Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 01 Nopember 2014  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Diduga tak Berizin, Peternakan Ayam Broiler Resahkan Warga
[Nusantara]

Diduga tak Berizin, Peternakan Ayam Broiler Resahkan Warga

Indramayu, Pelita
Beberapa lokasi peternakan ayam potong (broiler) di wilayah Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu, belakangan ini meresahkan warga karena bau tak sedap dari kotoran serta lalat masuk ke pemukiman mengakibatkan terganggunya kesehatan. Diduga kuat ada yang belum mengantongi izin.
Berdasarkan keterangan warga blok Jenguk Desa/Kecamatan Gabus Wetan, Tijan (60) pada Pelita mengatakan, kandang peternakan ayam potong milik warga Blok Drunten Desa Drunten Wetan H Carim, lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga Blok Jenguk, berkisar jarak 150 meteran.
Namun keberadaannya belakangan ini dapat menimbulkan keresahan warga, sebab aroma yang ditimbulkan kurang sedap dari kotoran ayam, juga dapat mengganggu dan mengancam kesehatan warga, ujarnya saat ditemui Minggu (4/1).
Bahkan kondisi yang demikian tak sedikit warga pemiliki warung merasa dirugikan, sebab selain tiap hari harus disibukkan menutupi barang dagangannya dan berusaha melakukan penyemprotan racun serangga serta pengkipasan agar lalat kabur.
Ditengarai keberadaan lokasi peternakan tersebut selama ini terkesan kurang mendapat perawatan serius, seperti pembersihan kotoran maupun pengobatan agar lalat yang bersumber dari kotoran dapat terbasmi dan tidak masuk lingkungan pemukiman warga.
Ironisnya, sejak keberadaan kandang ayam potong mulai produksi hingga sekarang, pemilik belum pernah melakukan permo honan izin lingkungan dari warga masyarakat blok Jenguk. Tidak menutup kemungkinan lokasi ternak ayam tersebut belum mengantongi izin dari pihak dinas instansi terkait. Rencananya dalam waktu dekat warga Jenguk mendatangi pemilik ternak ayam potong H Carim untuk melakukan aksi protes, agar tidak ada yang merasa dirugikan.
Kami tidak akan menutup usaha seseorang, tetapi hendaknya pihak pengusaha ternak perlu memerhatikan kebutuhan orang lain dalam hal ini jaminan kesehatan, pinta Tijan.
Menurutnya, sejak ribuan lalat bersumber dari lokasi ternak ayam berterbangan masuk ke pemukiman, tak sedikit warga sakit mual-mual, flu dan demam. Pihaknya berharap pada dinas instansi terkait turun ke lokasi serta melakukan pembenahan, agar tidak ada yang dirugikan, tuntasnya dengan nada penuh kecewa.
Di Karang Anyar
Di tempat terpisah warga blok Karang Anyar Gabus Wetan mengalami hal serupa disebabkan lokasi Kandang peternakan ayam potong milik warga Sekarmulya Kecamatan Gabus Wetan Cami, selain diduga belum mengantongi izin serta kurang mendapat perawatan serius hingga imbas kotoran mengancam kesehatan warga.
Saat Kuwu Sekarmulya Raciwan ditemui Pelita, membenarkan ada warganya memiliki lokasi ternak ayam potong di Desa Gabuswetan serta belakangan ini sedang menjadi bahan pergunjingan warga setempat terkait bau kotoran dan lalat masuk kepemukiman warga tersebut.
Atas kejadian tersebut ada beberapa Gabuswetan melaporkan keluhannya akan tetapi sejauh ini pihak Desa Sekarmulya tidak dapat mengintervensi, lantaran selain lokasi kandang ternak ada di desa tetangga, bahkan menyinggung soal perizinan juga bukan kewenangannya.
Menghadapi keluhan warga sekitar kandang ayam, belum lama ini pemilik kandang ternak tersebut, Cami, sempat datang ke rumah dengan menunjukan persyaratan izin yang akan diproses ke pihak dinas terkait. Raciwanselaku kuwu berharap, untuk mencari nafkah adalah hak warga desanya, namun perhatikan kesehatan warga sekitar, himbaunya. (ck-104)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Monitoring Dana Role Sharing Kurang Jalan
Massa FSPP Mengutuk Serangan Israel
Kejari Tangerang Diminta Usut Proyek PDAM Rp20 Miliar
Wawali Tangerang Lantik Pejabat SOTK Baru
Walkot Medan Buka Pelatihan Kepemimpinan Karang Taruna