang salut dan terheran-heran dengan kesaktian prajurit-prajurit Merah Putih ini. Itulah pujian yang meluncur dari kontingen negara lain (Perancis, India, Nepal, Malaysia, dan China) sampai berulang kali mengucapkan Its magic, I have never seen like this before!
Sementara itu, Dansatgas Letkol CPM Ujang Martenis (lulusan Akabri tahun 1987) mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan pujiannya kepada prajurit Konga XXV-A/UNIFIL. Dansatgas juga memberikan kenang-kenangan berupa alat kesenian angklung yang mungkin sangat aneh bagi Jenderal Asastra dan suatu kenangan tersendiri baginya.
Kepuasan dan pujian mereka terhadap Kontingen Garuda adalah suatu kebanggaan dan harus kita jaga agar nama baik Negara dan Bangsa khususnya TNI di mata internasional dapat dipercaya untuk melaksanakan tugas-tugas yang akan datang selaku pasukan PBB, tambah Dansatgas.(be)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pramuka Saka Wira Kartika Diberi Pelatihan Menembak
Kenali Peralatan Pemadam Kebakaran
Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Penanggulangan Serangan Teroris
Virus Ebola Zaire Bukan Untuk Ditakuti
Segudang PR Dihadapi Bakorkamla